<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jalan Raya Lumajang-Malang Masih Terputus Imbas Longsor Beberapa Titik di Piket Nol</title><description>Jalan raya nasional itu terputus karena longsoran di beberapa titik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/19/519/2997977/jalan-raya-lumajang-malang-masih-terputus-imbas-longsor-beberapa-titik-di-piket-nol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/19/519/2997977/jalan-raya-lumajang-malang-masih-terputus-imbas-longsor-beberapa-titik-di-piket-nol"/><item><title>Jalan Raya Lumajang-Malang Masih Terputus Imbas Longsor Beberapa Titik di Piket Nol</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/19/519/2997977/jalan-raya-lumajang-malang-masih-terputus-imbas-longsor-beberapa-titik-di-piket-nol</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/19/519/2997977/jalan-raya-lumajang-malang-masih-terputus-imbas-longsor-beberapa-titik-di-piket-nol</guid><pubDate>Jum'at 19 April 2024 14:55 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/19/519/2997977/jalan-raya-lumajang-malang-masih-terputus-imbas-longsor-beberapa-titik-di-piket-nol-8y0hOLk4hD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Longsor di Lumajang. (Foto: BPBD Lumajang)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/19/519/2997977/jalan-raya-lumajang-malang-masih-terputus-imbas-longsor-beberapa-titik-di-piket-nol-8y0hOLk4hD.jpg</image><title>Longsor di Lumajang. (Foto: BPBD Lumajang)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xMy8xLzE3OTU1Mi81L3g4d3FpMWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
LUMAJANG - Jalur Lumajang - Malang maupun sebaliknya melalui Piket Nol, Kecamatan Candipuro, terputus. Jalur ini terputus karena adanya sejumlah titik longsoran dari tebing di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang Yudhi Cahyono menyatakan, hingga Jumat siang ini akses jalan raya Lumajang - Malang yang melalui Piket Nol masih terputus. Jalan raya nasional itu terputus karena longsoran di beberapa titik.

&quot;Untuk akses jalan piket nol ditutup total, dimulai pengerjaan jalan dari Balai Besar Jalan Nasional,&quot; kata Yudhi Cahyono, dikonfirmasi pada Jumat (19/4/2024) siang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Kawasan Gunung Semeru Diguyur Hujan, Satu Warga Tewas Tertimbun Longsor&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Menurutnya, titik longsor merupakan tebing dengan ketinggian hingga 70 meter lebih. Hal ini yang membuat petugas dari Balai Besar Jalan Nasional, dibantu instansi lain masih berusaha menyingkirkan material longsor.

&quot;Ketinggian tebing sampai 70 meter, pelebaran sampai 9 meter. Jadi sewaktu-waktu longsor itu ada di beberapa titik. Tidak bisa ditentukan, kadang satu hari bisa sampai dua titik,&quot; tuturnya.

&quot;Makanya berapa titiknya enggak bisa menginformasikan. Memang untuk pemangkasan jalan mulai dari bawah ke atas, banyak titik,&quot; imbuhnya.

Sejauh ini pihak BPBD belum menerima informasi adanya korban jiwa akibat longsoran di Jalan Raya Lumajang  - Malang, Piket Nol. Sebab saat hujan deras terjadi pada Kamis malam, pengendara yang melintas sudah berhenti karena takut ada longsor.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Longsor Tana Tora Tewaskan 20 Orang, BNPB: Terburuk Selama Awal 2024

&quot;Tadi malam ada yang melintas sana sampai sana tidak berani melintas, karena ada longsoran,&quot; bebernya.

Sebagai informasi, hujan deras di kawasan Lumajang hingga Kamis malam (18/4/2024), menyebabkan banjir bandang dari aliran lahar Gunung Semeru, dan di beberapa sungai pada setidaknya 8 kecamatan.Selain itu, tanah longsor juga menerjang sejumlah kawasan, salah satunya di Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, yang membuat satu perempuan bernama Ngatmini (50), warga Dusun Sriti, Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, tertimpa material tebing dari belakang rumahnya, pada Kamis malam.



Total sejauh ini ada tiga korban jiwa akibat longsor dan banjir. Dimana dua korban terakhir merupakan pasangan suami istri (Pasutri) yang ditemukan pada Jumat pagi (19/4/2024).

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xMy8xLzE3OTU1Mi81L3g4d3FpMWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
LUMAJANG - Jalur Lumajang - Malang maupun sebaliknya melalui Piket Nol, Kecamatan Candipuro, terputus. Jalur ini terputus karena adanya sejumlah titik longsoran dari tebing di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang Yudhi Cahyono menyatakan, hingga Jumat siang ini akses jalan raya Lumajang - Malang yang melalui Piket Nol masih terputus. Jalan raya nasional itu terputus karena longsoran di beberapa titik.

&quot;Untuk akses jalan piket nol ditutup total, dimulai pengerjaan jalan dari Balai Besar Jalan Nasional,&quot; kata Yudhi Cahyono, dikonfirmasi pada Jumat (19/4/2024) siang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Kawasan Gunung Semeru Diguyur Hujan, Satu Warga Tewas Tertimbun Longsor&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Menurutnya, titik longsor merupakan tebing dengan ketinggian hingga 70 meter lebih. Hal ini yang membuat petugas dari Balai Besar Jalan Nasional, dibantu instansi lain masih berusaha menyingkirkan material longsor.

&quot;Ketinggian tebing sampai 70 meter, pelebaran sampai 9 meter. Jadi sewaktu-waktu longsor itu ada di beberapa titik. Tidak bisa ditentukan, kadang satu hari bisa sampai dua titik,&quot; tuturnya.

&quot;Makanya berapa titiknya enggak bisa menginformasikan. Memang untuk pemangkasan jalan mulai dari bawah ke atas, banyak titik,&quot; imbuhnya.

Sejauh ini pihak BPBD belum menerima informasi adanya korban jiwa akibat longsoran di Jalan Raya Lumajang  - Malang, Piket Nol. Sebab saat hujan deras terjadi pada Kamis malam, pengendara yang melintas sudah berhenti karena takut ada longsor.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Longsor Tana Tora Tewaskan 20 Orang, BNPB: Terburuk Selama Awal 2024

&quot;Tadi malam ada yang melintas sana sampai sana tidak berani melintas, karena ada longsoran,&quot; bebernya.

Sebagai informasi, hujan deras di kawasan Lumajang hingga Kamis malam (18/4/2024), menyebabkan banjir bandang dari aliran lahar Gunung Semeru, dan di beberapa sungai pada setidaknya 8 kecamatan.Selain itu, tanah longsor juga menerjang sejumlah kawasan, salah satunya di Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, yang membuat satu perempuan bernama Ngatmini (50), warga Dusun Sriti, Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, tertimpa material tebing dari belakang rumahnya, pada Kamis malam.



Total sejauh ini ada tiga korban jiwa akibat longsor dan banjir. Dimana dua korban terakhir merupakan pasangan suami istri (Pasutri) yang ditemukan pada Jumat pagi (19/4/2024).

</content:encoded></item></channel></rss>
