<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Terdesak Kebutuhan Keluarga, 2 Mamah Muda di Sinjai Nekat Jajakan Diri   </title><description>Polres Sinjai berhasil membongkar bisnis prostitusi online via aplikasi MiChat di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel).
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/21/340/2998690/terdesak-kebutuhan-keluarga-2-mamah-muda-di-sinjai-nekat-jajakan-diri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/21/340/2998690/terdesak-kebutuhan-keluarga-2-mamah-muda-di-sinjai-nekat-jajakan-diri"/><item><title> Terdesak Kebutuhan Keluarga, 2 Mamah Muda di Sinjai Nekat Jajakan Diri   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/21/340/2998690/terdesak-kebutuhan-keluarga-2-mamah-muda-di-sinjai-nekat-jajakan-diri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/21/340/2998690/terdesak-kebutuhan-keluarga-2-mamah-muda-di-sinjai-nekat-jajakan-diri</guid><pubDate>Minggu 21 April 2024 17:40 WIB</pubDate><dc:creator>Abdoellah Nicolha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/21/340/2998690/terdesak-kebutuhan-keluarga-2-mamah-muda-di-sinjai-nekat-jajakan-diri-9WpBYF3w4t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/21/340/2998690/terdesak-kebutuhan-keluarga-2-mamah-muda-di-sinjai-nekat-jajakan-diri-9WpBYF3w4t.jpg</image><title>Illustrasi (foto: dok Okezone)</title></images><description>
SINJAI &amp;ndash; Polres Sinjai berhasil membongkar bisnis prostitusi online via aplikasi MiChat di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Dalam penggerebekan itu, polisi berhasil menangkap dua wanita yang kedapatan menjajakan diri via online di salah satu penginapan di Kelurahan Balangnipa, Sinjai, Kamis (18/4/2024) malam.

Kedua wanita itu merupakan warga luar Sinjai dan berstatus ibu rumah tangga (IRT), berinisial IGC (24) asal Kabupaten Bulukumba dan JL (24) IRT asal Kabupaten Bantaeng.

BACA JUGA:
Polisi Gerebek Praktik Prostitusi Online di Pringsewu, Tangkap Muncikari dan 2 PSK&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kapolres Sinjai AKBP Fery Nur Abdullah mengungkapkan, bisnis prostitusi itu terungkap berawal dari adanya laporan warga. Dalam laporan itu mengungkap bahwa salah satu penginapan yang ada di Kabupaten Sinjai sering dijadikan tempat transaksi seks.

&amp;ldquo;Iya atas laporan warga kemudian ditindaklanjuti dan diamankan keduanya,&amp;rdquo; ungkapnya, Sabtu (20/4/2024).

Menurut Kapolres, kedua wanita yang berhasil diamankan mengaku melakukan perbuatan itu karena terdesak kebutuhan keluarga dan bekerja tanpa perantara atau muncikari. Bahkan tarif yang dibandrol untuk melayani laki-laki hidung belang tergolong cukup murah, hanya Rp200 ribu dalam sekali kencan.

BACA JUGA:
 Jajakan Diri saat Ramadhan, 9 PSK di Kabupaten Bekasi Terjaring Razia&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Keduanya mengakui bahwa mereka transaksi (prostitusi) lewat aplikasi MiChat dengan tarif Rp200 ribu sekali main, dan hal itu atas keinginan sendiri,&amp;rdquo; kata fery

Adapun barang bukti yang diamankan dalam penggerebekan bisnis jual diri itu, berupa tiga buah handphone yang di dalamnya berisi aplikasi MiChat.



Saat ini kedua pelaku telah diamankan di Mapolres Sinjai untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Selanjutnya aparat kepolisian akan berkoordinasi dengan Dinas sosial Kabupaten Sinjai untuk dilakukan pembinaan.



Terpisah, penggiat sosial masyarakat Rafiuddin, menduga pekerja prostitusi dari luar Kabupaten Sinjai diduga kuat didatangkan oleh warga lokal Sinjai.



&amp;ldquo;Hampir semua pekerja seks komersial yang terjaring oleh pihak berwajib rata-rata berasal dari luar kota Sinjai,&amp;rdquo; tukasnya.</description><content:encoded>
SINJAI &amp;ndash; Polres Sinjai berhasil membongkar bisnis prostitusi online via aplikasi MiChat di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Dalam penggerebekan itu, polisi berhasil menangkap dua wanita yang kedapatan menjajakan diri via online di salah satu penginapan di Kelurahan Balangnipa, Sinjai, Kamis (18/4/2024) malam.

Kedua wanita itu merupakan warga luar Sinjai dan berstatus ibu rumah tangga (IRT), berinisial IGC (24) asal Kabupaten Bulukumba dan JL (24) IRT asal Kabupaten Bantaeng.

BACA JUGA:
Polisi Gerebek Praktik Prostitusi Online di Pringsewu, Tangkap Muncikari dan 2 PSK&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kapolres Sinjai AKBP Fery Nur Abdullah mengungkapkan, bisnis prostitusi itu terungkap berawal dari adanya laporan warga. Dalam laporan itu mengungkap bahwa salah satu penginapan yang ada di Kabupaten Sinjai sering dijadikan tempat transaksi seks.

&amp;ldquo;Iya atas laporan warga kemudian ditindaklanjuti dan diamankan keduanya,&amp;rdquo; ungkapnya, Sabtu (20/4/2024).

Menurut Kapolres, kedua wanita yang berhasil diamankan mengaku melakukan perbuatan itu karena terdesak kebutuhan keluarga dan bekerja tanpa perantara atau muncikari. Bahkan tarif yang dibandrol untuk melayani laki-laki hidung belang tergolong cukup murah, hanya Rp200 ribu dalam sekali kencan.

BACA JUGA:
 Jajakan Diri saat Ramadhan, 9 PSK di Kabupaten Bekasi Terjaring Razia&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Keduanya mengakui bahwa mereka transaksi (prostitusi) lewat aplikasi MiChat dengan tarif Rp200 ribu sekali main, dan hal itu atas keinginan sendiri,&amp;rdquo; kata fery

Adapun barang bukti yang diamankan dalam penggerebekan bisnis jual diri itu, berupa tiga buah handphone yang di dalamnya berisi aplikasi MiChat.



Saat ini kedua pelaku telah diamankan di Mapolres Sinjai untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Selanjutnya aparat kepolisian akan berkoordinasi dengan Dinas sosial Kabupaten Sinjai untuk dilakukan pembinaan.



Terpisah, penggiat sosial masyarakat Rafiuddin, menduga pekerja prostitusi dari luar Kabupaten Sinjai diduga kuat didatangkan oleh warga lokal Sinjai.



&amp;ldquo;Hampir semua pekerja seks komersial yang terjaring oleh pihak berwajib rata-rata berasal dari luar kota Sinjai,&amp;rdquo; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
