<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Profil Dr Mads Gilbert, Dokter Norwegia di Gaza yang Temannya Dibunuh Secara Brutal oleh Tentara Israel</title><description>Dokter asal Norwegia itu bahkan menyebut pasukan Israel sebagai tentara Israel yang pengecut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/23/18/2999624/profil-dr-mads-gilbert-dokter-norwegia-di-gaza-yang-temannya-dibunuh-secara-brutal-oleh-tentara-israel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/23/18/2999624/profil-dr-mads-gilbert-dokter-norwegia-di-gaza-yang-temannya-dibunuh-secara-brutal-oleh-tentara-israel"/><item><title>Profil Dr Mads Gilbert, Dokter Norwegia di Gaza yang Temannya Dibunuh Secara Brutal oleh Tentara Israel</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/23/18/2999624/profil-dr-mads-gilbert-dokter-norwegia-di-gaza-yang-temannya-dibunuh-secara-brutal-oleh-tentara-israel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/23/18/2999624/profil-dr-mads-gilbert-dokter-norwegia-di-gaza-yang-temannya-dibunuh-secara-brutal-oleh-tentara-israel</guid><pubDate>Selasa 23 April 2024 17:10 WIB</pubDate><dc:creator>Rachel Eirene Nugroho </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/23/18/2999624/profil-dr-mads-gilbert-dokter-norwegia-di-gaza-yang-temannya-dibunuh-secara-brutal-oleh-tentara-israel-dNzAUUOESB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Profil Dr. Mads Gilbert, dokter asal Norwegia di Gaza yang temannya dibunuh secara brutal oleh tentara Israel (Foto: Doha News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/23/18/2999624/profil-dr-mads-gilbert-dokter-norwegia-di-gaza-yang-temannya-dibunuh-secara-brutal-oleh-tentara-israel-dNzAUUOESB.jpg</image><title>Profil Dr. Mads Gilbert, dokter asal Norwegia di Gaza yang temannya dibunuh secara brutal oleh tentara Israel (Foto: Doha News)</title></images><description>GAZA - Seorang dokter asal Norwegia bernama Mads Gilbert menyatakan bahwa rekannya yang merupakan kepala layanan darurat Rumah Sakit (RS) Al-Shifa di Gaza beserta keluarganya telah terbunuh secara brutal dalam serangan Israel.
&quot;Sahabat baik dan kolega saya, Dr. Hani Al-Haitham, kepala unit gawat darurat Shifa, dibunuh secara brutal oleh Israel, bersama istri tercintanya, Dr. Sameera Ghifari dan kelima anak mereka Shireen, Tia, Sameer, Wafa &amp;amp; Sara. Dengan darah dingin, tentara Israel yang pengecut membunuh tujuh warga sipil tak bersenjata lainnya,&amp;rdquo; tulis Dr. Mads Gilbert di X, dikutip US Muslims.

BACA JUGA:
Perang Gaza Guncang Kampus-Kampus AS, Puluhan Orang Ditangkap saat Demo di Universtas Yale dan Columbia

&quot;Serangan lain terhadap kita semua, terhadap seluruh umat manusia. Anda tidak akan pernah dilupakan, kami berjanji: kami akan membangun kembali Shifa, Gaza, Palestina!,&quot; lanjutnya.

BACA JUGA:
Bayi Perempuan di Gaza Diselamatkan dari Rahim Ibunya yang Tewas Terbunuh dalam Serangan Israel

&quot;Dapat kita rasakan bahwa sangat disayangkan serangan Israel kepada Palestina menyebabkan kerusakan yang besar hingga menewaskan beberapa dokter yang bertanggung jawab dalam menolong para korban jiwa,&quot; tambahnya
Dokter asal Norwegia itu bahkan menyebut pasukan Israel sebagai tentara Israel yang pengecut karena menyerang 7 warga sipil tak bersenjata serta warga Palestina lainnya.Mengutip dari Anadolu Agency, sejak serangan Israel di jalur Gaza pada tanggal 7 Oktober 2023 telah menewaskan setidaknya 19.453 warga Palestina. Serangan udara dan darat yang diluncurkan oleh Israel menyebabkan banyak warga sipil yang terluka parah hingga melukai 52.286 lainnya. Para korban-korban tersebut kebanyakan merupakan perempuan dan anak-anak.

Tidak hanya itu, serangan Israel yang terus datang bertubi-tubi juga menyebabkan kerusakan infrastruktur di Gaza. Hampir setengah dari persediaan perumahan di wilayah pesisir telah rusak maupun hancur.</description><content:encoded>GAZA - Seorang dokter asal Norwegia bernama Mads Gilbert menyatakan bahwa rekannya yang merupakan kepala layanan darurat Rumah Sakit (RS) Al-Shifa di Gaza beserta keluarganya telah terbunuh secara brutal dalam serangan Israel.
&quot;Sahabat baik dan kolega saya, Dr. Hani Al-Haitham, kepala unit gawat darurat Shifa, dibunuh secara brutal oleh Israel, bersama istri tercintanya, Dr. Sameera Ghifari dan kelima anak mereka Shireen, Tia, Sameer, Wafa &amp;amp; Sara. Dengan darah dingin, tentara Israel yang pengecut membunuh tujuh warga sipil tak bersenjata lainnya,&amp;rdquo; tulis Dr. Mads Gilbert di X, dikutip US Muslims.

BACA JUGA:
Perang Gaza Guncang Kampus-Kampus AS, Puluhan Orang Ditangkap saat Demo di Universtas Yale dan Columbia

&quot;Serangan lain terhadap kita semua, terhadap seluruh umat manusia. Anda tidak akan pernah dilupakan, kami berjanji: kami akan membangun kembali Shifa, Gaza, Palestina!,&quot; lanjutnya.

BACA JUGA:
Bayi Perempuan di Gaza Diselamatkan dari Rahim Ibunya yang Tewas Terbunuh dalam Serangan Israel

&quot;Dapat kita rasakan bahwa sangat disayangkan serangan Israel kepada Palestina menyebabkan kerusakan yang besar hingga menewaskan beberapa dokter yang bertanggung jawab dalam menolong para korban jiwa,&quot; tambahnya
Dokter asal Norwegia itu bahkan menyebut pasukan Israel sebagai tentara Israel yang pengecut karena menyerang 7 warga sipil tak bersenjata serta warga Palestina lainnya.Mengutip dari Anadolu Agency, sejak serangan Israel di jalur Gaza pada tanggal 7 Oktober 2023 telah menewaskan setidaknya 19.453 warga Palestina. Serangan udara dan darat yang diluncurkan oleh Israel menyebabkan banyak warga sipil yang terluka parah hingga melukai 52.286 lainnya. Para korban-korban tersebut kebanyakan merupakan perempuan dan anak-anak.

Tidak hanya itu, serangan Israel yang terus datang bertubi-tubi juga menyebabkan kerusakan infrastruktur di Gaza. Hampir setengah dari persediaan perumahan di wilayah pesisir telah rusak maupun hancur.</content:encoded></item></channel></rss>
