<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tanggul Sungai Jebol, Ratusan Rumah Warga Kabupaten Lawu Terendam Banjir</title><description>Informasi dari BPBD Kabupaten Luwu Kamis (25/4) kondisi banjir berangsur surut.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/25/609/3000441/tanggul-sungai-jebol-ratusan-rumah-warga-kabupaten-lawu-terendam-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/25/609/3000441/tanggul-sungai-jebol-ratusan-rumah-warga-kabupaten-lawu-terendam-banjir"/><item><title>Tanggul Sungai Jebol, Ratusan Rumah Warga Kabupaten Lawu Terendam Banjir</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/25/609/3000441/tanggul-sungai-jebol-ratusan-rumah-warga-kabupaten-lawu-terendam-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/25/609/3000441/tanggul-sungai-jebol-ratusan-rumah-warga-kabupaten-lawu-terendam-banjir</guid><pubDate>Kamis 25 April 2024 12:29 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/25/609/3000441/tanggul-sungai-jebol-ratusan-rumah-warga-kabupaten-lawu-terendam-banjir-tJrvtASL69.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Kabupaten Lawu. (Foto: BPBD)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/25/609/3000441/tanggul-sungai-jebol-ratusan-rumah-warga-kabupaten-lawu-terendam-banjir-tJrvtASL69.jpeg</image><title>Banjir di Kabupaten Lawu. (Foto: BPBD)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMy8xLzE3OTkzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Banjir melanda Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (23/4). Banjir terjadi pukul 03.00 WITA dipicu hujan lebat selama 10 jam hingga membuat tanggul sungai jebol serta meluapnya air merendam akses jalan dan pemukiman warga di dua dusun di Desa  To'lemo dan dan satu dusun di Desa Bululondong di Kecamatan Lamasi.



Berdasarkan informasi dari BPBD Kabupaten Luwu banjir setinggi 50 cm merendam 55 unit rumah di Desa To'lemo, dan 67 unit rumah di Desa Bululondong. Sejumlah perkebunan warga, akses jalan utama Kecamatan Lamasi, Kantor Camat Lamasi dan gereja Adven terendam.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 RT di Jakarta Selatan Masih Tergenang Banjir hingga Pagi Ini&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;



&amp;ldquo;Tercatat warga terdampak di 2 desa kecamatan Lamasi sebanyak 100 Kepala Keluarga. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini,&amp;rdquo; ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Kamis (25/4/2024).



Sementara itu, BPBD Kabupaten Luwu saat ini dalam penanganan banjir melakukan kaji cepat dan pertolongan kepada warga terdampak. Informasi dari BPBD Kabupaten Luwu Kamis (25/4) kondisi banjir berangsur surut.


BACA JUGA:


Hujan Lebat Sore hingga Malam Sejumlah Kawasan di Jakarta Kebanjiran&amp;nbsp;

Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika untuk wilayah Kabupaten Luwu pada Jumat (26/4) kondisi cuaca pagi hingga siang berawan sedangkan sore hingga malam hujan sedangkan kondisi cuaca pada Sabtu (27/4) kondisi cuaca pada siang berawan, saat sore hingga malam hujan.Antisipasi banjir susulan karena faktor cuaca BNPB menghimbau kepada Pemerintah daerah dan masyarakat agar waspada bila terjadi hujan dengan intensitas tinggi lebih dari 1 jam terutama bagi masyarakat tinggal di daerah rawan banjir agar segera melakukan evakuasi mandiri ke daerah yang lebih aman.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMy8xLzE3OTkzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Banjir melanda Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (23/4). Banjir terjadi pukul 03.00 WITA dipicu hujan lebat selama 10 jam hingga membuat tanggul sungai jebol serta meluapnya air merendam akses jalan dan pemukiman warga di dua dusun di Desa  To'lemo dan dan satu dusun di Desa Bululondong di Kecamatan Lamasi.



Berdasarkan informasi dari BPBD Kabupaten Luwu banjir setinggi 50 cm merendam 55 unit rumah di Desa To'lemo, dan 67 unit rumah di Desa Bululondong. Sejumlah perkebunan warga, akses jalan utama Kecamatan Lamasi, Kantor Camat Lamasi dan gereja Adven terendam.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 RT di Jakarta Selatan Masih Tergenang Banjir hingga Pagi Ini&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;



&amp;ldquo;Tercatat warga terdampak di 2 desa kecamatan Lamasi sebanyak 100 Kepala Keluarga. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini,&amp;rdquo; ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Kamis (25/4/2024).



Sementara itu, BPBD Kabupaten Luwu saat ini dalam penanganan banjir melakukan kaji cepat dan pertolongan kepada warga terdampak. Informasi dari BPBD Kabupaten Luwu Kamis (25/4) kondisi banjir berangsur surut.


BACA JUGA:


Hujan Lebat Sore hingga Malam Sejumlah Kawasan di Jakarta Kebanjiran&amp;nbsp;

Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika untuk wilayah Kabupaten Luwu pada Jumat (26/4) kondisi cuaca pagi hingga siang berawan sedangkan sore hingga malam hujan sedangkan kondisi cuaca pada Sabtu (27/4) kondisi cuaca pada siang berawan, saat sore hingga malam hujan.Antisipasi banjir susulan karena faktor cuaca BNPB menghimbau kepada Pemerintah daerah dan masyarakat agar waspada bila terjadi hujan dengan intensitas tinggi lebih dari 1 jam terutama bagi masyarakat tinggal di daerah rawan banjir agar segera melakukan evakuasi mandiri ke daerah yang lebih aman.</content:encoded></item></channel></rss>
