<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kronologi Tewasnya Siswa SMK di Nias Selatan Usai Kepalanya Dipukul Lima Kali oleh Kepsek      </title><description>Sebanyak 8 siswa termasuk korban dipanggil kepala sekolah, lalu dihukum di salah satu ruangan kelas SMKN 1 Siduaori.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/18/608/2997305/kronologi-tewasnya-siswa-smk-di-nias-selatan-usai-kepalanya-dipukul-lima-kali-oleh-kepsek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/18/608/2997305/kronologi-tewasnya-siswa-smk-di-nias-selatan-usai-kepalanya-dipukul-lima-kali-oleh-kepsek"/><item><title>Kronologi Tewasnya Siswa SMK di Nias Selatan Usai Kepalanya Dipukul Lima Kali oleh Kepsek      </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/18/608/2997305/kronologi-tewasnya-siswa-smk-di-nias-selatan-usai-kepalanya-dipukul-lima-kali-oleh-kepsek</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/18/608/2997305/kronologi-tewasnya-siswa-smk-di-nias-selatan-usai-kepalanya-dipukul-lima-kali-oleh-kepsek</guid><pubDate>Kamis 18 April 2024 08:31 WIB</pubDate><dc:creator>Jonirman Tafonao</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/18/608/2997305/kronologi-tewasnya-siswa-smk-di-nias-selatan-usai-kepalanya-dipukul-lima-kali-oleh-kepsek-WbK19HdvPL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelajar korban penganiayaan kepala sekolah (Foto: ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/18/608/2997305/kronologi-tewasnya-siswa-smk-di-nias-selatan-usai-kepalanya-dipukul-lima-kali-oleh-kepsek-WbK19HdvPL.jpg</image><title>Pelajar korban penganiayaan kepala sekolah (Foto: ist)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xOC8xLzE3OTczNi81L3g4d3o2amM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
NIAS SELATAN - Kronologi Kepala Sekolah (Kepsek) berinisial SZ (40) diduga aniaya siswa SMK di Nias Selatan hingga tewas. Saat itu korban bersama 7 rekannya yang sedang praktik lapangan (magang) di salah satu kantor camat tidak ikuti perintah Sekcam. Sehingga hal itulah membuat Kepsek memberikan hukuman dan pukul kepala korban 5 kali.
Kasat Reskrim Polres Nias Selatan, AKP Freddy Siagian menjelaskan bahwa sebanyak 8 siswa termasuk korban dipanggil kepala sekolah, lalu dihukum di salah satu ruangan kelas SMKN 1 Siduaori.
SZ memanggil para siswa itu, lantaran dia mendapat laporan jika mereka yang sedang praktik di kantor camat tersebut tidak mengindahkan perintah Sekretaris Camat.

BACA JUGA:
Viral Oknum Kepala Sekolah Nyabu di Tulang Bawang, Ngaku Disuruh Keponakan

&quot;Saat diberi hukum tersebut, diduga SZ melakukan penganiayaan terhadap korban, memukul di bagian kepala sebanyak 5 kali. Setelah itu, YN pulang ke rumah mengeluhkan sakit dan menceritakan apa dialaminya kepada orangtuanya,&quot; kata Freddy, Kamis (18/4/2024).

BACA JUGA:
Kepala Sekolah Mundur karena Masalah Pertikaian Hijab dan Ancaman Pembunuhan


Orangtua korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Nias Selatan, pada 11 April 2024 atas kasus dugaan penganiayaan dan kekerasan terhadap anak dibawah umur.

Selanjutnya, korban YN sempat dibawa berobat hingga menjalani perawatan di RS Thomsen Gunungsitoli sejak Sabtu 13 April 2024. Nahas, selama dalam perawatan kondisi korban terus menurun dan meninggal dunia pada Senin 14 April 2024.

Kasus ini terus didalami oleh pihak Kepolisian, sementara korban diautopsi pagi ini. &quot;Iya benar, besok akan diautopsi di RS Thomsen Nias,&quot; kata Freddy saat dihubungi iNews, Rabu 17 April 2024.



</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xOC8xLzE3OTczNi81L3g4d3o2amM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
NIAS SELATAN - Kronologi Kepala Sekolah (Kepsek) berinisial SZ (40) diduga aniaya siswa SMK di Nias Selatan hingga tewas. Saat itu korban bersama 7 rekannya yang sedang praktik lapangan (magang) di salah satu kantor camat tidak ikuti perintah Sekcam. Sehingga hal itulah membuat Kepsek memberikan hukuman dan pukul kepala korban 5 kali.
Kasat Reskrim Polres Nias Selatan, AKP Freddy Siagian menjelaskan bahwa sebanyak 8 siswa termasuk korban dipanggil kepala sekolah, lalu dihukum di salah satu ruangan kelas SMKN 1 Siduaori.
SZ memanggil para siswa itu, lantaran dia mendapat laporan jika mereka yang sedang praktik di kantor camat tersebut tidak mengindahkan perintah Sekretaris Camat.

BACA JUGA:
Viral Oknum Kepala Sekolah Nyabu di Tulang Bawang, Ngaku Disuruh Keponakan

&quot;Saat diberi hukum tersebut, diduga SZ melakukan penganiayaan terhadap korban, memukul di bagian kepala sebanyak 5 kali. Setelah itu, YN pulang ke rumah mengeluhkan sakit dan menceritakan apa dialaminya kepada orangtuanya,&quot; kata Freddy, Kamis (18/4/2024).

BACA JUGA:
Kepala Sekolah Mundur karena Masalah Pertikaian Hijab dan Ancaman Pembunuhan


Orangtua korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Nias Selatan, pada 11 April 2024 atas kasus dugaan penganiayaan dan kekerasan terhadap anak dibawah umur.

Selanjutnya, korban YN sempat dibawa berobat hingga menjalani perawatan di RS Thomsen Gunungsitoli sejak Sabtu 13 April 2024. Nahas, selama dalam perawatan kondisi korban terus menurun dan meninggal dunia pada Senin 14 April 2024.

Kasus ini terus didalami oleh pihak Kepolisian, sementara korban diautopsi pagi ini. &quot;Iya benar, besok akan diautopsi di RS Thomsen Nias,&quot; kata Freddy saat dihubungi iNews, Rabu 17 April 2024.



</content:encoded></item></channel></rss>
