<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antisipasi Aksi Massa, Polisi Alihkan Arus Lalin di Patung Kuda Monas   </title><description>Hal itu guna mengantisipasi aksi massa saat sidang pembacaan putusan PHPU Pilpres 2024.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/22/338/2998917/antisipasi-aksi-massa-polisi-alihkan-arus-lalin-di-patung-kuda-monas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/22/338/2998917/antisipasi-aksi-massa-polisi-alihkan-arus-lalin-di-patung-kuda-monas"/><item><title>Antisipasi Aksi Massa, Polisi Alihkan Arus Lalin di Patung Kuda Monas   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/22/338/2998917/antisipasi-aksi-massa-polisi-alihkan-arus-lalin-di-patung-kuda-monas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/22/338/2998917/antisipasi-aksi-massa-polisi-alihkan-arus-lalin-di-patung-kuda-monas</guid><pubDate>Senin 22 April 2024 10:30 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/22/338/2998917/antisipasi-aksi-massa-polisi-alihkan-arus-lalin-di-patung-kuda-monas-ezjby7nO75.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rekayasa lalin di sekitar Gedung MK. (Foto: Carlos Roy)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/22/338/2998917/antisipasi-aksi-massa-polisi-alihkan-arus-lalin-di-patung-kuda-monas-ezjby7nO75.jpg</image><title>Rekayasa lalin di sekitar Gedung MK. (Foto: Carlos Roy)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMi8xLzE3OTg1OS81L3g4eDhuMmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pihak kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup akses jalan menuju ke Bundaran Air Mancur Patung Kuda Arjuna Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat di Jalan Medan Merdeka Barat pada Senin (22/4/2024). Hal itu guna mengantisipasi aksi massa saat sidang pembacaan putusan PHPU Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut hasil pengamatan MNC Portal, penutupan akses jalur bus Transjakarta sudah dilakukan sejak Pukul 08.30 WIB baik dari arah Thamrin menuju Gajah Mada maupun sebaliknya.

Kemudian pada Pukul 09.00 WIB petugas kepolisian melakukan rekayasa arus lalu lintas, yakni kendaraan bermotor dari arah MH Thamrin dan Jalan Budi Kemuliaan dialihkan melewati satu sisi saja yang mengarah ke Jalan Medan Merdeka Selatan dan bersinggungan dengan Jalan MH Thamrin.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

MK Bacakan 14 Amicus Curiae Sengketa Pilpres, Termasuk Megawati Soekarnoputri

Ratusan personel kepolisian bersenjata pelontar gas air mata dengan kendaraan sepeda motor trail dan kendaraan taktis dari Brimob Polda Metro Jaya dikerahkan di sekitar area lokasi sekitar massa aksi melakukan orasinya di depan Patung Kuda Arjuna Monumen Nasional.

Sejumlah polisi berpakaian sipil (tanpa seragam resmi) juga tampak membaur di sekitar massa aksi. Selain itu speaker pada bagian tengah Patung Kuda Arjuna Wijaya Monas juga beberapa kali melantunkan sejumlah lagu nasional kebangsaan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Polri Kerahkan Anjing Pelacak K-9 Amankan Sidang Putusan Sengketa Pilpres di MK&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Suara lagu kebangsaan tersebut dibuat dengan intensitas engan cukup kencang hingga mengaburkan suara massa aksi dari mobil orasi di dekat Patung Kuda Arjuna Wijaya.

Selain itu juga disiapkan sejumlah kendaraan tahanan dari Resmob Polda Metro Jaya untuk mengantisipasi aksi kericuhan yang dapat terjadi setelah Hakim MK menyampaikan putusan terkait sengketa Pilpres 2024.

Sebagaimana diketahui, Mahkamah Konstitusi (MK) dijadwalkan menggelar sidang putusan sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 pada Senin (22/4/2024).

Ribuan personel kepolisian disiagakan untuk melakukan pengamanan kegiatan masyarakat yang akan melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan total ada 7.783 Personel yang disiagakan di sekitar MK, Bawaslu RI, dan Monas.Pelaksanaan rekayasa lalu lintas akan dilakukan situasional tergantung kondisi di lapangan. Apabila eskalasi meningkat dan diperlukan maka akan dilakukan pengalihan arus lalu lintas.



Masyarakat yang akan melintas di depan gedung MK diminta untuk mencari jalan alternatif lainnya karena akan ada aksi unjuk rasa jelang putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa hasil Pemilu 2024.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMi8xLzE3OTg1OS81L3g4eDhuMmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pihak kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup akses jalan menuju ke Bundaran Air Mancur Patung Kuda Arjuna Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat di Jalan Medan Merdeka Barat pada Senin (22/4/2024). Hal itu guna mengantisipasi aksi massa saat sidang pembacaan putusan PHPU Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut hasil pengamatan MNC Portal, penutupan akses jalur bus Transjakarta sudah dilakukan sejak Pukul 08.30 WIB baik dari arah Thamrin menuju Gajah Mada maupun sebaliknya.

Kemudian pada Pukul 09.00 WIB petugas kepolisian melakukan rekayasa arus lalu lintas, yakni kendaraan bermotor dari arah MH Thamrin dan Jalan Budi Kemuliaan dialihkan melewati satu sisi saja yang mengarah ke Jalan Medan Merdeka Selatan dan bersinggungan dengan Jalan MH Thamrin.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

MK Bacakan 14 Amicus Curiae Sengketa Pilpres, Termasuk Megawati Soekarnoputri

Ratusan personel kepolisian bersenjata pelontar gas air mata dengan kendaraan sepeda motor trail dan kendaraan taktis dari Brimob Polda Metro Jaya dikerahkan di sekitar area lokasi sekitar massa aksi melakukan orasinya di depan Patung Kuda Arjuna Monumen Nasional.

Sejumlah polisi berpakaian sipil (tanpa seragam resmi) juga tampak membaur di sekitar massa aksi. Selain itu speaker pada bagian tengah Patung Kuda Arjuna Wijaya Monas juga beberapa kali melantunkan sejumlah lagu nasional kebangsaan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Polri Kerahkan Anjing Pelacak K-9 Amankan Sidang Putusan Sengketa Pilpres di MK&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Suara lagu kebangsaan tersebut dibuat dengan intensitas engan cukup kencang hingga mengaburkan suara massa aksi dari mobil orasi di dekat Patung Kuda Arjuna Wijaya.

Selain itu juga disiapkan sejumlah kendaraan tahanan dari Resmob Polda Metro Jaya untuk mengantisipasi aksi kericuhan yang dapat terjadi setelah Hakim MK menyampaikan putusan terkait sengketa Pilpres 2024.

Sebagaimana diketahui, Mahkamah Konstitusi (MK) dijadwalkan menggelar sidang putusan sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 pada Senin (22/4/2024).

Ribuan personel kepolisian disiagakan untuk melakukan pengamanan kegiatan masyarakat yang akan melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan total ada 7.783 Personel yang disiagakan di sekitar MK, Bawaslu RI, dan Monas.Pelaksanaan rekayasa lalu lintas akan dilakukan situasional tergantung kondisi di lapangan. Apabila eskalasi meningkat dan diperlukan maka akan dilakukan pengalihan arus lalu lintas.



Masyarakat yang akan melintas di depan gedung MK diminta untuk mencari jalan alternatif lainnya karena akan ada aksi unjuk rasa jelang putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa hasil Pemilu 2024.</content:encoded></item></channel></rss>
