<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pahala Nainggolan Tak Sarankan Prabowo Subianto Setor Nama Calon Menteri ke KPK</title><description>&quot;Kalau kamu tanya saya pribadi, enggak. Ngapain gitu-gituan,&quot; kata Pahala saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/23/337/2999723/pahala-nainggolan-tak-sarankan-prabowo-subianto-setor-nama-calon-menteri-ke-kpk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/23/337/2999723/pahala-nainggolan-tak-sarankan-prabowo-subianto-setor-nama-calon-menteri-ke-kpk"/><item><title> Pahala Nainggolan Tak Sarankan Prabowo Subianto Setor Nama Calon Menteri ke KPK</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/23/337/2999723/pahala-nainggolan-tak-sarankan-prabowo-subianto-setor-nama-calon-menteri-ke-kpk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/23/337/2999723/pahala-nainggolan-tak-sarankan-prabowo-subianto-setor-nama-calon-menteri-ke-kpk</guid><pubDate>Selasa 23 April 2024 20:32 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/23/337/2999723/pahala-nainggolan-tak-sarankan-prabowo-subianto-setor-nama-calon-menteri-ke-kpk-0cNxmnznyP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pahala Nainggolan (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/23/337/2999723/pahala-nainggolan-tak-sarankan-prabowo-subianto-setor-nama-calon-menteri-ke-kpk-0cNxmnznyP.jpg</image><title>Pahala Nainggolan (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMy8xLzE3OTkyOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK,  Pahala Nainggolan menyatakan tidak merekomendasikan Capres terpilih, Prabowo Subianto untuk menyerahkan nama-nama calon menteri ke lembaga antirasuah.
Sebagaimana diketahui, penyetoran nama-nama calon menteri ke KPK pernah dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat terpilih di Pilpres 2019 lalu.
Kemudian, nama-nama tersebut diberikan penilaian dengan tiga kategori menggunakan stabilo, yakni merah, kuning, dan hijau.

BACA JUGA:
MK Tolak Gugatan Pilpres Anies dan Ganjar, Menko Muhadjir : Putusan Terbaik untuk Bangsa

&quot;Kalau kamu tanya saya pribadi, enggak. Ngapain gitu-gituan,&quot; kata Pahala saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (24/4/2024).
Menurutnya, penilaian tersebut sangat berdampak terhadap karier seseorang. Menurutnya, jika seseorang diduga melakukan tindak pidana korupsi, seharusnya dilakukan tindakan tegas.

BACA JUGA:
MK Dinilai Tak Berani buat Terobosan Putuskan Sengketa Pilpres 2024

&quot;Zalim loh orang distabilo-stabilo, kalau terbukti ambil (tangkap), ini menurut saya,&quot; ujarnya.
&quot;Kalau emang ada bukti ambil jangan duga-menduga, nasib orang berhenti. Itu pendapat saya,&quot; sambungnya.Pahala melanjutkan, jika hal tersebut dibahas di level pimpinan, ia akan menolak usulan tersebut.

&quot;Tapi kalau pun ada saya di ratas (rapat terbatas) bakal nolak, jangan dong, ini pidana. Kalau dibilang ukurannya normatif boleh, tapi kan ini pidana salah atau ngga. Dengan stabilo artinya anda bersalah, kalau bersalah kan udah ada jalurnya, ambil orangnya,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMy8xLzE3OTkyOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK,  Pahala Nainggolan menyatakan tidak merekomendasikan Capres terpilih, Prabowo Subianto untuk menyerahkan nama-nama calon menteri ke lembaga antirasuah.
Sebagaimana diketahui, penyetoran nama-nama calon menteri ke KPK pernah dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat terpilih di Pilpres 2019 lalu.
Kemudian, nama-nama tersebut diberikan penilaian dengan tiga kategori menggunakan stabilo, yakni merah, kuning, dan hijau.

BACA JUGA:
MK Tolak Gugatan Pilpres Anies dan Ganjar, Menko Muhadjir : Putusan Terbaik untuk Bangsa

&quot;Kalau kamu tanya saya pribadi, enggak. Ngapain gitu-gituan,&quot; kata Pahala saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (24/4/2024).
Menurutnya, penilaian tersebut sangat berdampak terhadap karier seseorang. Menurutnya, jika seseorang diduga melakukan tindak pidana korupsi, seharusnya dilakukan tindakan tegas.

BACA JUGA:
MK Dinilai Tak Berani buat Terobosan Putuskan Sengketa Pilpres 2024

&quot;Zalim loh orang distabilo-stabilo, kalau terbukti ambil (tangkap), ini menurut saya,&quot; ujarnya.
&quot;Kalau emang ada bukti ambil jangan duga-menduga, nasib orang berhenti. Itu pendapat saya,&quot; sambungnya.Pahala melanjutkan, jika hal tersebut dibahas di level pimpinan, ia akan menolak usulan tersebut.

&quot;Tapi kalau pun ada saya di ratas (rapat terbatas) bakal nolak, jangan dong, ini pidana. Kalau dibilang ukurannya normatif boleh, tapi kan ini pidana salah atau ngga. Dengan stabilo artinya anda bersalah, kalau bersalah kan udah ada jalurnya, ambil orangnya,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
