<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saran Gayatri Agar Gajah Mada Taklukkan Bali untuk Penuhi Sumpah Palapa</title><description>Gajah Mada dan Gayatri terlibat diskusi panjang usai dilantik jadi Mahapatih Majapahit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/24/337/2999785/saran-gayatri-agar-gajah-mada-taklukkan-bali-untuk-penuhi-sumpah-palapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/24/337/2999785/saran-gayatri-agar-gajah-mada-taklukkan-bali-untuk-penuhi-sumpah-palapa"/><item><title>Saran Gayatri Agar Gajah Mada Taklukkan Bali untuk Penuhi Sumpah Palapa</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/24/337/2999785/saran-gayatri-agar-gajah-mada-taklukkan-bali-untuk-penuhi-sumpah-palapa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/24/337/2999785/saran-gayatri-agar-gajah-mada-taklukkan-bali-untuk-penuhi-sumpah-palapa</guid><pubDate>Rabu 24 April 2024 05:16 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/24/337/2999785/saran-gayatri-agar-gajah-mada-taklukkan-bali-untuk-penuhi-sumpah-palapa-JLyN4MREKH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Gajah Mada (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/24/337/2999785/saran-gayatri-agar-gajah-mada-taklukkan-bali-untuk-penuhi-sumpah-palapa-JLyN4MREKH.jpg</image><title>Ilustrasi Gajah Mada (Foto: Ist)</title></images><description>MALANG - Gajah Mada dan Gayatri terlibat diskusi panjang usai dilantik jadi Mahapatih Majapahit. Sejumlah ide didiskusikan Gajah Mada, salah satunya upaya penaklukkan wilayah di luar wilayah Majapahit, sebagaimana ucapan di Sumpah Palapa.

Gayatri yang merupakan ibu dari Tribhuwana Tunggadewi, raja yang berkuasa di Majapahit saat itu langsung memberikan masukan agar menaklukkan wilayah Bali terlebih dahulu. Bali menjadi wilayah yang perlu didekati dan masuk sebagai bagian dari kedaulatan wilayah Majapahit.

BACA JUGA:
 Inilah Sosok Raja Majapahit yang Paling Dibenci Banyak Orang&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Bali dijadikan wilayah awal penaklukan dan ekspansi Majapahit ke luar. Dari wilayah Bali ini, Gajah Mada berharap ada pelajaran - pelajaran yang bakal diperolehnya, serta dapat diterapkan pada Sunda demi mencegah konfrontasi, sebagaimana dikutip dari &quot;Gayatri Rajapatni : Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit&quot;, dari Earl Drake.

Bali bahkan sempat masuk Singasari di era Kertanagara, namun lepas setelah Kertanagara wafat. Gajah Mada mengemukakan bahwa penyatuan kembali Jawa dan Bali mungkin akan berjalan mulus karena rakyat Bali sendiri membenci raja mereka kini.

BACA JUGA:
Penyesalan Gajah Mada Usai Ucapkan Sumpah Palapa yang Berujung Pembunuhan Menteri Majapahit


Selain itu, sejumlah kerabatnya masih tinggal di pulau tersebut, ia mengusulkan agar ia bisa lama berkunjung ke sana, sembari menyusun rencana penyatuan awal Jawa - Bali. Gayatri pun menyambut baik usulan Gajah Mada tersebut.

Bali adalah prioritas utama mereka dan pengetahuan Gajah Mada tentang Bali tentunya akan bermanfaat. Dalam hal ini, mereka percaya bahwa Gajah Mada akan menggunakan pengetahuan setempat, taktik dan bujukan yang efektif demi mencapai tujuan.



Pembicaraan antara Gajah Mada dan Gayatri pun terus berdiskusi mengenai sumpah penyatuan nusantara saat menjabat Mahapatih Majapahit baru. Topik itu penting guna membahas masa depan Majapahit di bawah pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi yang notabene adalah anak dari Gayatri.</description><content:encoded>MALANG - Gajah Mada dan Gayatri terlibat diskusi panjang usai dilantik jadi Mahapatih Majapahit. Sejumlah ide didiskusikan Gajah Mada, salah satunya upaya penaklukkan wilayah di luar wilayah Majapahit, sebagaimana ucapan di Sumpah Palapa.

Gayatri yang merupakan ibu dari Tribhuwana Tunggadewi, raja yang berkuasa di Majapahit saat itu langsung memberikan masukan agar menaklukkan wilayah Bali terlebih dahulu. Bali menjadi wilayah yang perlu didekati dan masuk sebagai bagian dari kedaulatan wilayah Majapahit.

BACA JUGA:
 Inilah Sosok Raja Majapahit yang Paling Dibenci Banyak Orang&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Bali dijadikan wilayah awal penaklukan dan ekspansi Majapahit ke luar. Dari wilayah Bali ini, Gajah Mada berharap ada pelajaran - pelajaran yang bakal diperolehnya, serta dapat diterapkan pada Sunda demi mencegah konfrontasi, sebagaimana dikutip dari &quot;Gayatri Rajapatni : Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit&quot;, dari Earl Drake.

Bali bahkan sempat masuk Singasari di era Kertanagara, namun lepas setelah Kertanagara wafat. Gajah Mada mengemukakan bahwa penyatuan kembali Jawa dan Bali mungkin akan berjalan mulus karena rakyat Bali sendiri membenci raja mereka kini.

BACA JUGA:
Penyesalan Gajah Mada Usai Ucapkan Sumpah Palapa yang Berujung Pembunuhan Menteri Majapahit


Selain itu, sejumlah kerabatnya masih tinggal di pulau tersebut, ia mengusulkan agar ia bisa lama berkunjung ke sana, sembari menyusun rencana penyatuan awal Jawa - Bali. Gayatri pun menyambut baik usulan Gajah Mada tersebut.

Bali adalah prioritas utama mereka dan pengetahuan Gajah Mada tentang Bali tentunya akan bermanfaat. Dalam hal ini, mereka percaya bahwa Gajah Mada akan menggunakan pengetahuan setempat, taktik dan bujukan yang efektif demi mencapai tujuan.



Pembicaraan antara Gajah Mada dan Gayatri pun terus berdiskusi mengenai sumpah penyatuan nusantara saat menjabat Mahapatih Majapahit baru. Topik itu penting guna membahas masa depan Majapahit di bawah pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi yang notabene adalah anak dari Gayatri.</content:encoded></item></channel></rss>
