<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Remaja Dianiaya 2 Pria di Bandung, Pelaku Ngaku Keponakan Jenderal</title><description>Dalam video, pelaku merundung korban dan memukuli kepalanya dengan botol.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/27/525/3001391/viral-remaja-dianiaya-2-pria-di-bandung-pelaku-ngaku-keponakan-jenderal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/27/525/3001391/viral-remaja-dianiaya-2-pria-di-bandung-pelaku-ngaku-keponakan-jenderal"/><item><title>Viral Remaja Dianiaya 2 Pria di Bandung, Pelaku Ngaku Keponakan Jenderal</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/27/525/3001391/viral-remaja-dianiaya-2-pria-di-bandung-pelaku-ngaku-keponakan-jenderal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/27/525/3001391/viral-remaja-dianiaya-2-pria-di-bandung-pelaku-ngaku-keponakan-jenderal</guid><pubDate>Sabtu 27 April 2024 14:49 WIB</pubDate><dc:creator>Agus Warsudi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/27/525/3001391/viral-remaja-dianiaya-2-pria-di-bandung-pelaku-ngaku-keponakan-jenderal-LA1lTiq85c.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korban menangis kepalanya dipukuli botol (Tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/27/525/3001391/viral-remaja-dianiaya-2-pria-di-bandung-pelaku-ngaku-keponakan-jenderal-LA1lTiq85c.jpg</image><title>Korban menangis kepalanya dipukuli botol (Tangkapan layar)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNi8xLzE3Nzk4Ny81L3g4dHliODg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDUNG - Video dua pria merundung seorang remaja disiarkan langsung atau live, viral di media sosial (medsos). Korban dicaci maki dengan kata-kata kasar dalam bahasa Sunda dan dipukuli sampai menangis.

Informasi menyebutkan peristiwa itu terjadi di wilayah Mekarwangi, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung.

Kapolsek Bojongloa Kidul, Kompol Ari Purwantono mengatakan bahwa petugas telah datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan mendapatkan fakta korban merupakan anak di bawah umur. Karena itu, Polsek Bojongloa Kidul bekerja sama dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Bandung untuk menyelidiki hal itu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gegara Kue Pancong, Remaja Perempuan di Bekasi Dibully Seniornya

&quot;(kasus perundungan remaja) sudah ditangani. Korban di bawah umur. Pelaku masih dalam penyelidikan,&quot; katanya, Sabtu (27/4/2024).

Dalam video yang beredar di medsos, terdengar pelaku menghardik korban dengan kata-kata kasar menggunakan bahasa Sunda. Para pelaku meminta korban membuka pesan WhatsApp.

Namun, korban mengaku tidak bisa membuka pesan WhatsApp. Pelaku kesal karena korban melawan. Kemudian, pelaku memukul kepala korban dengan botol. Korban kesakitan lalu menangis histeris.

Dalam video lain, pelaku melakukan siaran secara live di Tiktok mengaku memiliki paman seorang jenderal dan menyebutkan nama seseorang. Pelaku live Tiktok sambil makan mie bersama beberapa temannya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Diduga Dibully, Bocah SD di Sulbar Memar Sekujur Tubuhnya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dia mengaku tidak pernah meminta tolong kepada pamannya yang jenderal. Pelaku mengaku tidak takut jika harus masuk penjara.

Pelaku juga menceritakan pemicu dirinya melakukan perundungan terhdap korban. Dia menunjukkan video keributan antaranggota geng motor.

Video viral itu memicu kemarahan warganet. Mereka mengutuk aksi perundungan pelaku kepada seorang remaja.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNi8xLzE3Nzk4Ny81L3g4dHliODg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDUNG - Video dua pria merundung seorang remaja disiarkan langsung atau live, viral di media sosial (medsos). Korban dicaci maki dengan kata-kata kasar dalam bahasa Sunda dan dipukuli sampai menangis.

Informasi menyebutkan peristiwa itu terjadi di wilayah Mekarwangi, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung.

Kapolsek Bojongloa Kidul, Kompol Ari Purwantono mengatakan bahwa petugas telah datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan mendapatkan fakta korban merupakan anak di bawah umur. Karena itu, Polsek Bojongloa Kidul bekerja sama dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Bandung untuk menyelidiki hal itu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gegara Kue Pancong, Remaja Perempuan di Bekasi Dibully Seniornya

&quot;(kasus perundungan remaja) sudah ditangani. Korban di bawah umur. Pelaku masih dalam penyelidikan,&quot; katanya, Sabtu (27/4/2024).

Dalam video yang beredar di medsos, terdengar pelaku menghardik korban dengan kata-kata kasar menggunakan bahasa Sunda. Para pelaku meminta korban membuka pesan WhatsApp.

Namun, korban mengaku tidak bisa membuka pesan WhatsApp. Pelaku kesal karena korban melawan. Kemudian, pelaku memukul kepala korban dengan botol. Korban kesakitan lalu menangis histeris.

Dalam video lain, pelaku melakukan siaran secara live di Tiktok mengaku memiliki paman seorang jenderal dan menyebutkan nama seseorang. Pelaku live Tiktok sambil makan mie bersama beberapa temannya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Diduga Dibully, Bocah SD di Sulbar Memar Sekujur Tubuhnya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dia mengaku tidak pernah meminta tolong kepada pamannya yang jenderal. Pelaku mengaku tidak takut jika harus masuk penjara.

Pelaku juga menceritakan pemicu dirinya melakukan perundungan terhdap korban. Dia menunjukkan video keributan antaranggota geng motor.

Video viral itu memicu kemarahan warganet. Mereka mengutuk aksi perundungan pelaku kepada seorang remaja.

</content:encoded></item></channel></rss>
