<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kompolnas Dorong Polri Usut Kasus Kematian Brigadir RAT Transparan</title><description>Kompolnas mendorong Polda Sulut, Bidpropam, penyidik reskrimum, untuk mengusutnya secara profesional, transparan dan akuntabel.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/28/337/3001800/kompolnas-dorong-polri-usut-kasus-kematian-brigadir-rat-transparan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/28/337/3001800/kompolnas-dorong-polri-usut-kasus-kematian-brigadir-rat-transparan"/><item><title>Kompolnas Dorong Polri Usut Kasus Kematian Brigadir RAT Transparan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/28/337/3001800/kompolnas-dorong-polri-usut-kasus-kematian-brigadir-rat-transparan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/28/337/3001800/kompolnas-dorong-polri-usut-kasus-kematian-brigadir-rat-transparan</guid><pubDate>Minggu 28 April 2024 20:49 WIB</pubDate><dc:creator>Giffar Rivana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/28/337/3001800/kompolnas-dorong-polri-usut-kasus-kematian-brigadir-rat-transparan-t8wFxmcGC0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/28/337/3001800/kompolnas-dorong-polri-usut-kasus-kematian-brigadir-rat-transparan-t8wFxmcGC0.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yNy8xLzE4MDA2OC81L3g4eGs4aGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendorong Polri agar mengusut tuntas kasus kematian Brigadir RAT yang diduga bunuh diri di dalam mobil secara profesional profesional dan akuntabel.
Komisioner Kompolnas Yusuf Warsyim mengatakan penyelidikan polisi yang menduga Brigadir RAT menghabisi nyawa dengan bunuh diri bisa dibuktikan secara transparan sesuai dengan fakta di lapangan.
&quot;Kompolnas mendorong Polda Sulut, Bidpropam, penyidik reskrimum, untuk mengusutnya secara profesional, transparan dan akuntabel. Dugaan bunuh diri tersebut harus bisa dipastikan benar atau tidak,&quot; kata Yusuf saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (28/4/2024).

BACA JUGA:
 MKD Tegaskan Pelat DPR di Mobil TKP Bunuh Diri Brigadir RAT Palsu

Kompolnas juga meminta agar polisi bisa mengklarifikasi tugas sebenarnya yang dijalankan Brigadir RAT di Jakarta.
&quot;Kita minta pihak keluarga dapat diberikan penjelasan secara baik. Kompolnas sendiri dalam melakukan pengawasan pengusutannya, tentu tetap menghormati kewenagan pihak Polri, terutama Polda Sulut,&quot; tutur Yusuf.

BACA JUGA:
Brigadir RAT Dimakamkan, Tangis Sang Istri Pecah hingga Pingsan

Saat ini, Kompolnas sendiri masih belum bisa menyimpulkan kematiaan Brigadir RAT dikarenakan bunuh diri atau tidak. Yang pasti, kata Yusuf, Polri harus menyelidiki kasus tersebut seefektif mungkin.&quot;Untuk sementara kita sepatutnya belum bisa menyimpulkan secara pasti apakah diduga bunuh diri atau tidak. Mari kita sepenuhnya memberikan kepercayaan kepada pihak Polda Sulut bekrja seefektif mungkin secra profesional, transfaran dan akuntabel,&quot; pungkasnya.

Di sisi lain, polisi hingga kini masih mendalami kematian anggota Polres Manado, Brigadir RAT yang tewas bunuh diri di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Guna menggali motif bunuh diri Brigadir RAT, polisi pun bakal memeriksa handphone Brigadir RAT.

&quot;Handphone korban sedang dalam proses pemeriksaan di laboratorium forensik siber,&quot; ujar Wakasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Kompol Henrikus Yossi pada wartawan.

Menurutnya, polisi bakal menggali motif pasti Brigadir RAT sampai melakukan aksi bunuh dirinya itu di dalam mobil Alphard berwarna hitam di kawasan Mampang. Salah satunya dengan memeriksa handphone korban.







</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yNy8xLzE4MDA2OC81L3g4eGs4aGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendorong Polri agar mengusut tuntas kasus kematian Brigadir RAT yang diduga bunuh diri di dalam mobil secara profesional profesional dan akuntabel.
Komisioner Kompolnas Yusuf Warsyim mengatakan penyelidikan polisi yang menduga Brigadir RAT menghabisi nyawa dengan bunuh diri bisa dibuktikan secara transparan sesuai dengan fakta di lapangan.
&quot;Kompolnas mendorong Polda Sulut, Bidpropam, penyidik reskrimum, untuk mengusutnya secara profesional, transparan dan akuntabel. Dugaan bunuh diri tersebut harus bisa dipastikan benar atau tidak,&quot; kata Yusuf saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (28/4/2024).

BACA JUGA:
 MKD Tegaskan Pelat DPR di Mobil TKP Bunuh Diri Brigadir RAT Palsu

Kompolnas juga meminta agar polisi bisa mengklarifikasi tugas sebenarnya yang dijalankan Brigadir RAT di Jakarta.
&quot;Kita minta pihak keluarga dapat diberikan penjelasan secara baik. Kompolnas sendiri dalam melakukan pengawasan pengusutannya, tentu tetap menghormati kewenagan pihak Polri, terutama Polda Sulut,&quot; tutur Yusuf.

BACA JUGA:
Brigadir RAT Dimakamkan, Tangis Sang Istri Pecah hingga Pingsan

Saat ini, Kompolnas sendiri masih belum bisa menyimpulkan kematiaan Brigadir RAT dikarenakan bunuh diri atau tidak. Yang pasti, kata Yusuf, Polri harus menyelidiki kasus tersebut seefektif mungkin.&quot;Untuk sementara kita sepatutnya belum bisa menyimpulkan secara pasti apakah diduga bunuh diri atau tidak. Mari kita sepenuhnya memberikan kepercayaan kepada pihak Polda Sulut bekrja seefektif mungkin secra profesional, transfaran dan akuntabel,&quot; pungkasnya.

Di sisi lain, polisi hingga kini masih mendalami kematian anggota Polres Manado, Brigadir RAT yang tewas bunuh diri di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Guna menggali motif bunuh diri Brigadir RAT, polisi pun bakal memeriksa handphone Brigadir RAT.

&quot;Handphone korban sedang dalam proses pemeriksaan di laboratorium forensik siber,&quot; ujar Wakasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Kompol Henrikus Yossi pada wartawan.

Menurutnya, polisi bakal menggali motif pasti Brigadir RAT sampai melakukan aksi bunuh dirinya itu di dalam mobil Alphard berwarna hitam di kawasan Mampang. Salah satunya dengan memeriksa handphone korban.







</content:encoded></item></channel></rss>
