<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Toraja Kembali Diterjang Longsor, 2 Orang Tewas dan 1 Hilang</title><description>&amp;nbsp;
Akibat bencana ini, dua orang tewas dan satu orang lagi masih dalam pencarian.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/26/340/3001220/toraja-kembali-diterjang-longsor-2-orang-tewas-dan-1-hilang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/26/340/3001220/toraja-kembali-diterjang-longsor-2-orang-tewas-dan-1-hilang"/><item><title>Toraja Kembali Diterjang Longsor, 2 Orang Tewas dan 1 Hilang</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/26/340/3001220/toraja-kembali-diterjang-longsor-2-orang-tewas-dan-1-hilang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/26/340/3001220/toraja-kembali-diterjang-longsor-2-orang-tewas-dan-1-hilang</guid><pubDate>Jum'at 26 April 2024 23:39 WIB</pubDate><dc:creator>Abdoellah Nicolha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/26/340/3001220/toraja-kembali-diterjang-longsor-2-orang-tewas-dan-1-hilang-JIA8vobIsm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Longsor di Tana Toraja (Foto: Abdoellah Nicolha)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/26/340/3001220/toraja-kembali-diterjang-longsor-2-orang-tewas-dan-1-hilang-JIA8vobIsm.jpg</image><title>Longsor di Tana Toraja (Foto: Abdoellah Nicolha)</title></images><description>TORAJA UTARA &amp;ndash; Bencana alam tanah longsor kembali melanda wilayah Toraja. Kali ini terjadi di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), tepatnya di Dusun Tembamba, Kelurahan Tallang Sura', Kecamatan Buntao, Jumat, (26/4/2024).
Akibat bencana ini, dua orang tewas dan satu orang lagi masih dalam pencarian. Berdasarkan data BPBD Sulsel, longsor pertama terjadi sekitar pukul 05.30 Wita, kemudian longsor susulan terjadi pukul 10.00 Wita.

&quot;Penyebabnya, karena intensitas hujan yang sangat tinggi, sejak malam hari,&quot; kata Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, Jumat malam.

BACA JUGA:
Gorontalo Kembali Diguncang Gempa Berkekuatan M3,7


Amson pun menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa ini. Setelah menerima informasi tersebut, ia langsung mengirimkan tim ke lokasi bencana longsor. Sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, untuk melakukan langkah-langkah penanganan.

&amp;ldquo;Kita harus memastikan bagaimana penanganan para korban, sekaligus kebutuhan warga terdampak tetap terpenuhi,&amp;rdquo; kata Amson.

BACA JUGA:
Longsor di Lebak, Jalan Warungbanten-Cipanas Tidak Bisa Dilintasi


Ia mengungkapkan, total delapan orang tertimbun longsor dalam peristiwa ini. Tiga dirawat di Puskesmas Rantebua, satu orang dirujuk ke Palopo, dan satu orang dirawat di Puskesmas Buntao.


Satu korban ditemukan meninggal dunia di lokasi bencana, sedangkan satu warga meninggal dunia setelah dirujuk ke RS Elim. Kemudian, satu korban lagi masih dalam proses pencarian.



&amp;ldquo;Petugas belum bisa melakukan evakuasi lagi, karena kondisi tanah masih labil dan masih bergerak. Alat berat sudah standby di lokasi longsor menunggu situasi aman untuk mengevakuasi,&amp;rdquo; ungkapnya.



Amson kembali mengingatkan warga untuk berhati-hati. Khususnya di daerah yang rawan bencana tanah longsor.



&amp;ldquo;Sesuai kajian resiko bencana, pemetaan rawan longsor itu di Toraja, Toraja Utara, Luwu, dan Palopo. Kami mengimbau warga yang bermukim di daerah rawan ini untuk berhati-hati,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>TORAJA UTARA &amp;ndash; Bencana alam tanah longsor kembali melanda wilayah Toraja. Kali ini terjadi di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), tepatnya di Dusun Tembamba, Kelurahan Tallang Sura', Kecamatan Buntao, Jumat, (26/4/2024).
Akibat bencana ini, dua orang tewas dan satu orang lagi masih dalam pencarian. Berdasarkan data BPBD Sulsel, longsor pertama terjadi sekitar pukul 05.30 Wita, kemudian longsor susulan terjadi pukul 10.00 Wita.

&quot;Penyebabnya, karena intensitas hujan yang sangat tinggi, sejak malam hari,&quot; kata Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, Jumat malam.

BACA JUGA:
Gorontalo Kembali Diguncang Gempa Berkekuatan M3,7


Amson pun menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa ini. Setelah menerima informasi tersebut, ia langsung mengirimkan tim ke lokasi bencana longsor. Sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, untuk melakukan langkah-langkah penanganan.

&amp;ldquo;Kita harus memastikan bagaimana penanganan para korban, sekaligus kebutuhan warga terdampak tetap terpenuhi,&amp;rdquo; kata Amson.

BACA JUGA:
Longsor di Lebak, Jalan Warungbanten-Cipanas Tidak Bisa Dilintasi


Ia mengungkapkan, total delapan orang tertimbun longsor dalam peristiwa ini. Tiga dirawat di Puskesmas Rantebua, satu orang dirujuk ke Palopo, dan satu orang dirawat di Puskesmas Buntao.


Satu korban ditemukan meninggal dunia di lokasi bencana, sedangkan satu warga meninggal dunia setelah dirujuk ke RS Elim. Kemudian, satu korban lagi masih dalam proses pencarian.



&amp;ldquo;Petugas belum bisa melakukan evakuasi lagi, karena kondisi tanah masih labil dan masih bergerak. Alat berat sudah standby di lokasi longsor menunggu situasi aman untuk mengevakuasi,&amp;rdquo; ungkapnya.



Amson kembali mengingatkan warga untuk berhati-hati. Khususnya di daerah yang rawan bencana tanah longsor.



&amp;ldquo;Sesuai kajian resiko bencana, pemetaan rawan longsor itu di Toraja, Toraja Utara, Luwu, dan Palopo. Kami mengimbau warga yang bermukim di daerah rawan ini untuk berhati-hati,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
