<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tercatat 2.000 Kematian, PBB: Asia Jadi Wilayah yang Paling Terkena Dampak Bencana Iklim</title><description>WMO mengatakan bahwa 79 bencana terkait dengan peristiwa hidrometeorologi telah dilaporkan di Asia pada 2023.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/24/18/3000046/tercatat-2-000-kematian-pbb-asia-jadi-wilayah-yang-paling-terkena-dampak-bencana-iklim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/24/18/3000046/tercatat-2-000-kematian-pbb-asia-jadi-wilayah-yang-paling-terkena-dampak-bencana-iklim"/><item><title>Tercatat 2.000 Kematian, PBB: Asia Jadi Wilayah yang Paling Terkena Dampak Bencana Iklim</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/24/18/3000046/tercatat-2-000-kematian-pbb-asia-jadi-wilayah-yang-paling-terkena-dampak-bencana-iklim</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/24/18/3000046/tercatat-2-000-kematian-pbb-asia-jadi-wilayah-yang-paling-terkena-dampak-bencana-iklim</guid><pubDate>Rabu 24 April 2024 15:27 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/24/18/3000046/tercatat-2-000-kematian-pbb-asia-jadi-wilayah-yang-paling-terkena-dampak-bencana-iklim-FjKxf1KZeD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Asia jadi wilayah yang paling terkena dampak bencana iklim (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/24/18/3000046/tercatat-2-000-kematian-pbb-asia-jadi-wilayah-yang-paling-terkena-dampak-bencana-iklim-FjKxf1KZeD.jpg</image><title>Asia jadi wilayah yang paling terkena dampak bencana iklim (Foto: Reuters)</title></images><description>
JENEWA - Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengatakan Asia adalah wilayah yang paling terkena bencana di dunia akibat bahaya terkait iklim pada tahun lalu. Hal ini bisa terlihat dari banjir dan badai yang menyebabkan jumlah korban jiwa tertinggi.

Dalam laporan yang diterbitkan pada Selasa (23/4/2024), WMO mengatakan bahwa 79 bencana terkait dengan peristiwa hidrometeorologi telah dilaporkan di Asia pada 2023. Lebih dari 80% di antaranya terkait dengan banjir dan badai yang menyebabkan lebih dari 2.000 kematian.



BACA JUGA:
Penelitian Terbaru: Perubahan Iklim Pengaruhi Kecepatan Rotasi Bumi dan Ketepatan Waktu

&amp;ldquo;Banyak negara di kawasan ini mengalami rekor tahun terpanas pada tahun 2023, bersamaan dengan serangkaian kondisi ekstrem, mulai dari kekeringan dan gelombang panas hingga banjir dan badai,&amp;rdquo; kata Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo, dikutip Reuters.



BACA JUGA:
Cegah Perubahan Iklim dan Capai Ekonomi Hijau, Pemerintah Genjot Tenaga Kerja yang Melek Isu Lingkungan Hidup


&amp;ldquo;Perubahan iklim memperburuk frekuensi dan tingkat keparahan kejadian semacam itu,&amp;rdquo; lanjutnya.

Asia mengalami pemanasan lebih cepat dibandingkan rata-rata global, menurut WMO. Tahun lalu, suhu rata-rata tinggi tercatat dari Siberia bagian barat hingga Asia Tengah, serta dari Tiongkok bagian timur hingga Jepang.

Laporan tersebut juga menyoroti bahwa sebagian besar gletser di kawasan pegunungan tinggi di Asia telah kehilangan massanya secara signifikan karena suhu tinggi dan kondisi kering yang memecahkan rekor.

</description><content:encoded>
JENEWA - Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengatakan Asia adalah wilayah yang paling terkena bencana di dunia akibat bahaya terkait iklim pada tahun lalu. Hal ini bisa terlihat dari banjir dan badai yang menyebabkan jumlah korban jiwa tertinggi.

Dalam laporan yang diterbitkan pada Selasa (23/4/2024), WMO mengatakan bahwa 79 bencana terkait dengan peristiwa hidrometeorologi telah dilaporkan di Asia pada 2023. Lebih dari 80% di antaranya terkait dengan banjir dan badai yang menyebabkan lebih dari 2.000 kematian.



BACA JUGA:
Penelitian Terbaru: Perubahan Iklim Pengaruhi Kecepatan Rotasi Bumi dan Ketepatan Waktu

&amp;ldquo;Banyak negara di kawasan ini mengalami rekor tahun terpanas pada tahun 2023, bersamaan dengan serangkaian kondisi ekstrem, mulai dari kekeringan dan gelombang panas hingga banjir dan badai,&amp;rdquo; kata Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo, dikutip Reuters.



BACA JUGA:
Cegah Perubahan Iklim dan Capai Ekonomi Hijau, Pemerintah Genjot Tenaga Kerja yang Melek Isu Lingkungan Hidup


&amp;ldquo;Perubahan iklim memperburuk frekuensi dan tingkat keparahan kejadian semacam itu,&amp;rdquo; lanjutnya.

Asia mengalami pemanasan lebih cepat dibandingkan rata-rata global, menurut WMO. Tahun lalu, suhu rata-rata tinggi tercatat dari Siberia bagian barat hingga Asia Tengah, serta dari Tiongkok bagian timur hingga Jepang.

Laporan tersebut juga menyoroti bahwa sebagian besar gletser di kawasan pegunungan tinggi di Asia telah kehilangan massanya secara signifikan karena suhu tinggi dan kondisi kering yang memecahkan rekor.

</content:encoded></item></channel></rss>
