<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Kisah Pilu Bocah Korban Kecelakaan Asal Tambun Ditelantarkan Keluarga di Rumah Sakit Bandung</title><description>Selama satu bulan dirawat, anak perempuan itu tidak pernah dijenguk keluarganya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/24/525/3000223/kisah-pilu-bocah-korban-kecelakaan-asal-tambun-ditelantarkan-keluarga-di-rumah-sakit-bandung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/24/525/3000223/kisah-pilu-bocah-korban-kecelakaan-asal-tambun-ditelantarkan-keluarga-di-rumah-sakit-bandung"/><item><title>   Kisah Pilu Bocah Korban Kecelakaan Asal Tambun Ditelantarkan Keluarga di Rumah Sakit Bandung</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/24/525/3000223/kisah-pilu-bocah-korban-kecelakaan-asal-tambun-ditelantarkan-keluarga-di-rumah-sakit-bandung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/24/525/3000223/kisah-pilu-bocah-korban-kecelakaan-asal-tambun-ditelantarkan-keluarga-di-rumah-sakit-bandung</guid><pubDate>Rabu 24 April 2024 20:47 WIB</pubDate><dc:creator>Agus Warsudi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/24/525/3000223/kisah-pilu-bocah-korban-kecelakaan-asal-tambun-ditelantarkan-keluarga-di-rumah-sakit-bandung-AFrK8Dc7TM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bocah korban kecelakaan ditelantarkan keluarga (Foto: tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/24/525/3000223/kisah-pilu-bocah-korban-kecelakaan-asal-tambun-ditelantarkan-keluarga-di-rumah-sakit-bandung-AFrK8Dc7TM.jpg</image><title>Bocah korban kecelakaan ditelantarkan keluarga (Foto: tangkapan layar)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMy8xLzE3OTkxOC81L3g4eGJkeWk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDUNG - Pilu nasib bocah F, korban kecelakaan asal Tambun, Kabupaten Bekasi, ditelantarkan keluarganya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Selama satu bulan dirawat, anak perempuan itu tidak pernah dijenguk keluarganya.
Kisah pilu ini pun viral setelah tersebar di media sosial (medsos) Instagram. Salah satu akun yang mengunggah kisah F adalah @infobdgcom. Informasi menyebutkan, F menjadi korban kecelakaan di Jalan Sudirman, Kota Bandung.
Direktur Utama RSUP dr Hasan Sadikin Bandung, Jimmy Panelewen mengatakan, bocah malang itu pertama kali masuk dan dirawat di IGD RSHS pada Selasa 19 Maret 2024, diantar oleh keluarganya akibat kecelakaan lalu lintas dan mengalami trauma kepala.

BACA JUGA:
Kecelakaan Beruntun 9 Kendaraan di Jalur Trans Sulawesi Sidrap, 1 Orang Tewas&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Mengingat kondisi darurat pasien, tim medis RSHS melakukan operasi di bagian kepala pasien pada Rabu 20 Maret 2024,&quot; kata Dirut RSUP dr Hasan Sadikin Bandung.
Setelah itu, ujar dr Jimmy Panelewen, pasien kembali mendapatkan perawatan intensif selama 4 hari. Kemudian, F dipindahkan ke ruang perawatan biasa hingga kondisinya membaik.

BACA JUGA:
3.286 Kecelakaan Terjadi pada Mudik Lebaran 2024, Ini Penyebab Tertinggi

&quot;Selama menjalani perawatan di RSHS, pasien F tidak didampingi oleh pihak keluarga, namun demikian, tim medis RSHS tetap memberikan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan hingga pasien menjalani tindakan operasi beberapa kali,&quot; ujarnya.Jimmy menuturkan, pada Selasa 16 April 2024, pasien sebenarnya sudah diperbolehkan pulang. Namun karena tidak ada pendamping dari keluarga, RSHS berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Jabar untuk membantu kepulangan pasien.

&quot;Alhamdulillah, Dinas Sosial Jabar merespons dengan baik dan mengunjungi pasien pada 22 dan 23 April 2024. Sore ini, Rabu 24 April 2024, dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat menjemput pasien untuk dibawa ke Rumah Singgah Rengganis sampai pasien kontrol di RSHS dalam waktu 2 minggu ke depan,&quot; tutur Jimmy.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMy8xLzE3OTkxOC81L3g4eGJkeWk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDUNG - Pilu nasib bocah F, korban kecelakaan asal Tambun, Kabupaten Bekasi, ditelantarkan keluarganya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Selama satu bulan dirawat, anak perempuan itu tidak pernah dijenguk keluarganya.
Kisah pilu ini pun viral setelah tersebar di media sosial (medsos) Instagram. Salah satu akun yang mengunggah kisah F adalah @infobdgcom. Informasi menyebutkan, F menjadi korban kecelakaan di Jalan Sudirman, Kota Bandung.
Direktur Utama RSUP dr Hasan Sadikin Bandung, Jimmy Panelewen mengatakan, bocah malang itu pertama kali masuk dan dirawat di IGD RSHS pada Selasa 19 Maret 2024, diantar oleh keluarganya akibat kecelakaan lalu lintas dan mengalami trauma kepala.

BACA JUGA:
Kecelakaan Beruntun 9 Kendaraan di Jalur Trans Sulawesi Sidrap, 1 Orang Tewas&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Mengingat kondisi darurat pasien, tim medis RSHS melakukan operasi di bagian kepala pasien pada Rabu 20 Maret 2024,&quot; kata Dirut RSUP dr Hasan Sadikin Bandung.
Setelah itu, ujar dr Jimmy Panelewen, pasien kembali mendapatkan perawatan intensif selama 4 hari. Kemudian, F dipindahkan ke ruang perawatan biasa hingga kondisinya membaik.

BACA JUGA:
3.286 Kecelakaan Terjadi pada Mudik Lebaran 2024, Ini Penyebab Tertinggi

&quot;Selama menjalani perawatan di RSHS, pasien F tidak didampingi oleh pihak keluarga, namun demikian, tim medis RSHS tetap memberikan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan hingga pasien menjalani tindakan operasi beberapa kali,&quot; ujarnya.Jimmy menuturkan, pada Selasa 16 April 2024, pasien sebenarnya sudah diperbolehkan pulang. Namun karena tidak ada pendamping dari keluarga, RSHS berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Jabar untuk membantu kepulangan pasien.

&quot;Alhamdulillah, Dinas Sosial Jabar merespons dengan baik dan mengunjungi pasien pada 22 dan 23 April 2024. Sore ini, Rabu 24 April 2024, dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat menjemput pasien untuk dibawa ke Rumah Singgah Rengganis sampai pasien kontrol di RSHS dalam waktu 2 minggu ke depan,&quot; tutur Jimmy.</content:encoded></item></channel></rss>
