<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sebut Israel Murah Hati, Inggris-Amerika Minta Hamas Terima Gencatan Senjata   </title><description>Sejak invas Israel di jalur Gaza 7 Oktober tahun lalu, korban tewas Palestina melonjak mencapai angka 34.488 orang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/30/214/3002538/sebut-israel-murah-hati-inggris-amerika-minta-hamas-terima-gencatan-senjata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/30/214/3002538/sebut-israel-murah-hati-inggris-amerika-minta-hamas-terima-gencatan-senjata"/><item><title>Sebut Israel Murah Hati, Inggris-Amerika Minta Hamas Terima Gencatan Senjata   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/30/214/3002538/sebut-israel-murah-hati-inggris-amerika-minta-hamas-terima-gencatan-senjata</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/30/214/3002538/sebut-israel-murah-hati-inggris-amerika-minta-hamas-terima-gencatan-senjata</guid><pubDate>Selasa 30 April 2024 14:01 WIB</pubDate><dc:creator>Maruf El Rumi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/30/214/3002538/sebut-israel-murah-hati-inggris-amerika-minta-hamas-terima-gencatan-senjata-rhCGQDTLVk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Puing puing bangunan imbas serangan Israel di wilayah Gaza. (Foto: WAFA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/30/214/3002538/sebut-israel-murah-hati-inggris-amerika-minta-hamas-terima-gencatan-senjata-rhCGQDTLVk.jpg</image><title>Puing puing bangunan imbas serangan Israel di wilayah Gaza. (Foto: WAFA)</title></images><description>GAZA - Sejak invas Israel di jalur Gaza 7 Oktober tahun lalu, korban tewas Palestina melonjak mencapai angka 34.488 orang. Dalam kondisi tersebut, dua sekutu Israel Amerika Serikat dan Inggris justru menekan Hamas untuk menerima tawaran gencatan senjata di Gaza.
Kantor berita Palestina WAFA, mengutip sumber dari tim medis menyebutkan selain  34.488 meninggal, ada 77.643 lainnya mengalalmi luka akibat agresi tanpa jeda tersebut. Bahkan dalam 24 jam terakhir setidaknya 34 orang tewas dan 68 lainnya terluka dalam serangan Israel pada Senin (29/4/.

BACA JUGA:
Serangan Udara Israel Hantam 3 Rumah di Rafah, 13 Warga Palestina Tewas

&quot;Masih banyak korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan karena tim penyelamat masih belum dapat menjangkau mereka,&quot; tulis WAFA mengutip sumbernya. Amerika Serikat dan Inggris pun masih menjadikan Hamas sebagai pihak yang bertanggung jawab.

BACA JUGA:
Terbang ke Arab, Menlu AS Bertemu Putra Mahkota Saudi Bahas Situasi Gaza dan Timur Tengah

Salah satunya saat mereka meminta agar pejuang Hamas menerima tawaran gencatan senjata Israel. Permintaan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron. Dia mengungkapkan, proposal Israel yang disampaikan kepada Hamas mencakup gencatan senjata selama 40 hari dan pembebasan &amp;ldquo;kemungkinan ribuan&amp;rdquo; tahanan Palestina sebagai imbalan atas pembebasan beberapa sandera Israel.
Menurut Cameron, tawaran tersebut merupakan bentuk kemurahan hati dari Israel. &amp;ldquo;Saya berharap Hamas menerima usulan mereka,&amp;rdquo; katanya, dan menekankan bahwa perang tidak akan berakhir sampai semua tawanan dibebaskan.
Tawaran gencatan senjata 40 hari ini muncul dalam pertemuan ke Mesir untuk menghentikan perang Israel yang tiada henti di Gaza. Pejuang Hamas dipimpin Khalil al-Hayya yang menjadi wakil ketua di Jalur Gaza.


BACA JUGA:
7 Pekerja Tewas Dibunuh Israel, World Central Kitchen Tetap Akan Pasok Bantuan Makanan ke Gaza


Hamas telah berulang kali mengatakan bahwa mereka menginginkan diakhirinya pertempuran secara permanen sebagai bagian dari kesepakatan untuk membebaskan tawanan. Di satu sisi, menteri garis keras Israel memperingatkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahwa pemerintahannya akan runtuh jika gencatan senjata disepakati dengan Hamas dengan imbalan tawanan.

