<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pola Luka di Kepala Brigadir RAT Sesuai Luka Tembak Tempel Senpi</title><description>Jenazah Brigadir RAT terdapat luka tembak di bagian kepalanya, tepatnya di pelipis kanan dan kiri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/29/338/3002166/pola-luka-di-kepala-brigadir-rat-sesuai-luka-tembak-tempel-senpi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/29/338/3002166/pola-luka-di-kepala-brigadir-rat-sesuai-luka-tembak-tempel-senpi"/><item><title>Pola Luka di Kepala Brigadir RAT Sesuai Luka Tembak Tempel Senpi</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/29/338/3002166/pola-luka-di-kepala-brigadir-rat-sesuai-luka-tembak-tempel-senpi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/29/338/3002166/pola-luka-di-kepala-brigadir-rat-sesuai-luka-tembak-tempel-senpi</guid><pubDate>Senin 29 April 2024 16:48 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/29/338/3002166/pola-luka-di-kepala-brigadir-rat-sesuai-luka-tembak-tempel-senpi-kWJ8f8VMQN.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/29/338/3002166/pola-luka-di-kepala-brigadir-rat-sesuai-luka-tembak-tempel-senpi-kWJ8f8VMQN.jpeg</image><title>Ilustrasi (Foto: Freepik)</title></images><description>


JAKARTA - Tim Dokter Forensik Pusdokkes Polri, dr. Asri membeberkan hasil pemeriksaan jenazah Brigadir RAT terdapat luka tembak di bagian kepalanya, tepatnya di pelipis kanan dan kiri. Pola luka itu sesusi dengan luka tembak tempel senjata api.
&quot;Kami temukan 1 buah luka tembak masuk pada pelipis kanan dan 1 buah luka tembak keluar pada pelipis kiri. Luka-luka tersebur menurut pola lukanya sesuai dengan luka tembak tempel senjata api,&quot; ujar dr. Asri pada wartawan, Senin (29/4/2024).

BACA JUGA:
Terkuak, Ini Alasan Keluarga Brigadir RAT Tolak Dilakukan Autopsi

Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan jenazah Brigadir RAT di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, jenazah Brigadir RAT tiba di RS Polri dengan diantar oleh anggota Polsek Mampang pada 25 April 2024 sekira pukul 22.00 WIB disertai adanya surat permintaan visum.
Terdapat luka terbuka di bagian kepala, tepatnya di pelipis kanan dan kiri pada jenazah yang berusia sekitar 20-40 tahunan itu.
&quot;Kasus dengan luka tembak seperti ini kita akan melakukan koordinasi untuk permeriksaan GSR yang dilakukan oleh Tim Balistik Puslabfor Polri. Pemeriksaan pada tubuh jenazah kami tunda sampai pemeriksaan GSR oleh Tim Balistik Puslabfor Polri selesai dilakukan,&quot; tuturnya.

BACA JUGA:
Kementan Keluarkan Rp3 Juta Tiap Hari untuk Makan Online dan Laundry di Rumah Dinas SYL

Dia menerangkan, sebelum dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah Brigadir RAT, tim dokkes lebih dahulu melakukan ronsen dan pemeriksaan CT Scan pada bagian kepala jenazah. Adapun pemeriksaan GSR, Ronsen, dan CT Scan dilakukan pada malam itu juga dan selesai pada tanggal 26 April 2024.
&quot;Esok harinya kami lakukan pemeriksaan luar pada jenazah, secara lengkap oleh Tim Kedokteran Forensik RS Bhayangkara tingkat 1,&quot; tuturnya.Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan lengkap pada jenazah Brigadir RAT, ditemukan 1 buah luka tembak masuk pada pelipis kanan dan 1 buah luka tembak keluar pada pelipis kiri. Adapun luka-luka tersebut menurut pola lukanya sesuai dengan luka tembak tempel senjata api.
&quot;Hasil rongen menunjukkan tak ada anak peluru di dalam rongga kepala, sedangkan CT Scan menunjukkan terdapat patah tulang-tukang kepala. Dilakukan pemeriksaan terhadap seluruh tubuh dan kami tak menemukan tanda kekerasan pada tubuh,&quot; katanya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Tim Dokter Forensik Pusdokkes Polri, dr. Asri membeberkan hasil pemeriksaan jenazah Brigadir RAT terdapat luka tembak di bagian kepalanya, tepatnya di pelipis kanan dan kiri. Pola luka itu sesusi dengan luka tembak tempel senjata api.
&quot;Kami temukan 1 buah luka tembak masuk pada pelipis kanan dan 1 buah luka tembak keluar pada pelipis kiri. Luka-luka tersebur menurut pola lukanya sesuai dengan luka tembak tempel senjata api,&quot; ujar dr. Asri pada wartawan, Senin (29/4/2024).

BACA JUGA:
Terkuak, Ini Alasan Keluarga Brigadir RAT Tolak Dilakukan Autopsi

Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan jenazah Brigadir RAT di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, jenazah Brigadir RAT tiba di RS Polri dengan diantar oleh anggota Polsek Mampang pada 25 April 2024 sekira pukul 22.00 WIB disertai adanya surat permintaan visum.
Terdapat luka terbuka di bagian kepala, tepatnya di pelipis kanan dan kiri pada jenazah yang berusia sekitar 20-40 tahunan itu.
&quot;Kasus dengan luka tembak seperti ini kita akan melakukan koordinasi untuk permeriksaan GSR yang dilakukan oleh Tim Balistik Puslabfor Polri. Pemeriksaan pada tubuh jenazah kami tunda sampai pemeriksaan GSR oleh Tim Balistik Puslabfor Polri selesai dilakukan,&quot; tuturnya.

BACA JUGA:
Kementan Keluarkan Rp3 Juta Tiap Hari untuk Makan Online dan Laundry di Rumah Dinas SYL

Dia menerangkan, sebelum dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah Brigadir RAT, tim dokkes lebih dahulu melakukan ronsen dan pemeriksaan CT Scan pada bagian kepala jenazah. Adapun pemeriksaan GSR, Ronsen, dan CT Scan dilakukan pada malam itu juga dan selesai pada tanggal 26 April 2024.
&quot;Esok harinya kami lakukan pemeriksaan luar pada jenazah, secara lengkap oleh Tim Kedokteran Forensik RS Bhayangkara tingkat 1,&quot; tuturnya.Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan lengkap pada jenazah Brigadir RAT, ditemukan 1 buah luka tembak masuk pada pelipis kanan dan 1 buah luka tembak keluar pada pelipis kiri. Adapun luka-luka tersebut menurut pola lukanya sesuai dengan luka tembak tempel senjata api.
&quot;Hasil rongen menunjukkan tak ada anak peluru di dalam rongga kepala, sedangkan CT Scan menunjukkan terdapat patah tulang-tukang kepala. Dilakukan pemeriksaan terhadap seluruh tubuh dan kami tak menemukan tanda kekerasan pada tubuh,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
