<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.000 Meter Sore Ini</title><description>Awan panas guguran kali ini terjadi pada pukul 15:09 WIB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/17/510/2997073/gunung-merapi-luncurkan-awan-panas-sejauh-1-000-meter-sore-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/17/510/2997073/gunung-merapi-luncurkan-awan-panas-sejauh-1-000-meter-sore-ini"/><item><title>   Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.000 Meter Sore Ini</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/17/510/2997073/gunung-merapi-luncurkan-awan-panas-sejauh-1-000-meter-sore-ini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/17/510/2997073/gunung-merapi-luncurkan-awan-panas-sejauh-1-000-meter-sore-ini</guid><pubDate>Rabu 17 April 2024 16:35 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Erlin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/17/510/2997073/gunung-merapi-luncurkan-awan-panas-sejauh-1-000-meter-sore-ini-3oJwfdICGb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi (Foto: tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/17/510/2997073/gunung-merapi-luncurkan-awan-panas-sejauh-1-000-meter-sore-ini-3oJwfdICGb.jpg</image><title>Gunung Merapi (Foto: tangkapan layar)</title></images><description>


YOGYAKARTA - Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran Rabu (17/4/2024) sore ini. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tehnologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut
Awan panas guguran kali ini terjadi pada pukul 15:09 WIB.
Awan panas guguran kali ini memiliki Amplitudo max 46 mm dengan durasi 120 detik. BPPKG menyebut estimasi jarak luncur 1000 meter ke Kali Bebeng/Krasak, arah angin ke Barat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan.
&quot;Aktivitas merapi masih siaga atau level III,&quot; kata BPPTKG.

BACA JUGA:
Gunung Merapi Luncurkan 40 Kali Guguran Lava Pijar Sepanjang Jumat

Sejak Rabu pagi sebenarnya aktivitas Gunung Merapi memang masih tinggi namun cenderung landai. Cuaca hingga pukul 12.00 cenderung mendung dan angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 21-26.5 &amp;deg;C, kelembaban udara 66-71 %, dan tekanan udara 838-918.5 mmHg.

BACA JUGA:
Merapi Muntahkan 8 Kali Awan Panas Sore Ini, Masyarakat Diimbau Jauhi Daerah Bahaya

Aktivitas kegempaan di antaranya adalah 21 kali gempa Guguran dengan Amplitudo : 3-30 mm, Durasi : 56.9-159.1 detik. 6 kali gempa.Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo : 4-14 mm, S-P : 0.5-0.6 detik, Durasi : 6.4-10 detik dan 5 kali gempa vulkanik Dangkal dengan Amplitudo 23-80 mm, Durasi : 6.4-9.5 detik)
&quot;Terdengar 1 kali suara guguran dengan intensitas sedang dari Pos Babadan,&quot; tambah mereka.BPPTKG menyebut Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
&quot;Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi serta kami minta agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi,&quot; pungkas BPPTKG.</description><content:encoded>


YOGYAKARTA - Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran Rabu (17/4/2024) sore ini. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tehnologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut
Awan panas guguran kali ini terjadi pada pukul 15:09 WIB.
Awan panas guguran kali ini memiliki Amplitudo max 46 mm dengan durasi 120 detik. BPPKG menyebut estimasi jarak luncur 1000 meter ke Kali Bebeng/Krasak, arah angin ke Barat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan.
&quot;Aktivitas merapi masih siaga atau level III,&quot; kata BPPTKG.

BACA JUGA:
Gunung Merapi Luncurkan 40 Kali Guguran Lava Pijar Sepanjang Jumat

Sejak Rabu pagi sebenarnya aktivitas Gunung Merapi memang masih tinggi namun cenderung landai. Cuaca hingga pukul 12.00 cenderung mendung dan angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 21-26.5 &amp;deg;C, kelembaban udara 66-71 %, dan tekanan udara 838-918.5 mmHg.

BACA JUGA:
Merapi Muntahkan 8 Kali Awan Panas Sore Ini, Masyarakat Diimbau Jauhi Daerah Bahaya

Aktivitas kegempaan di antaranya adalah 21 kali gempa Guguran dengan Amplitudo : 3-30 mm, Durasi : 56.9-159.1 detik. 6 kali gempa.Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo : 4-14 mm, S-P : 0.5-0.6 detik, Durasi : 6.4-10 detik dan 5 kali gempa vulkanik Dangkal dengan Amplitudo 23-80 mm, Durasi : 6.4-9.5 detik)
&quot;Terdengar 1 kali suara guguran dengan intensitas sedang dari Pos Babadan,&quot; tambah mereka.BPPTKG menyebut Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
&quot;Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi serta kami minta agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi,&quot; pungkas BPPTKG.</content:encoded></item></channel></rss>
