<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Dijerat Utang, Empat Wanita Asal Sumut Dijadikan Tukang Pijat Esek-esek di Merangin</title><description>Ia&amp;nbsp;mengatakan jika pelaku ini diduga kuat melakukan tindak pidana perdagangan orang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/28/340/3001812/dijerat-utang-empat-wanita-asal-sumut-dijadikan-tukang-pijat-esek-esek-di-merangin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/28/340/3001812/dijerat-utang-empat-wanita-asal-sumut-dijadikan-tukang-pijat-esek-esek-di-merangin"/><item><title>   Dijerat Utang, Empat Wanita Asal Sumut Dijadikan Tukang Pijat Esek-esek di Merangin</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/28/340/3001812/dijerat-utang-empat-wanita-asal-sumut-dijadikan-tukang-pijat-esek-esek-di-merangin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/28/340/3001812/dijerat-utang-empat-wanita-asal-sumut-dijadikan-tukang-pijat-esek-esek-di-merangin</guid><pubDate>Minggu 28 April 2024 21:28 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/28/340/3001812/dijerat-utang-empat-wanita-asal-sumut-dijadikan-tukang-pijat-esek-esek-di-merangin-J6U0iGozGe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korban perdagangan orang (Foto: dok polisi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/28/340/3001812/dijerat-utang-empat-wanita-asal-sumut-dijadikan-tukang-pijat-esek-esek-di-merangin-J6U0iGozGe.jpg</image><title>Korban perdagangan orang (Foto: dok polisi)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNy8xLzE3ODAwNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MERANGIN - Jajaran unit IV PPA Satreskrim Polres Merangin berhasil mengamankan Erawati (61) warga Sumatera Utara karena diduga telah melakukan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Merangin, Jambi, Sabtu 27 April 2024, sekitar pukul 10.00 WIB.
Terungkapnya praktik tersebut saat tim unit IV PPA Satreskrim Polres Merangin mendapat informasi jika di salah satu panti pijat yakni Pijat Refleksi Tamira Refleksi Keluarga Kita di Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin.
Usai mendapat informasi yang cukup, lalu tim unit PPA ini langsung melakukan penggerebekan di panti pijat tersebut. Saat itu ditemukan 4 pekerja, dan 1 orang wanita paruh baya yang diakui sebagai pemilik panti. Lalu kelima orang tersebut digelandang ke Mapolres Merangin untuk dimintai keterangan.

BACA JUGA:
5 Wanita Terjaring Satpol PP Padang, Diduga Terlibat Pijat Plus-Plus

Kapolres Merangin AKBP Ruri Roberto melalui Kasat Reskrim Polres Merangin Iptu Mulyono mengatakan jika pelaku ini diduga kuat melakukan tindak pidana perdagangan orang.

BACA JUGA:
1.000 Lebih Mahasiswa RI Jadi Korban di Jerman, Dirjen HAM: Perlu Sinergi Tangani TPPO

&quot;Empat korban ini diimingi pekerjaan, korban ini dijerat dengan utang. Sehingga korban ini terjerat dan tidak bisa melawan kepada majikannya. Lebih miris lagi, ditempat panti pijat ini korban disediakan tempat untuk melayani pria hidung belang&quot;jelas Mulyono Minggu (28/4/2024).Lebih lanjut dia mengatakan jika semua korban berasal dari Sumatera Utara. &quot;Ya empat korbannya ini dari Sumatra Utara, nanti kita akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memulangkan korban ke kampung halamannya. Selain korban, barang bukti yang kita amankan yakni uang tunai Rp1.250.000, buku besar warna hijau. Buku kecil warna merah dan buku kecil warna biru. Saat ini pelaku sudah kita tahan untuk penyidikan lebih lanjut,&quot; pungkasnya.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNy8xLzE3ODAwNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MERANGIN - Jajaran unit IV PPA Satreskrim Polres Merangin berhasil mengamankan Erawati (61) warga Sumatera Utara karena diduga telah melakukan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Merangin, Jambi, Sabtu 27 April 2024, sekitar pukul 10.00 WIB.
Terungkapnya praktik tersebut saat tim unit IV PPA Satreskrim Polres Merangin mendapat informasi jika di salah satu panti pijat yakni Pijat Refleksi Tamira Refleksi Keluarga Kita di Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin.
Usai mendapat informasi yang cukup, lalu tim unit PPA ini langsung melakukan penggerebekan di panti pijat tersebut. Saat itu ditemukan 4 pekerja, dan 1 orang wanita paruh baya yang diakui sebagai pemilik panti. Lalu kelima orang tersebut digelandang ke Mapolres Merangin untuk dimintai keterangan.

BACA JUGA:
5 Wanita Terjaring Satpol PP Padang, Diduga Terlibat Pijat Plus-Plus

Kapolres Merangin AKBP Ruri Roberto melalui Kasat Reskrim Polres Merangin Iptu Mulyono mengatakan jika pelaku ini diduga kuat melakukan tindak pidana perdagangan orang.

BACA JUGA:
1.000 Lebih Mahasiswa RI Jadi Korban di Jerman, Dirjen HAM: Perlu Sinergi Tangani TPPO

&quot;Empat korban ini diimingi pekerjaan, korban ini dijerat dengan utang. Sehingga korban ini terjerat dan tidak bisa melawan kepada majikannya. Lebih miris lagi, ditempat panti pijat ini korban disediakan tempat untuk melayani pria hidung belang&quot;jelas Mulyono Minggu (28/4/2024).Lebih lanjut dia mengatakan jika semua korban berasal dari Sumatera Utara. &quot;Ya empat korbannya ini dari Sumatra Utara, nanti kita akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memulangkan korban ke kampung halamannya. Selain korban, barang bukti yang kita amankan yakni uang tunai Rp1.250.000, buku besar warna hijau. Buku kecil warna merah dan buku kecil warna biru. Saat ini pelaku sudah kita tahan untuk penyidikan lebih lanjut,&quot; pungkasnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
