<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Olah TKP, Puslabfor Bawa Gerinda dari Lokasi Kebakaran Toko Bingkai Mampang</title><description>Beberapa barang dibawa salah satunya gerinda untuk dilakukan uji laboratorium.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/22/338/2999091/olah-tkp-puslabfor-bawa-gerinda-dari-lokasi-kebakaran-toko-bingkai-mampang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/22/338/2999091/olah-tkp-puslabfor-bawa-gerinda-dari-lokasi-kebakaran-toko-bingkai-mampang"/><item><title>Olah TKP, Puslabfor Bawa Gerinda dari Lokasi Kebakaran Toko Bingkai Mampang</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/22/338/2999091/olah-tkp-puslabfor-bawa-gerinda-dari-lokasi-kebakaran-toko-bingkai-mampang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/22/338/2999091/olah-tkp-puslabfor-bawa-gerinda-dari-lokasi-kebakaran-toko-bingkai-mampang</guid><pubDate>Senin 22 April 2024 15:48 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Ma'ruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/22/338/2999091/olah-tkp-puslabfor-bawa-gerinda-dari-lokasi-kebakaran-toko-bingkai-mampang-PyzJPuN70E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Olah TKP kebakaran toko bingkai di Mampang, Jakarta Selatan (Foto: Irfan Maruf)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/22/338/2999091/olah-tkp-puslabfor-bawa-gerinda-dari-lokasi-kebakaran-toko-bingkai-mampang-PyzJPuN70E.jpg</image><title>Olah TKP kebakaran toko bingkai di Mampang, Jakarta Selatan (Foto: Irfan Maruf)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMC8xLzE3OTgxMy81L3g4eDVmbHU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kebakaran toko bingkai di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2024). Beberapa barang dibawa salah satunya gerinda untuk dilakukan uji laboratorium.&amp;nbsp;
Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Henrikus Yossi mengatakan, beberapa barang dibawa oleh tim Puslabfor Polri. Beberapa barang yang dibawa di antaranya gerinda, serpihan yang telah menjadi arang dan beberapa benda lainnya.&amp;nbsp;
&quot;Lalu mesin gerinda yang ditemukan di lokasi basement, yang berdasarkan keterangan saksi pada saat kejadian memang sempat ada aktivitas pemotongan atau penggergajian kayu,&quot; kata Hanrikus, Senin.

BACA JUGA:
Reaksi Ganjar Pranowo saat Dengar Putusan MK, Benarkan Kerah hingga Foto Hasil Putusan

Selain gerinda, polisi juga membawa barang lain dalam kasus kebakaran yang menewaskan tujuh orang dan lima orang terluka. &quot;Ada beberapa sampel atau barang bukti yang diambil oleh Puslabfor Mabes Polri, antara lain adalah sisa pembakaran atau arang sisa kebakaran,&quot; ujarnya.

&quot;Lalu, diambil juga sampel dari cairan yang tersisa di lokasi kebakaran, baik cairan maupun abu yang masih ada di TKP,&quot; imbuh dia.

BACA JUGA:


Ada Suara Istighfar saat Hakim MK Tolak Seluruh Gugatan Anies-Cak Imin&amp;nbsp;
Sebelumnya, peristiwa kebakaran maut di toko bingkai di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan terjadi pada Kamis 18 April 2024 malam.

Jasad ketujuh korban baru bisa dievakuasi oleh petugas Damkar pada Jumat 19 April 2024 pagi. Sementara, proses pemadaman dinyatakan selesai pada Jumat siang.



Adapun empat dari tujuh korban tewas merupakan satu keluarga yang terdiri dari kakek, ibu, dan dua anak. Mereka adalah pria berinisial TT (75), perempuan berinisial H (39), anak laki-laki berinisial A (7), dan bayi laki-laki berinisial R (2).



Sedangkan tiga korban tewas lainnya adalah asisten rumah tangga (ART) berinisial T (25), S (20), dan J (18).</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMC8xLzE3OTgxMy81L3g4eDVmbHU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kebakaran toko bingkai di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2024). Beberapa barang dibawa salah satunya gerinda untuk dilakukan uji laboratorium.&amp;nbsp;
Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Henrikus Yossi mengatakan, beberapa barang dibawa oleh tim Puslabfor Polri. Beberapa barang yang dibawa di antaranya gerinda, serpihan yang telah menjadi arang dan beberapa benda lainnya.&amp;nbsp;
&quot;Lalu mesin gerinda yang ditemukan di lokasi basement, yang berdasarkan keterangan saksi pada saat kejadian memang sempat ada aktivitas pemotongan atau penggergajian kayu,&quot; kata Hanrikus, Senin.

BACA JUGA:
Reaksi Ganjar Pranowo saat Dengar Putusan MK, Benarkan Kerah hingga Foto Hasil Putusan

Selain gerinda, polisi juga membawa barang lain dalam kasus kebakaran yang menewaskan tujuh orang dan lima orang terluka. &quot;Ada beberapa sampel atau barang bukti yang diambil oleh Puslabfor Mabes Polri, antara lain adalah sisa pembakaran atau arang sisa kebakaran,&quot; ujarnya.

&quot;Lalu, diambil juga sampel dari cairan yang tersisa di lokasi kebakaran, baik cairan maupun abu yang masih ada di TKP,&quot; imbuh dia.

BACA JUGA:


Ada Suara Istighfar saat Hakim MK Tolak Seluruh Gugatan Anies-Cak Imin&amp;nbsp;
Sebelumnya, peristiwa kebakaran maut di toko bingkai di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan terjadi pada Kamis 18 April 2024 malam.

Jasad ketujuh korban baru bisa dievakuasi oleh petugas Damkar pada Jumat 19 April 2024 pagi. Sementara, proses pemadaman dinyatakan selesai pada Jumat siang.



Adapun empat dari tujuh korban tewas merupakan satu keluarga yang terdiri dari kakek, ibu, dan dua anak. Mereka adalah pria berinisial TT (75), perempuan berinisial H (39), anak laki-laki berinisial A (7), dan bayi laki-laki berinisial R (2).



Sedangkan tiga korban tewas lainnya adalah asisten rumah tangga (ART) berinisial T (25), S (20), dan J (18).</content:encoded></item></channel></rss>
