<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menguak Alasan Raja Mataram Punya Banyak Selir Cantik</title><description>Para raja kerap memiliki banyak selir, yang bisa jadi karena pertimbangan politik atau simbol kekuasaan dan kemakmuran.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/16/337/2996267/menguak-alasan-raja-mataram-punya-banyak-selir-cantik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/16/337/2996267/menguak-alasan-raja-mataram-punya-banyak-selir-cantik"/><item><title>Menguak Alasan Raja Mataram Punya Banyak Selir Cantik</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/16/337/2996267/menguak-alasan-raja-mataram-punya-banyak-selir-cantik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/16/337/2996267/menguak-alasan-raja-mataram-punya-banyak-selir-cantik</guid><pubDate>Selasa 16 April 2024 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/15/337/2996267/menguak-alasan-raja-mataram-punya-banyak-selir-cantik-PzEkvdf4y0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi kerajaan (Foto: ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/15/337/2996267/menguak-alasan-raja-mataram-punya-banyak-selir-cantik-PzEkvdf4y0.jpg</image><title>Ilustrasi kerajaan (Foto: ist)</title></images><description>JAKARTA - Di Nusantara, para raja kerap memiliki banyak selir, yang bisa jadi karena pertimbangan politik atau simbol kekuasaan dan kemakmuran.
Raja Mataram menjadi salah satu yang terkenal dengan banyaknya selir dari Jawa Timur. Selama masa kekuasaannya, memiliki selir sebagai permaisuri bukanlah hal yang langka dan sering dianggap sebagai bagian dari strategi politik untuk memperkuat kekuasaan, dikenal sebagai perkawinan politik.

BACA JUGA:
Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Palembang


Raja Mataram cenderung memilih perempuan dari Jawa Timur sebagai selir karena dipercaya bahwa daerah tersebut melahirkan banyak perempuan cantik yang menjadi pusat perhatian di istana. Selain cantik, mereka juga dianggap memiliki sifat yang cocok dengan standar keanggunan dan kelembutan yang diinginkan oleh Raja Mataram.

Namun, di balik pemilihan selir-selir ini, ada pertimbangan politik yang serius. Banyak dari selir-selir ini berasal dari keluarga bangsawan, yang dipilih sebagai simbol persatuan dan loyalitas antar kerajaan.

BACA JUGA:
Puncak Arus Balik, Situasi Lalin di Ruas Tol Cipali Ramai Lancar


Namun, tidak jarang juga ada selir yang berasal dari latar belakang biasa, yang sering kali menyebabkan persaingan di antara mereka untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi di istana.

Persaingan tidak hanya terjadi di dalam istana. Bahkan, proses pemilihan selir itu sendiri sering kali merupakan ajang persaingan di antara calon-calon selir, yang sering kali dianggap sebagai komoditas. Sayangnya, tidak semua calon selir berhasil melewati proses seleksi dengan baik, dan seringkali mereka yang gagal ditempatkan di daerah terpencil, meningkatkan risiko mereka terhadap eksploitasi dan kesengsaraan.



Di era kolonialisme Belanda, kabupaten-kabupaten di Jawa Timur yang awalnya dikenal sebagai tempat berasalnya selir-selir tersebut bahkan menjadi terkenal dengan praktik prostitusi yang marak. Meskipun demikian, motif di balik pemilihan selir tetap kental dengan persepsi tentang kecantikan dan kepribadian lemah lembut yang diharapkan oleh Raja Mataram. Namun, tujuan utama dari keberadaan selir-selir ini tetaplah untuk menjaga kekuasaan dan stabilitas politik.

</description><content:encoded>JAKARTA - Di Nusantara, para raja kerap memiliki banyak selir, yang bisa jadi karena pertimbangan politik atau simbol kekuasaan dan kemakmuran.
Raja Mataram menjadi salah satu yang terkenal dengan banyaknya selir dari Jawa Timur. Selama masa kekuasaannya, memiliki selir sebagai permaisuri bukanlah hal yang langka dan sering dianggap sebagai bagian dari strategi politik untuk memperkuat kekuasaan, dikenal sebagai perkawinan politik.

BACA JUGA:
Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Palembang


Raja Mataram cenderung memilih perempuan dari Jawa Timur sebagai selir karena dipercaya bahwa daerah tersebut melahirkan banyak perempuan cantik yang menjadi pusat perhatian di istana. Selain cantik, mereka juga dianggap memiliki sifat yang cocok dengan standar keanggunan dan kelembutan yang diinginkan oleh Raja Mataram.

Namun, di balik pemilihan selir-selir ini, ada pertimbangan politik yang serius. Banyak dari selir-selir ini berasal dari keluarga bangsawan, yang dipilih sebagai simbol persatuan dan loyalitas antar kerajaan.

BACA JUGA:
Puncak Arus Balik, Situasi Lalin di Ruas Tol Cipali Ramai Lancar


Namun, tidak jarang juga ada selir yang berasal dari latar belakang biasa, yang sering kali menyebabkan persaingan di antara mereka untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi di istana.

Persaingan tidak hanya terjadi di dalam istana. Bahkan, proses pemilihan selir itu sendiri sering kali merupakan ajang persaingan di antara calon-calon selir, yang sering kali dianggap sebagai komoditas. Sayangnya, tidak semua calon selir berhasil melewati proses seleksi dengan baik, dan seringkali mereka yang gagal ditempatkan di daerah terpencil, meningkatkan risiko mereka terhadap eksploitasi dan kesengsaraan.



Di era kolonialisme Belanda, kabupaten-kabupaten di Jawa Timur yang awalnya dikenal sebagai tempat berasalnya selir-selir tersebut bahkan menjadi terkenal dengan praktik prostitusi yang marak. Meskipun demikian, motif di balik pemilihan selir tetap kental dengan persepsi tentang kecantikan dan kepribadian lemah lembut yang diharapkan oleh Raja Mataram. Namun, tujuan utama dari keberadaan selir-selir ini tetaplah untuk menjaga kekuasaan dan stabilitas politik.

</content:encoded></item></channel></rss>
