<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Taiwan Kecam Keras China Gara-Gara Ubah Penerapan Rute Penerbangan Sepihak</title><description>Taiwan kembali mengecam keras China gara-gara telah mengubah penerapan rute penerbangan secara sepihak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/27/18/3001315/taiwan-kecam-keras-china-gara-gara-ubah-penerapan-rute-penerbangan-sepihak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/27/18/3001315/taiwan-kecam-keras-china-gara-gara-ubah-penerapan-rute-penerbangan-sepihak"/><item><title>Taiwan Kecam Keras China Gara-Gara Ubah Penerapan Rute Penerbangan Sepihak</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/27/18/3001315/taiwan-kecam-keras-china-gara-gara-ubah-penerapan-rute-penerbangan-sepihak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/27/18/3001315/taiwan-kecam-keras-china-gara-gara-ubah-penerapan-rute-penerbangan-sepihak</guid><pubDate>Sabtu 27 April 2024 10:43 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/27/18/3001315/taiwan-kecam-keras-china-gara-gara-ubah-penerapan-rute-penerbangan-sepihak-r6oLDL7PWd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Taiwan kecam keras China gara-gara ubah penerapan rute penerbangan secara sepihak. (Ilustrasi/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/27/18/3001315/taiwan-kecam-keras-china-gara-gara-ubah-penerapan-rute-penerbangan-sepihak-r6oLDL7PWd.jpg</image><title>Taiwan kecam keras China gara-gara ubah penerapan rute penerbangan secara sepihak. (Ilustrasi/Reuters)</title></images><description>

JAKARTA -  Pada 30 Januari 2024, Administrasi Penerbangan China secara sepihak membatalkan perjanjian lintas selat yang dicapai pada 2015 pada tiga rute penerbangan M503, W122, dan W123. Pada 18 April 2024 telah diumumkan secara sepihak rute penerbangan W122 dan W123 akan diluncurkan sebanyak 6 kali dalam satu hari. Pihak Taiwan mengecam keras hal ini.

Langkah ini tidak hanya melanggar peraturan dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), tetapi juga berdampak serius terhadap keselamatan penerbangan di kawasan Asia-Pasifik dan perdamaian serta stabilitas di Selat Taiwan, serta melemahkan status quo dan landasan rasa saling percaya di Selat Taiwan.

&amp;ldquo;Kami mengecam keras tindakan China yang tidak bertanggung jawab dan menyerukan kepada Indonesia dan dunia internasional untuk bersama-sama mendesak China agar segera melakukan perundingan dengan Taiwan mengenai kasus ini,&amp;rdquo; demikian pernyataan Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, dalam keterangannya, Sabtu (27/4/2024).
Bagian 4.2.6 dari &amp;ldquo;Manual Perencanaan Layanan Lalu Lintas Udara&amp;rdquo; ICAO menetapkan perubahan terhadap jaringan penerbangan apa pun harus dikoordinasikan dengan semua wilayah informasi penerbangan yang berdekatan.

&amp;ldquo;Wilayah Informasi Penerbangan Matsu Taiwan&amp;rdquo; berbatasan dengan rute penerbangan W122, dan &amp;ldquo;Wilayah Informasi Penerbangan Kinmen Taiwan&amp;rdquo; berbatasan dengan rute penerbangan W123 dengan titik terdekat hanya berjarak 1,1 mil.







BACA JUGA:
William Lai Masuk Daftar 100 Tokoh Paling Berpengaruh Versi Time, Ini Respons Taiwan







Namun, China mengumumkan perubahan pada jaringan penerbangan tersebut tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan Administrasi Penerbangan Sipil Taiwan, yang merupakan satu-satunya otoritas yang bertanggung jawab atas &amp;ldquo;Wilayah Informasi Penerbangan Taiwan&amp;rdquo;.






BACA JUGA:
 Wapres Ingin Indonesia Contoh Taiwan saat Hadapi Bencana Gempa








&amp;ldquo;Hal ini merupakan pelanggaran serius terhadap peraturan ICAO dan menggarisbawahi sifat otoriter China yang tidak bertanggung jawab,&amp;rdquo; katanya.

Taiwan dan Indonesia memiliki kerja sama dan pertukaran yang erat. Saat ini, terdapat sekitar 400.000 warga negara Indonesia yang tinggal, belajar, dan bekerja di Taiwan.

Perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan sangat berkaitan dengan kepentingan ekonomi dan perdagangan utama Indonesia serta perlindungan warga negara Indonesia.








BACA JUGA:
Presiden Terpilih Taiwan: China Harus Punya Kepercayaan Diri untuk Berbicara dengan Kami








Pengumuman sepihak China mengenai perubahan dan pembukaan rute penerbangan melanggar peraturan ICAO dan akan merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan kawasan serta keamanan masyarakat.



Taipei Economic and Trade Office in Indonesia menyerukan kepada industri, pemerintah, akademisi, penelitian dan media Indonesia untuk menanggapi hal ini dengan serius dan bersama-sama mendesak China untuk bernegosiasi dengan Taiwan guna mengelola potensi risiko penerbangan.

</description><content:encoded>

JAKARTA -  Pada 30 Januari 2024, Administrasi Penerbangan China secara sepihak membatalkan perjanjian lintas selat yang dicapai pada 2015 pada tiga rute penerbangan M503, W122, dan W123. Pada 18 April 2024 telah diumumkan secara sepihak rute penerbangan W122 dan W123 akan diluncurkan sebanyak 6 kali dalam satu hari. Pihak Taiwan mengecam keras hal ini.

Langkah ini tidak hanya melanggar peraturan dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), tetapi juga berdampak serius terhadap keselamatan penerbangan di kawasan Asia-Pasifik dan perdamaian serta stabilitas di Selat Taiwan, serta melemahkan status quo dan landasan rasa saling percaya di Selat Taiwan.

&amp;ldquo;Kami mengecam keras tindakan China yang tidak bertanggung jawab dan menyerukan kepada Indonesia dan dunia internasional untuk bersama-sama mendesak China agar segera melakukan perundingan dengan Taiwan mengenai kasus ini,&amp;rdquo; demikian pernyataan Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, dalam keterangannya, Sabtu (27/4/2024).
Bagian 4.2.6 dari &amp;ldquo;Manual Perencanaan Layanan Lalu Lintas Udara&amp;rdquo; ICAO menetapkan perubahan terhadap jaringan penerbangan apa pun harus dikoordinasikan dengan semua wilayah informasi penerbangan yang berdekatan.

&amp;ldquo;Wilayah Informasi Penerbangan Matsu Taiwan&amp;rdquo; berbatasan dengan rute penerbangan W122, dan &amp;ldquo;Wilayah Informasi Penerbangan Kinmen Taiwan&amp;rdquo; berbatasan dengan rute penerbangan W123 dengan titik terdekat hanya berjarak 1,1 mil.







BACA JUGA:
William Lai Masuk Daftar 100 Tokoh Paling Berpengaruh Versi Time, Ini Respons Taiwan







Namun, China mengumumkan perubahan pada jaringan penerbangan tersebut tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan Administrasi Penerbangan Sipil Taiwan, yang merupakan satu-satunya otoritas yang bertanggung jawab atas &amp;ldquo;Wilayah Informasi Penerbangan Taiwan&amp;rdquo;.






BACA JUGA:
 Wapres Ingin Indonesia Contoh Taiwan saat Hadapi Bencana Gempa








&amp;ldquo;Hal ini merupakan pelanggaran serius terhadap peraturan ICAO dan menggarisbawahi sifat otoriter China yang tidak bertanggung jawab,&amp;rdquo; katanya.

Taiwan dan Indonesia memiliki kerja sama dan pertukaran yang erat. Saat ini, terdapat sekitar 400.000 warga negara Indonesia yang tinggal, belajar, dan bekerja di Taiwan.

Perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan sangat berkaitan dengan kepentingan ekonomi dan perdagangan utama Indonesia serta perlindungan warga negara Indonesia.








BACA JUGA:
Presiden Terpilih Taiwan: China Harus Punya Kepercayaan Diri untuk Berbicara dengan Kami








Pengumuman sepihak China mengenai perubahan dan pembukaan rute penerbangan melanggar peraturan ICAO dan akan merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan kawasan serta keamanan masyarakat.



Taipei Economic and Trade Office in Indonesia menyerukan kepada industri, pemerintah, akademisi, penelitian dan media Indonesia untuk menanggapi hal ini dengan serius dan bersama-sama mendesak China untuk bernegosiasi dengan Taiwan guna mengelola potensi risiko penerbangan.

</content:encoded></item></channel></rss>