BACA JUGA:
Hamas Rilis Video Baru  Tampilkan 2 Sandera Israel


Israel meminta kurang dari 40 dari 130 atau lebih tawanan yang ditahan Hamas, dan sebagai imbalannya, mereka akan membebaskan tahanan Palestina. &amp;ldquo;Mereka harus mengambil keputusan &amp;ndash; dan mereka harus mengambil keputusan dengan cepat&amp;hellip; Saya berharap mereka akan membuat keputusan yang tepat,&amp;rdquo; kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dikutip Al-Jazeera.
</description><content:encoded>GAZA - Sejak invas Israel di jalur Gaza 7 Oktober tahun lalu, korban tewas Palestina melonjak mencapai angka 34.488 orang. Dalam kondisi tersebut, dua sekutu Israel Amerika Serikat dan Inggris justru menekan Hamas untuk menerima tawaran gencatan senjata di Gaza.
Kantor berita Palestina WAFA, mengutip sumber dari tim medis menyebutkan selain  34.488 meninggal, ada 77.643 lainnya mengalalmi luka akibat agresi tanpa jeda tersebut. Bahkan dalam 24 jam terakhir setidaknya 34 orang tewas dan 68 lainnya terluka dalam serangan Israel pada Senin (29/4/.

BACA JUGA:
Serangan Udara Israel Hantam 3 Rumah di Rafah, 13 Warga Palestina Tewas

&quot;Masih banyak korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan karena tim penyelamat masih belum dapat menjangkau mereka,&quot; tulis WAFA mengutip sumbernya. Amerika Serikat dan Inggris pun masih menjadikan Hamas sebagai pihak yang bertanggung jawab.

BACA JUGA:
Terbang ke Arab, Menlu AS Bertemu Putra Mahkota Saudi Bahas Situasi Gaza dan Timur Tengah

Salah satunya saat mereka meminta agar pejuang Hamas menerima tawaran gencatan senjata Israel. Permintaan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron. Dia mengungkapkan, proposal Israel yang disampaikan kepada Hamas mencakup gencatan senjata selama 40 hari dan pembebasan &amp;ldquo;kemungkinan ribuan&amp;rdquo; tahanan Palestina sebagai imbalan atas pembebasan beberapa sandera Israel.
Menurut Cameron, tawaran tersebut merupakan bentuk kemurahan hati dari Israel. &amp;ldquo;Saya berharap Hamas menerima usulan mereka,&amp;rdquo; katanya, dan menekankan bahwa perang tidak akan berakhir sampai semua tawanan dibebaskan.
Tawaran gencatan senjata 40 hari ini muncul dalam pertemuan ke Mesir untuk menghentikan perang Israel yang tiada henti di Gaza. Pejuang Hamas dipimpin Khalil al-Hayya yang menjadi wakil ketua di Jalur Gaza.


BACA JUGA:
7 Pekerja Tewas Dibunuh Israel, World Central Kitchen Tetap Akan Pasok Bantuan Makanan ke Gaza


Hamas telah berulang kali mengatakan bahwa mereka menginginkan diakhirinya pertempuran secara permanen sebagai bagian dari kesepakatan untuk membebaskan tawanan. Di satu sisi, menteri garis keras Israel memperingatkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahwa pemerintahannya akan runtuh jika gencatan senjata disepakati dengan Hamas dengan imbalan tawanan.

BACA JUGA:
Hamas Rilis Video Baru  Tampilkan 2 Sandera Israel


Israel meminta kurang dari 40 dari 130 atau lebih tawanan yang ditahan Hamas, dan sebagai imbalannya, mereka akan membebaskan tahanan Palestina. &amp;ldquo;Mereka harus mengambil keputusan &amp;ndash; dan mereka harus mengambil keputusan dengan cepat&amp;hellip; Saya berharap mereka akan membuat keputusan yang tepat,&amp;rdquo; kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dikutip Al-Jazeera.
</content:encoded></item></channel></rss>
