<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Update Banjir Bandang Bengkulu: 2.927 KK Terdampak Tersebar di 24 Desa, Warga Mengungsi      </title><description>Ribuan KK itu terdiri dari warga 24 desa yang tersebar di 7 kecamatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/17/340/2996763/update-banjir-bandang-bengkulu-2-927-kk-terdampak-tersebar-di-24-desa-warga-mengungsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/17/340/2996763/update-banjir-bandang-bengkulu-2-927-kk-terdampak-tersebar-di-24-desa-warga-mengungsi"/><item><title>Update Banjir Bandang Bengkulu: 2.927 KK Terdampak Tersebar di 24 Desa, Warga Mengungsi      </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/17/340/2996763/update-banjir-bandang-bengkulu-2-927-kk-terdampak-tersebar-di-24-desa-warga-mengungsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/17/340/2996763/update-banjir-bandang-bengkulu-2-927-kk-terdampak-tersebar-di-24-desa-warga-mengungsi</guid><pubDate>Rabu 17 April 2024 02:06 WIB</pubDate><dc:creator>Demon Fajri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/17/340/2996763/update-banjir-bandang-bengkulu-2-927-kk-terdampak-tersebar-di-24-desa-warga-mengungsi-UQaNVdl3X0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir bandang di Bengkulu. (Foto: Dok Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/17/340/2996763/update-banjir-bandang-bengkulu-2-927-kk-terdampak-tersebar-di-24-desa-warga-mengungsi-UQaNVdl3X0.jpg</image><title>Banjir bandang di Bengkulu. (Foto: Dok Ist)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wOC8xLzE3OTM5Ny81L3g4d2loZzQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BENGKULU - Sebanyak 2.927 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Ribuan KK itu terdiri dari warga 24 desa yang tersebar di 7 kecamatan.

Banjir bandang ini disebabkan luapan aliran Sungai Ketahun. Akibat dilanda hujan dengan intensitas sedang sejak Senin 15 April 2024 hingga Selasa 16 April 2024, pagi. Selain itu, daerah ini juga diterjang tanah longsor dan pohon tumbang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Banjir Bandang di Muratara, 17 Rumah Hanyut dan 3 Jambatan Gantung Putus&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Puluhan desa itu terdapat di Kecamatan Topos sebanyak 3 desa, Kecamatan Rimbo Pengadang 2 desa, Kecamatan Bingin Kuning 7 desa, Kecamatan Lebong Sakti 3 desa, Kecamatan Uram Jaya 3 desa, Kecamatan Amen 3 desa dan Kecamatan Lebong Utara 2 desa.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebong. Namun, kata Khristian, laporan sementara banyak fasiltas umum dan pemukiman penduduk &amp;nbsp;rusak akibat bencana banjir bandang.

BACA JUGA:


Banjir Bandang Terjang 6 Kecamatan di Bengkulu, 50 Ribu Jiwa Terdampak&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Data sementara ada 24 desa terdampak itu berada di 7 kecamatan. Untuk Kepala Keluarga terdampaknya diperkirkan 2.927 KK. Tidak ada korban jiwa. Fasilitas umum dan pemukiman penduduk banyak yang rusak, datanya masih dalam perekapan,&amp;rdquo; kata Khristian, ketika dikonfirmasi, Selasa (16/4/2024), malam.Untuk korban terdampak, sampai Khristian, tim gabubgan BPBD, TNI/POLRI, OPD terkait, relawan dan masyarakat setempat bergotong-royong mengevakuasi korban terdampak bencana banjir ke tempat yang lebih aman serta memberikan bantuan berupa makanan siap saji, membuka dapur umum.



&amp;ldquo;Total kerugian mencapai puluhan miliar rupiah. Kondisi terkini masyarakat masih banyak mengungsi ke rumah keluarga dan ke tempat yang lebih aman,&amp;rdquo; pungkas Khristian.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wOC8xLzE3OTM5Ny81L3g4d2loZzQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BENGKULU - Sebanyak 2.927 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Ribuan KK itu terdiri dari warga 24 desa yang tersebar di 7 kecamatan.

Banjir bandang ini disebabkan luapan aliran Sungai Ketahun. Akibat dilanda hujan dengan intensitas sedang sejak Senin 15 April 2024 hingga Selasa 16 April 2024, pagi. Selain itu, daerah ini juga diterjang tanah longsor dan pohon tumbang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Banjir Bandang di Muratara, 17 Rumah Hanyut dan 3 Jambatan Gantung Putus&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Puluhan desa itu terdapat di Kecamatan Topos sebanyak 3 desa, Kecamatan Rimbo Pengadang 2 desa, Kecamatan Bingin Kuning 7 desa, Kecamatan Lebong Sakti 3 desa, Kecamatan Uram Jaya 3 desa, Kecamatan Amen 3 desa dan Kecamatan Lebong Utara 2 desa.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebong. Namun, kata Khristian, laporan sementara banyak fasiltas umum dan pemukiman penduduk &amp;nbsp;rusak akibat bencana banjir bandang.

BACA JUGA:


Banjir Bandang Terjang 6 Kecamatan di Bengkulu, 50 Ribu Jiwa Terdampak&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Data sementara ada 24 desa terdampak itu berada di 7 kecamatan. Untuk Kepala Keluarga terdampaknya diperkirkan 2.927 KK. Tidak ada korban jiwa. Fasilitas umum dan pemukiman penduduk banyak yang rusak, datanya masih dalam perekapan,&amp;rdquo; kata Khristian, ketika dikonfirmasi, Selasa (16/4/2024), malam.Untuk korban terdampak, sampai Khristian, tim gabubgan BPBD, TNI/POLRI, OPD terkait, relawan dan masyarakat setempat bergotong-royong mengevakuasi korban terdampak bencana banjir ke tempat yang lebih aman serta memberikan bantuan berupa makanan siap saji, membuka dapur umum.



&amp;ldquo;Total kerugian mencapai puluhan miliar rupiah. Kondisi terkini masyarakat masih banyak mengungsi ke rumah keluarga dan ke tempat yang lebih aman,&amp;rdquo; pungkas Khristian.



</content:encoded></item></channel></rss>
