<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepala Intelijen Militer Israel Mengundurkan Diri karena Kegagalan Atasi Serangan Hamas</title><description>Mayor Jenderal Aharon Haliva adalah salah satu dari sejumlah komandan senior Israel</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/23/18/2999385/kepala-intelijen-militer-israel-mengundurkan-diri-karena-kegagalan-atasi-serangan-hamas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/23/18/2999385/kepala-intelijen-militer-israel-mengundurkan-diri-karena-kegagalan-atasi-serangan-hamas"/><item><title>Kepala Intelijen Militer Israel Mengundurkan Diri karena Kegagalan Atasi Serangan Hamas</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/23/18/2999385/kepala-intelijen-militer-israel-mengundurkan-diri-karena-kegagalan-atasi-serangan-hamas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/23/18/2999385/kepala-intelijen-militer-israel-mengundurkan-diri-karena-kegagalan-atasi-serangan-hamas</guid><pubDate>Selasa 23 April 2024 10:19 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/23/18/2999385/kepala-intelijen-militer-israel-mengundurkan-diri-karena-kegagalan-atasi-serangan-hamas-mZqAIPBvp5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala intelijen Israel mengundurkan diri karena kegagalan tangani serangan Hamas (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/23/18/2999385/kepala-intelijen-militer-israel-mengundurkan-diri-karena-kegagalan-atasi-serangan-hamas-mZqAIPBvp5.jpg</image><title>Kepala intelijen Israel mengundurkan diri karena kegagalan tangani serangan Hamas (Foto: Reuters)</title></images><description>ISRAEL - Kepala intelijen militer Israel memutuskan mengundurkan diri setelah mengaku gagal mengatasi serangan pimpinan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.
Mayor Jenderal Aharon Haliva adalah salah satu dari sejumlah komandan senior Israel yang mengatakan mereka gagal meramalkan dan mencegah serangan paling dahsyat dalam sejarah Israel.


BACA JUGA:
Erdogan Bertemu Pemimpin Hamas di Istanbul, Bakal Bantu Lawan Israel?&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Divisi intelijen di bawah komando saya tidak menjalankan tugas yang dipercayakan kepada kami. Sejak saat itu, saya selalu membawa hari kelam itu bersama saya,&amp;rdquo; katanya dalam surat pengunduran diri yang dikeluarkan oleh militer pada Senin (22/4/2024).


BACA JUGA:
Reaksi Hamas saat Iran Luncurkan Serangan Ratusan Drone ke Zionis Israel

Selama serangan tanggal 7 Oktober, ribuan pejuang Hamas dan kelompok lain menerobos penghalang keamanan berteknologi tinggi di sekitar Gaza, mengejutkan pasukan Israel dan mengamuk di masyarakat sekitar wilayah kantong tersebut.

Sekitar 1.200 warga Israel dan orang asing tewas dalam serangan itu, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil, dan sekitar 250 orang ditawan di Gaza, di mana 133 orang masih disandera.

Serangan tersebut sangat mencoreng reputasi militer dan badan intelijen Israel, yang sebelumnya dianggap tidak ada duanya.
Panglima angkatan bersenjata, Letnan Jenderal Herzi Halevi, dan kepala badan intelijen dalam negeri Shin Bet, Ronen Bar, keduanya menerima tanggung jawab setelah serangan tersebut namun tetap bertahan sementara perang di Gaza terus berlanjut.



Sebaliknya, Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu sejauh ini belum menerima tanggung jawab, meskipun survei menunjukkan bahwa sebagian besar warga Israel menyalahkannya karena gagal berbuat cukup untuk mencegah atau bertahan dari serangan tersebut.

</description><content:encoded>ISRAEL - Kepala intelijen militer Israel memutuskan mengundurkan diri setelah mengaku gagal mengatasi serangan pimpinan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.
Mayor Jenderal Aharon Haliva adalah salah satu dari sejumlah komandan senior Israel yang mengatakan mereka gagal meramalkan dan mencegah serangan paling dahsyat dalam sejarah Israel.


BACA JUGA:
Erdogan Bertemu Pemimpin Hamas di Istanbul, Bakal Bantu Lawan Israel?&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Divisi intelijen di bawah komando saya tidak menjalankan tugas yang dipercayakan kepada kami. Sejak saat itu, saya selalu membawa hari kelam itu bersama saya,&amp;rdquo; katanya dalam surat pengunduran diri yang dikeluarkan oleh militer pada Senin (22/4/2024).


BACA JUGA:
Reaksi Hamas saat Iran Luncurkan Serangan Ratusan Drone ke Zionis Israel

Selama serangan tanggal 7 Oktober, ribuan pejuang Hamas dan kelompok lain menerobos penghalang keamanan berteknologi tinggi di sekitar Gaza, mengejutkan pasukan Israel dan mengamuk di masyarakat sekitar wilayah kantong tersebut.

Sekitar 1.200 warga Israel dan orang asing tewas dalam serangan itu, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil, dan sekitar 250 orang ditawan di Gaza, di mana 133 orang masih disandera.

Serangan tersebut sangat mencoreng reputasi militer dan badan intelijen Israel, yang sebelumnya dianggap tidak ada duanya.
Panglima angkatan bersenjata, Letnan Jenderal Herzi Halevi, dan kepala badan intelijen dalam negeri Shin Bet, Ronen Bar, keduanya menerima tanggung jawab setelah serangan tersebut namun tetap bertahan sementara perang di Gaza terus berlanjut.



Sebaliknya, Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu sejauh ini belum menerima tanggung jawab, meskipun survei menunjukkan bahwa sebagian besar warga Israel menyalahkannya karena gagal berbuat cukup untuk mencegah atau bertahan dari serangan tersebut.

</content:encoded></item></channel></rss>
