<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Badan Geologi Ungkap Analisis Gempa Besar M6,5 di Garut</title><description>Kejadian bencana tersebut tidak menyebabkan tsunami karena tidak mengakibatkan terjadinya deformasi dasar laut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/28/337/3001611/badan-geologi-ungkap-analisis-gempa-besar-m6-5-di-garut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/28/337/3001611/badan-geologi-ungkap-analisis-gempa-besar-m6-5-di-garut"/><item><title>Badan Geologi Ungkap Analisis Gempa Besar M6,5 di Garut</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/28/337/3001611/badan-geologi-ungkap-analisis-gempa-besar-m6-5-di-garut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/28/337/3001611/badan-geologi-ungkap-analisis-gempa-besar-m6-5-di-garut</guid><pubDate>Minggu 28 April 2024 08:42 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/28/337/3001611/badan-geologi-ungkap-analisis-gempa-besar-m6-5-di-garut-sduF6flwwf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gempa Besar di Garut Sebabkan Kerusakan Sejumlah Rumah di Sukabumi/ist </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/28/337/3001611/badan-geologi-ungkap-analisis-gempa-besar-m6-5-di-garut-sduF6flwwf.jpg</image><title>Gempa Besar di Garut Sebabkan Kerusakan Sejumlah Rumah di Sukabumi/ist </title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yOC8xLzE4MDA3NC81L3g4eGt1bjA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan analisis gempa bumi berkekuatan 6,5 magnitudo yang mengguncang wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu, 27 April 2024.
&amp;ldquo;Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman dan data mekanisme sumber dari BMKG, USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman,&amp;rdquo; kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid dalam keterangannya, Minggu (28/4/2024).
&amp;ldquo;Maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas penunjaman atau dapat disebut juga gempa bumi intraslab dengan mekanisme sesar naik,&amp;rdquo;sambungnya.

BACA JUGA:
Cerita Warga Bekasi yang Rasakan Dampak Gempa M6,5 Garut

Badan Geologi melaporkan wilayah pesisir Jawa Barat selatan umumnya berupa dataran pantai yang berbatasan dengan morfologi perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal pada bagian utara.
&amp;ldquo;Lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada kedalaman menengah sehingga guncangan terasa pada daerah cukup luas di Jawa Barat,&amp;rdquo; kata dia.

BACA JUGA:
Update Dampak Gempa M6,5 Garut: Belasan Bangunan Rusak, 4 Orang Luka-Luka&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dikatakannya, wilayah ini secara umum tersusun oleh endapan Kuarter berupa aluvial pantai, aluvial sungai, batuan rombakan gunung api muda (breksi gunung api, lava, tuff) dan batuan berumur Tersier berupa batuan sedimen dan batuan rombakan gunung api.
Menurutnya, meski lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, kejadian bencana tersebut tidak menyebabkan tsunami karena tidak mengakibatkan terjadinya deformasi dasar laut.
Sebelumnya, Pusdalops PB BPBD Jawa Barat melaporkan sejumlah dampak gempa M6,5 yang berpusat di Garut, Sabtu (27/4). Sejumlah bangunan dilaporkan rusak dan empat orang warga terluka.

Dalam laporannya, BPBD Jabar menyebutkan gempa terasa di Kab. Garut, Kab. Sukabumi, Kota Sukabumi, Kota Tasikmalaya, Kab. Tasikmalaya, Kab. Bandung, Kota Bandung, Kota Ciamis, Kab. Purwakarta, dan Kab. Pangandaran.
Sementara itu, terdapat empat orang warga yang terluka akibat kejadian ini, yakni tiga orang dari Kabupaten Garut dan satu orang dari Tasikmalaya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yOC8xLzE4MDA3NC81L3g4eGt1bjA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan analisis gempa bumi berkekuatan 6,5 magnitudo yang mengguncang wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu, 27 April 2024.
&amp;ldquo;Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman dan data mekanisme sumber dari BMKG, USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman,&amp;rdquo; kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid dalam keterangannya, Minggu (28/4/2024).
&amp;ldquo;Maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas penunjaman atau dapat disebut juga gempa bumi intraslab dengan mekanisme sesar naik,&amp;rdquo;sambungnya.

BACA JUGA:
Cerita Warga Bekasi yang Rasakan Dampak Gempa M6,5 Garut

Badan Geologi melaporkan wilayah pesisir Jawa Barat selatan umumnya berupa dataran pantai yang berbatasan dengan morfologi perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal pada bagian utara.
&amp;ldquo;Lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada kedalaman menengah sehingga guncangan terasa pada daerah cukup luas di Jawa Barat,&amp;rdquo; kata dia.

BACA JUGA:
Update Dampak Gempa M6,5 Garut: Belasan Bangunan Rusak, 4 Orang Luka-Luka&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dikatakannya, wilayah ini secara umum tersusun oleh endapan Kuarter berupa aluvial pantai, aluvial sungai, batuan rombakan gunung api muda (breksi gunung api, lava, tuff) dan batuan berumur Tersier berupa batuan sedimen dan batuan rombakan gunung api.
Menurutnya, meski lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, kejadian bencana tersebut tidak menyebabkan tsunami karena tidak mengakibatkan terjadinya deformasi dasar laut.
Sebelumnya, Pusdalops PB BPBD Jawa Barat melaporkan sejumlah dampak gempa M6,5 yang berpusat di Garut, Sabtu (27/4). Sejumlah bangunan dilaporkan rusak dan empat orang warga terluka.

Dalam laporannya, BPBD Jabar menyebutkan gempa terasa di Kab. Garut, Kab. Sukabumi, Kota Sukabumi, Kota Tasikmalaya, Kab. Tasikmalaya, Kab. Bandung, Kota Bandung, Kota Ciamis, Kab. Purwakarta, dan Kab. Pangandaran.
Sementara itu, terdapat empat orang warga yang terluka akibat kejadian ini, yakni tiga orang dari Kabupaten Garut dan satu orang dari Tasikmalaya.

</content:encoded></item></channel></rss>
