<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rampok Bos Sawit, Petani Asal Sumsel Ngaku untuk Biaya Berobat</title><description>&quot;Untuk mengobati penyakit gatal-gatal dan kebutuhan ekonomi anak bini (istri) di kampung,&quot; ujar Suwandi (40), Selasa (23/4/2024).</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/23/610/2999710/rampok-bos-sawit-petani-asal-sumsel-ngaku-untuk-biaya-berobat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/23/610/2999710/rampok-bos-sawit-petani-asal-sumsel-ngaku-untuk-biaya-berobat"/><item><title>Rampok Bos Sawit, Petani Asal Sumsel Ngaku untuk Biaya Berobat</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/23/610/2999710/rampok-bos-sawit-petani-asal-sumsel-ngaku-untuk-biaya-berobat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/23/610/2999710/rampok-bos-sawit-petani-asal-sumsel-ngaku-untuk-biaya-berobat</guid><pubDate>Selasa 23 April 2024 19:47 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/23/610/2999710/rampok-bos-sawit-petani-asal-sumsel-ngaku-untuk-biaya-berobat-BXEzvfvZ0D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelaku perampokan bos sawit di Jambi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/23/610/2999710/rampok-bos-sawit-petani-asal-sumsel-ngaku-untuk-biaya-berobat-BXEzvfvZ0D.jpg</image><title>Pelaku perampokan bos sawit di Jambi</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMy8xLzE3OTkxMS81L3g4eGF6bXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAMBI - Pelaku perampokan uang ratusan juta dengan modus pecah kaca mobil di pinggir Jalan Lintas Jambi-Sabak, Desa Baru, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muarojambi, Jambi,  mengaku nekat melakukan aksinya lantaran ingin mengobati penyakit gatal-gatalnya yang tidak kunjung sembuh.
&quot;Untuk mengobati penyakit gatal-gatal dan kebutuhan ekonomi anak bini (istri) di kampung,&quot; ujar Suwandi (40), Selasa (23/4/2024).

BACA JUGA:
Kronologi Perampokan Bos Sawit di Jambi, Pelaku Hamburkan Uang di Jalan saat Dikejar Warga

Warga Sumatera Selatan tersebut juga mengaku, sengaja datang ke Jambi untuk mencari kerja. Namun, setelah sekian lama di Jambi, apa yang diharapkan tidak kunjung datang.
Lantaran desakan ekonomi dan penyakit gatal-gatalnya belum juga sembuh dan perlu diobati, pelaku nekat mengambil jalan pintas.

BACA JUGA:
Viral Perampokan Minimarket di Depan Kantor Polisi

Ironisnya, tidak cukup sekali melakukan aksi perampokan dengan modus pecah kaca mobil. Dirinya mengaku sudah dua kali.
&quot;Selain di Muarojambi ini, juga di Kota Jambi pada bulan Ramadhan lalu,&quot; imbuh Siswandi.
Sementara itu, dari data yang didapat pihak kepolisian, pelaku merupakan spesialis modus pecah kaca.
&quot;Pelaku merupakan spesialis perampokan yang datang langsung dari Sumatera Selatan. Dia diamankan tidak lama melakukan aksinya di lokasi kejadian,&quot; tegas Kapolsek Maro Sebo, Iptu Wiwik Utomo.Berdasarkan keterangan pelaku, ujarnya, dirinya telah dua kali melakukan aksinya di Provinsi Jambi. &quot;Pertama di Kota Jambi dan kedua di Maro Sebo (Muarojambi),&quot; imbuh Wiwik.

Menurutnya, setiap kali beraksi, pelaku yang diamankan ini selalu menjadi eksekutor, sementara temannya hanya sebagai joki. &quot;Saat ini, rekan pelaku masih dalam pengejaran petugas,&quot; katanya.

Untuk diketahui, aksi perampokan modus pecah kaca mobil dialami seorang bos sawit. Dia nyaris kehilangan uang sebesar Rp250 juta saat pulang dari Bank BRI di Kota Jambi. Beruntung, aksi pelaku berhasil digagalkan warga yang berada diseputaran TKP.

Sedangkan rekan pelaku yang berperan sebagai joki berhasil lolos dari kejaran warga dan petugas.

Apes, salah seorang pelaku terjatuh saat akan kabur dari kejaran warga dan polisi. Untuk mengalihkan perhatian warga, pelaku menebarkan uang hasil rampasannya ke tengah jalan.

