<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pemprov DKI Ajak Masyarakat Hemat Listrik untuk Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca   </title><description>Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup, kembali mengkampanyekan penghematan listrik&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/29/338/3001921/pemprov-dki-ajak-masyarakat-hemat-listrik-untuk-turunkan-emisi-gas-rumah-kaca</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/29/338/3001921/pemprov-dki-ajak-masyarakat-hemat-listrik-untuk-turunkan-emisi-gas-rumah-kaca"/><item><title> Pemprov DKI Ajak Masyarakat Hemat Listrik untuk Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/29/338/3001921/pemprov-dki-ajak-masyarakat-hemat-listrik-untuk-turunkan-emisi-gas-rumah-kaca</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/29/338/3001921/pemprov-dki-ajak-masyarakat-hemat-listrik-untuk-turunkan-emisi-gas-rumah-kaca</guid><pubDate>Senin 29 April 2024 08:12 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/29/338/3001921/pemprov-dki-ajak-masyarakat-hemat-listrik-untuk-turunkan-emisi-gas-rumah-kaca-MP3ts8i3Ok.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/29/338/3001921/pemprov-dki-ajak-masyarakat-hemat-listrik-untuk-turunkan-emisi-gas-rumah-kaca-MP3ts8i3Ok.jpg</image><title>Illustrasi (foto: dok Okezone)</title></images><description>

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup, kembali mengkampanyekan penghematan listrik sehingga dapat mengurangi emisi karbon.

Kampanye hemat energi tersebut dilakukan dengan memadamkan lampu selama satu jam di sejumlah titik, dan gedung di wilayah Jakarta pada Sabtu 27 April 2024 pada pukul 20.30 sampai 21.30 WIB.

Lampu-lampu penerangan di beberapa jalan protokol, dan ikon-ikon Kota Jakarta seperti Monumen Nasional (Monas), Patung Selamat Datang Bundaran HI, hingga Balaikota Provinsi DKI Jakarta menjadi gelap gulita selama 60 menit.

BACA JUGA:
Sepanjang 2023 Emisi Gas Rumah Kaca di Indonesia Berkurang 299,6 Juta Ton

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan aksi tersebut adalah upaya Pemprov DKI Jakarta untuk mensosialisasikan target pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 30% pada tahun 2030.

Berdasarkan hasil perhitungan dari pemadaman lampu pada tanggal 27 April 2024, menunjukkan bahwa terjadi penghematan konsumsi listrik sebesar 83 MWh, yang merupakan selisih beban listrik antara jam 20.30 dan 21.30.

Dengan penghematan tersebut, diperoleh penghematan materiil sebesar Rp 120.121.280, dihitung berdasarkan penghematan listrik sebesar 83 MWh dengan harga Rp 1.444,70 per KWh.

BACA JUGA:
Pemerintah Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Lewat Pemanfaatan Limbah B3
Selain itu, juga tercatat penurunan emisi karbon (CO2) sebesar 70,67 ton, dihitung berdasarkan penghematan listrik sebesar 83 MWh dengan nilai 0,85 kg CO2 per KWh.



&amp;ldquo;Saat lampu dimatikan pada aksi tersebut, listrik yang tidak digunakan sebanyak 83 MWh. Ini berarti ada penghematan uang sebesar Rp. 120.121.280, dan juga penurunan emisi carbon sebesar 70,67 ton CO2,&amp;rdquo; ujar Asep dalam keterangannya.



Menurutnya, angka-angka itu menunjukkan bahwa aksi hemat energi memiliki dampak yang signifikan terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca dan penghematan biaya.



&quot;Karena memiliki dampak yang signifikan, program ini akan terus dijalankan beberapa kali dalam satu tahun. Harapannya warga Jakarta dapat membudayakan hemat energi dalam kesehariannya,&quot; ucap Asep.



Asep mengajak seluruh warga Jakarta untuk ikut berpartisipasi dalam menghemat listrik untuk mengurangi emisi gas kaca atau karbon dengan melakukan beberapa langkah sederhana di rumah.



&amp;ldquo;Dengan aksi hemat energi yang dilakukan secara konsisten, kita dapat menciptakan Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan,&amp;rdquo; pungkas Asep.

</description><content:encoded>

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup, kembali mengkampanyekan penghematan listrik sehingga dapat mengurangi emisi karbon.

Kampanye hemat energi tersebut dilakukan dengan memadamkan lampu selama satu jam di sejumlah titik, dan gedung di wilayah Jakarta pada Sabtu 27 April 2024 pada pukul 20.30 sampai 21.30 WIB.

Lampu-lampu penerangan di beberapa jalan protokol, dan ikon-ikon Kota Jakarta seperti Monumen Nasional (Monas), Patung Selamat Datang Bundaran HI, hingga Balaikota Provinsi DKI Jakarta menjadi gelap gulita selama 60 menit.

BACA JUGA:
Sepanjang 2023 Emisi Gas Rumah Kaca di Indonesia Berkurang 299,6 Juta Ton

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan aksi tersebut adalah upaya Pemprov DKI Jakarta untuk mensosialisasikan target pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 30% pada tahun 2030.

Berdasarkan hasil perhitungan dari pemadaman lampu pada tanggal 27 April 2024, menunjukkan bahwa terjadi penghematan konsumsi listrik sebesar 83 MWh, yang merupakan selisih beban listrik antara jam 20.30 dan 21.30.

Dengan penghematan tersebut, diperoleh penghematan materiil sebesar Rp 120.121.280, dihitung berdasarkan penghematan listrik sebesar 83 MWh dengan harga Rp 1.444,70 per KWh.

BACA JUGA:
Pemerintah Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Lewat Pemanfaatan Limbah B3
Selain itu, juga tercatat penurunan emisi karbon (CO2) sebesar 70,67 ton, dihitung berdasarkan penghematan listrik sebesar 83 MWh dengan nilai 0,85 kg CO2 per KWh.



&amp;ldquo;Saat lampu dimatikan pada aksi tersebut, listrik yang tidak digunakan sebanyak 83 MWh. Ini berarti ada penghematan uang sebesar Rp. 120.121.280, dan juga penurunan emisi carbon sebesar 70,67 ton CO2,&amp;rdquo; ujar Asep dalam keterangannya.



Menurutnya, angka-angka itu menunjukkan bahwa aksi hemat energi memiliki dampak yang signifikan terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca dan penghematan biaya.



&quot;Karena memiliki dampak yang signifikan, program ini akan terus dijalankan beberapa kali dalam satu tahun. Harapannya warga Jakarta dapat membudayakan hemat energi dalam kesehariannya,&quot; ucap Asep.



Asep mengajak seluruh warga Jakarta untuk ikut berpartisipasi dalam menghemat listrik untuk mengurangi emisi gas kaca atau karbon dengan melakukan beberapa langkah sederhana di rumah.



&amp;ldquo;Dengan aksi hemat energi yang dilakukan secara konsisten, kita dapat menciptakan Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan,&amp;rdquo; pungkas Asep.

</content:encoded></item></channel></rss>
