<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ribuan Mahasiswa Unjuk Rasa Tolak Intervensi Hasil Pemilu dan Tuntut MK Netral</title><description>Dalam unjukrasa tersebut, para peserta juga membuat aksi teatrikal</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/18/337/2997614/ribuan-mahasiswa-unjuk-rasa-tolak-intervensi-hasil-pemilu-dan-tuntut-mk-netral</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/18/337/2997614/ribuan-mahasiswa-unjuk-rasa-tolak-intervensi-hasil-pemilu-dan-tuntut-mk-netral"/><item><title>Ribuan Mahasiswa Unjuk Rasa Tolak Intervensi Hasil Pemilu dan Tuntut MK Netral</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/18/337/2997614/ribuan-mahasiswa-unjuk-rasa-tolak-intervensi-hasil-pemilu-dan-tuntut-mk-netral</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/18/337/2997614/ribuan-mahasiswa-unjuk-rasa-tolak-intervensi-hasil-pemilu-dan-tuntut-mk-netral</guid><pubDate>Kamis 18 April 2024 18:51 WIB</pubDate><dc:creator>Khafid Mardiyansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/18/337/2997614/ribuan-mahasiswa-unjuk-rasa-tolak-intervensi-hasil-pemilu-dan-tuntut-mk-netral-p8aIxMkjDR.JPG" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/18/337/2997614/ribuan-mahasiswa-unjuk-rasa-tolak-intervensi-hasil-pemilu-dan-tuntut-mk-netral-p8aIxMkjDR.JPG</image><title></title></images><description>JAKARTA - Ribuan massa gabungan dari mahasiswa dan masyarakat menggelar aksi unjukrasa tolak segala upaya intervensi hasil pemilu dan MK harus netral bergulir di patung kuda, kawasan Monas, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 18 April, siang.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wNS8xLzE3OTI1MC81L3g4d2NoZDQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Perwakilan aksi yang juga Mahasiswi Universitas Indraprasta (Unindra) PGRI Jakarta, Dea Rifda Nisrina, mengatakan, aksi hari ini sebagai bentuk dukungan kepada MK agar dalam memutuskan sengketa Pilpres 2024 yang akan dibacakan pada Senin, 22 April mendatang tak ada intervensi.

&quot;Kami di sini mendukung MK untuk tetap netral dan memastikan bahwa MK bukanlah alat partai,&quot; tambahnya.


BACA JUGA:
Tim Hukum Ganjar-Mahfud: MK Jangan Jadi Mahkamah Kalkulator Hanya Fokus pada Angka


Dalam unjukrasa tersebut, para peserta juga membuat aksi teatrikal dengan memperagakan beberapa orang menggunakan topeng bergambar wajah Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto tengah membawa rantai yang mengikat leher dua orang pria bertopeng wajah Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Saldi Isra dan Arief Hidayat.


Aksi teatrikal seorang pria memakai topeng wajah Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menarik dua rantai yang diikuti oleh dua hakim MK. Dia berjalan perlahan memutar di area aksi unjukrasa.



Seorang orator dari atas mobil komando menjelaskan bahwa aksi itu menyimbolkan bagaimana intervensi coba dilakukan Hasto sebagai Sekjen PDIP terhadap jalannya sidang sengketa Pilpres 2024 yang tengah digelar di MK.

</description><content:encoded>JAKARTA - Ribuan massa gabungan dari mahasiswa dan masyarakat menggelar aksi unjukrasa tolak segala upaya intervensi hasil pemilu dan MK harus netral bergulir di patung kuda, kawasan Monas, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 18 April, siang.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wNS8xLzE3OTI1MC81L3g4d2NoZDQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Perwakilan aksi yang juga Mahasiswi Universitas Indraprasta (Unindra) PGRI Jakarta, Dea Rifda Nisrina, mengatakan, aksi hari ini sebagai bentuk dukungan kepada MK agar dalam memutuskan sengketa Pilpres 2024 yang akan dibacakan pada Senin, 22 April mendatang tak ada intervensi.

&quot;Kami di sini mendukung MK untuk tetap netral dan memastikan bahwa MK bukanlah alat partai,&quot; tambahnya.


BACA JUGA:
Tim Hukum Ganjar-Mahfud: MK Jangan Jadi Mahkamah Kalkulator Hanya Fokus pada Angka


Dalam unjukrasa tersebut, para peserta juga membuat aksi teatrikal dengan memperagakan beberapa orang menggunakan topeng bergambar wajah Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto tengah membawa rantai yang mengikat leher dua orang pria bertopeng wajah Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Saldi Isra dan Arief Hidayat.


Aksi teatrikal seorang pria memakai topeng wajah Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menarik dua rantai yang diikuti oleh dua hakim MK. Dia berjalan perlahan memutar di area aksi unjukrasa.



Seorang orator dari atas mobil komando menjelaskan bahwa aksi itu menyimbolkan bagaimana intervensi coba dilakukan Hasto sebagai Sekjen PDIP terhadap jalannya sidang sengketa Pilpres 2024 yang tengah digelar di MK.

</content:encoded></item></channel></rss>