Beruntung, uang yang berserakan untuk mengalihkan warga bisa diselamatkan warga.

Bahkan, korban yang sempat mengejar pelaku dan duel bergulat dengan pelaku. Namun, pelaku tidak berkutik usai diamankan warga dan polisi.

&quot;Pelaku atas nama Suwandi ini berprofesi sebagai petani yang beralamat di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan,&quot; tukasnya.

Sedangkan seorang pelaku, imbuh Wiwik, yang merupakan rekan pelaku berhasil kabur melarikan diri. &quot;Guna penyelidikan lebih lanjut, saat ini, Suwandi sudah diamankan di Mapolsek Maro Sebo,&quot; tegas Wiwik.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMy8xLzE3OTkxMS81L3g4eGF6bXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAMBI - Pelaku perampokan uang ratusan juta dengan modus pecah kaca mobil di pinggir Jalan Lintas Jambi-Sabak, Desa Baru, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muarojambi, Jambi,  mengaku nekat melakukan aksinya lantaran ingin mengobati penyakit gatal-gatalnya yang tidak kunjung sembuh.
&quot;Untuk mengobati penyakit gatal-gatal dan kebutuhan ekonomi anak bini (istri) di kampung,&quot; ujar Suwandi (40), Selasa (23/4/2024).

BACA JUGA:
Kronologi Perampokan Bos Sawit di Jambi, Pelaku Hamburkan Uang di Jalan saat Dikejar Warga

Warga Sumatera Selatan tersebut juga mengaku, sengaja datang ke Jambi untuk mencari kerja. Namun, setelah sekian lama di Jambi, apa yang diharapkan tidak kunjung datang.
Lantaran desakan ekonomi dan penyakit gatal-gatalnya belum juga sembuh dan perlu diobati, pelaku nekat mengambil jalan pintas.

BACA JUGA:
Viral Perampokan Minimarket di Depan Kantor Polisi

Ironisnya, tidak cukup sekali melakukan aksi perampokan dengan modus pecah kaca mobil. Dirinya mengaku sudah dua kali.
&quot;Selain di Muarojambi ini, juga di Kota Jambi pada bulan Ramadhan lalu,&quot; imbuh Siswandi.
Sementara itu, dari data yang didapat pihak kepolisian, pelaku merupakan spesialis modus pecah kaca.
&quot;Pelaku merupakan spesialis perampokan yang datang langsung dari Sumatera Selatan. Dia diamankan tidak lama melakukan aksinya di lokasi kejadian,&quot; tegas Kapolsek Maro Sebo, Iptu Wiwik Utomo.Berdasarkan keterangan pelaku, ujarnya, dirinya telah dua kali melakukan aksinya di Provinsi Jambi. &quot;Pertama di Kota Jambi dan kedua di Maro Sebo (Muarojambi),&quot; imbuh Wiwik.

Menurutnya, setiap kali beraksi, pelaku yang diamankan ini selalu menjadi eksekutor, sementara temannya hanya sebagai joki. &quot;Saat ini, rekan pelaku masih dalam pengejaran petugas,&quot; katanya.

Untuk diketahui, aksi perampokan modus pecah kaca mobil dialami seorang bos sawit. Dia nyaris kehilangan uang sebesar Rp250 juta saat pulang dari Bank BRI di Kota Jambi. Beruntung, aksi pelaku berhasil digagalkan warga yang berada diseputaran TKP.

Sedangkan rekan pelaku yang berperan sebagai joki berhasil lolos dari kejaran warga dan petugas.

Apes, salah seorang pelaku terjatuh saat akan kabur dari kejaran warga dan polisi. Untuk mengalihkan perhatian warga, pelaku menebarkan uang hasil rampasannya ke tengah jalan.

Beruntung, uang yang berserakan untuk mengalihkan warga bisa diselamatkan warga.

Bahkan, korban yang sempat mengejar pelaku dan duel bergulat dengan pelaku. Namun, pelaku tidak berkutik usai diamankan warga dan polisi.

&quot;Pelaku atas nama Suwandi ini berprofesi sebagai petani yang beralamat di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan,&quot; tukasnya.

Sedangkan seorang pelaku, imbuh Wiwik, yang merupakan rekan pelaku berhasil kabur melarikan diri. &quot;Guna penyelidikan lebih lanjut, saat ini, Suwandi sudah diamankan di Mapolsek Maro Sebo,&quot; tegas Wiwik.



</content:encoded></item></channel></rss>
