<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antara Gus Dur dan Soeharto Soal Demokrasi : Gitu Aja Kok Repot!   </title><description>Sejumlah kalangan mengkhawatirkan keselamatan KH. Abdurahman Wahid atau kerap disapa Gus Dur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/22/337/2998767/antara-gus-dur-dan-soeharto-soal-demokrasi-gitu-aja-kok-repot</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/22/337/2998767/antara-gus-dur-dan-soeharto-soal-demokrasi-gitu-aja-kok-repot"/><item><title>Antara Gus Dur dan Soeharto Soal Demokrasi : Gitu Aja Kok Repot!   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/22/337/2998767/antara-gus-dur-dan-soeharto-soal-demokrasi-gitu-aja-kok-repot</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/22/337/2998767/antara-gus-dur-dan-soeharto-soal-demokrasi-gitu-aja-kok-repot</guid><pubDate>Senin 22 April 2024 05:16 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/21/337/2998767/antara-gus-dur-dan-soeharto-soal-demokrasi-gitu-aja-kok-repot-cALsO7O7yx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden ke-4 RI, Abdurahman Wahid (Gus Dur)/foto: dok Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/21/337/2998767/antara-gus-dur-dan-soeharto-soal-demokrasi-gitu-aja-kok-repot-cALsO7O7yx.jpg</image><title>Presiden ke-4 RI, Abdurahman Wahid (Gus Dur)/foto: dok Okezone</title></images><description>PADA saat Presiden Soeharto memimpin Indonesia, sejumlah kalangan mengkhawatirkan keselamatan KH. Abdurahman Wahid atau kerap disapa Gus Dur, terutama sahabat-sahabatnya di Forum Demokrasi (Fordem). Mereka pun salut dengan keberanian Gus Dur melawan diskriminasi Orde Baru.

Suatu ketika, wartawan senior, Selamun Yoanes Bosco atau yang dikenal Don Bosco Selamun menceritakan pengalaman mewawancarai Gus Dur. Ia salut dengan keberanian Gus Dur di tengah ketakutan orang-orang di zaman itu.

&amp;ldquo;Gus, (dengan keberanian Anda) Anda ingin dikenang sebagai apa jika Tuhan memanggil kelak?&amp;rdquo; tanya Don Bosco Selamun, seperti dilansir dari nu.or.id, Senin (22/4/2024).

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Heboh Dicium Artis Cantik&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Tulis di batu nisan saya: di sini beristirahat seorang pejuang kemanusiaan sejati,&amp;rdquo; jawab Gus Dur mantap.

&amp;ldquo;Ndak ingin dikenang sebagai tokoh Muslim yang hebat, Gus?&amp;rdquo; tanya Don Bosco.

&amp;ldquo;Apa pentingnya?&amp;rdquo; Gus Dur balik bertanya.

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Baca Daftar Isi Buku Bikin Pintar
&amp;ldquo;Atau dikenang sebagai pejuang demokrasi gitu, Gus?&amp;rdquo; sambung Don Bosco.



&amp;ldquo;Mungkin situ berpikir itu penting, tetapi bagi saya pejuang kemanusiaan saja. Cara saya, ya, demokrasi,&amp;rdquo; kata Gus Dur.



&amp;ldquo;Demokrasi yang seperti apa, Gus?&amp;rdquo; sahut Don Bosco.



&amp;ldquo;Demokrasi yang tidak disukai Pak Harto. Gitu aja kok repot,&amp;rdquo; seloroh Gus Dur.



</description><content:encoded>PADA saat Presiden Soeharto memimpin Indonesia, sejumlah kalangan mengkhawatirkan keselamatan KH. Abdurahman Wahid atau kerap disapa Gus Dur, terutama sahabat-sahabatnya di Forum Demokrasi (Fordem). Mereka pun salut dengan keberanian Gus Dur melawan diskriminasi Orde Baru.

Suatu ketika, wartawan senior, Selamun Yoanes Bosco atau yang dikenal Don Bosco Selamun menceritakan pengalaman mewawancarai Gus Dur. Ia salut dengan keberanian Gus Dur di tengah ketakutan orang-orang di zaman itu.

&amp;ldquo;Gus, (dengan keberanian Anda) Anda ingin dikenang sebagai apa jika Tuhan memanggil kelak?&amp;rdquo; tanya Don Bosco Selamun, seperti dilansir dari nu.or.id, Senin (22/4/2024).

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Heboh Dicium Artis Cantik&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Tulis di batu nisan saya: di sini beristirahat seorang pejuang kemanusiaan sejati,&amp;rdquo; jawab Gus Dur mantap.

&amp;ldquo;Ndak ingin dikenang sebagai tokoh Muslim yang hebat, Gus?&amp;rdquo; tanya Don Bosco.

&amp;ldquo;Apa pentingnya?&amp;rdquo; Gus Dur balik bertanya.

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Baca Daftar Isi Buku Bikin Pintar
&amp;ldquo;Atau dikenang sebagai pejuang demokrasi gitu, Gus?&amp;rdquo; sambung Don Bosco.



&amp;ldquo;Mungkin situ berpikir itu penting, tetapi bagi saya pejuang kemanusiaan saja. Cara saya, ya, demokrasi,&amp;rdquo; kata Gus Dur.



&amp;ldquo;Demokrasi yang seperti apa, Gus?&amp;rdquo; sahut Don Bosco.



&amp;ldquo;Demokrasi yang tidak disukai Pak Harto. Gitu aja kok repot,&amp;rdquo; seloroh Gus Dur.



</content:encoded></item></channel></rss>
