<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Waspada! BMKG: Potensi Cuaca Ekstrem Masih Mengintai di Periode Peralihan Musim   </title><description>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/27/337/3001335/waspada-bmkg-potensi-cuaca-ekstrem-masih-mengintai-di-periode-peralihan-musim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/27/337/3001335/waspada-bmkg-potensi-cuaca-ekstrem-masih-mengintai-di-periode-peralihan-musim"/><item><title> Waspada! BMKG: Potensi Cuaca Ekstrem Masih Mengintai di Periode Peralihan Musim   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/27/337/3001335/waspada-bmkg-potensi-cuaca-ekstrem-masih-mengintai-di-periode-peralihan-musim</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/27/337/3001335/waspada-bmkg-potensi-cuaca-ekstrem-masih-mengintai-di-periode-peralihan-musim</guid><pubDate>Sabtu 27 April 2024 11:52 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/27/337/3001335/waspada-bmkg-potensi-cuaca-ekstrem-masih-mengintai-di-periode-peralihan-musim-lL520JK0P6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: dok BMKG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/27/337/3001335/waspada-bmkg-potensi-cuaca-ekstrem-masih-mengintai-di-periode-peralihan-musim-lL520JK0P6.jpg</image><title>Illustrasi (foto: dok BMKG)</title></images><description>



JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang masih bisa mengintai di periode peralihan musim hujan ke kemarau.



BMKG memonitor masih terjadinya hujan intensitas sangat lebat hingga ekstrem sejak tanggal 22 April 2024 di beberapa wilayah di Indonesia, antara lain di Luwu Utara (Sulawesi Selatan), Banjarbaru (Kalimantan Selatan), Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), dan Tanjung Perak Surabaya (Jawa Timur).



&amp;ldquo;Kondisi tersebut turut memicu terjadinya bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah,&amp;rdquo; ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto dalam keterangan resminya, Sabtu (27/4/2024).

BACA JUGA:
BMKG: Baru 8 Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Akhir April

Berdasarkan informasi perkembangan musim BMKG, diketahui bahwa sekitar 63% wilayah Zona Musim diprediksi mengalami Awal Musim Kemarau pada bulan Mei hingga Agustus 2024, dan untuk saat ini di periode pertengahan April beberapa wilayah masih cukup basah dan terjadi hujan.



Guswanto pun mengungkapkan bahwa dalam sepekan ke depan, BMKG mengidentifikasi masih adanya potensi peningkatan curah hujan secara signifikan, yakni di sebagian besar Sumatera, Jawa bagian barat dan tengah, sebagian Kalimantan dan Sulawesi, Maluku dan Sebagian besar Papua.



&amp;ldquo;Potensi hujan signifikan terjadi karena kontribusi dari aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial, serta kondisi suhu muka laut yang hangat pada perairan wilayah sekitar Indonesia. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah di Indonesia,&amp;rdquo; pungkasnya.

BACA JUGA:
BMKG: Gempa M5,3 di Boalemo Gorontalo Akibat Aktivitas Subduksi Sulawesi Utara&amp;nbsp; &amp;nbsp;


</description><content:encoded>



JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang masih bisa mengintai di periode peralihan musim hujan ke kemarau.



BMKG memonitor masih terjadinya hujan intensitas sangat lebat hingga ekstrem sejak tanggal 22 April 2024 di beberapa wilayah di Indonesia, antara lain di Luwu Utara (Sulawesi Selatan), Banjarbaru (Kalimantan Selatan), Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), dan Tanjung Perak Surabaya (Jawa Timur).



&amp;ldquo;Kondisi tersebut turut memicu terjadinya bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah,&amp;rdquo; ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto dalam keterangan resminya, Sabtu (27/4/2024).

BACA JUGA:
BMKG: Baru 8 Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Akhir April

Berdasarkan informasi perkembangan musim BMKG, diketahui bahwa sekitar 63% wilayah Zona Musim diprediksi mengalami Awal Musim Kemarau pada bulan Mei hingga Agustus 2024, dan untuk saat ini di periode pertengahan April beberapa wilayah masih cukup basah dan terjadi hujan.



Guswanto pun mengungkapkan bahwa dalam sepekan ke depan, BMKG mengidentifikasi masih adanya potensi peningkatan curah hujan secara signifikan, yakni di sebagian besar Sumatera, Jawa bagian barat dan tengah, sebagian Kalimantan dan Sulawesi, Maluku dan Sebagian besar Papua.



&amp;ldquo;Potensi hujan signifikan terjadi karena kontribusi dari aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial, serta kondisi suhu muka laut yang hangat pada perairan wilayah sekitar Indonesia. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah di Indonesia,&amp;rdquo; pungkasnya.

BACA JUGA:
BMKG: Gempa M5,3 di Boalemo Gorontalo Akibat Aktivitas Subduksi Sulawesi Utara&amp;nbsp; &amp;nbsp;


</content:encoded></item></channel></rss>
