<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>31 Bencana Alam Landa Tanah Air dalam Sepekan, 11 Orang Meninggal</title><description>Secara umum dalam 3 minggu terakhir kejadian bencana yang cukup signifikan yakni bencana geologi dan vulkanologi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/30/337/3002434/31-bencana-alam-landa-tanah-air-dalam-sepekan-11-orang-meninggal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/30/337/3002434/31-bencana-alam-landa-tanah-air-dalam-sepekan-11-orang-meninggal"/><item><title>31 Bencana Alam Landa Tanah Air dalam Sepekan, 11 Orang Meninggal</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/30/337/3002434/31-bencana-alam-landa-tanah-air-dalam-sepekan-11-orang-meninggal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/30/337/3002434/31-bencana-alam-landa-tanah-air-dalam-sepekan-11-orang-meninggal</guid><pubDate>Selasa 30 April 2024 10:41 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/30/337/3002434/31-bencana-alam-landa-tanah-air-dalam-sepekan-11-orang-meninggal-SRJBRZELMl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">31 Bencana Landa Tanah Air/Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/30/337/3002434/31-bencana-alam-landa-tanah-air-dalam-sepekan-11-orang-meninggal-SRJBRZELMl.jpg</image><title>31 Bencana Landa Tanah Air/Foto: Okezone</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8zMC8xLzE4MDE1NC81L3g4eG9rd2U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sebanyak 31 kejadian bencana alam melanda dalam sepekan terakhir atau per 22 sampai 29 April 2024. Dari jumlah kejadian bencana itu, masih didominasi oleh hidrometeorologi basah.
&amp;ldquo;Dalam satu pekan ada 31 kejadian bencana, masih dominan hidrometeorologi basah meskipun kita sudah di penghujung bulan April ya,&amp;rdquo; kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam Disaster Briefing, dikutip Selasa (30/4/2024).



Gunung Ruang Meletus Dahsyat, Status Naik Menjadi Awas Level IV&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;


Aam sapaan Abdul Muhari mengatakan dari 31 kejadian bencana selama sepekan ada 11 orang yang meninggal dunia.
&amp;ldquo;Secara umum jadi ini jumlah korban meninggal cukup signifikan ya. Ada 11 jiwa dalam satu minggu. Jadi ini harus menjadi evaluasi kita bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan.&amp;rdquo;


Gunung Ruang Erupsi, Tinggi Letusan 5.000 Meter di Atas Puncak Begini Penampakannya


Sementara itu, dia mengatakan secara umum dalam 3 minggu terakhir kejadian bencana yang cukup signifikan yakni bencana geologi dan vulkanologi. &amp;ldquo;Jadi sebelumnya ada erupsi Marapi, kemudian ada erupsi Gunung Ruang,&amp;rdquo;ucapnya.



Aam mengatakan kejadian bencana tanah longsor juga masih menjadi atensi mengingat dalam sepekan ada 3 orang meninggal akibat longsor.&amp;ldquo;Tiga hari yang lalu tepatnya di hari Sabtu ada gempa di Garut cukup signifikan tetapi sebelumnya yang juga harus kita waspadai Garut ini sebelumnya sebelum gempa ini, satu minggu sebelumnya itu juga mengalami longsor, 3 orang meninggal dunia,&amp;rdquo; ujar Aam.







&amp;ldquo;Jadi perlu sangat penting untuk diperhatikan bahwa guncangan gempa itu mungkin saja membuat rekahan-rekahan di perbukitan yang juga berpotensi kalau ada turun hujan itu longsor susulan,&amp;rdquo; pungkasnya.

</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8zMC8xLzE4MDE1NC81L3g4eG9rd2U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sebanyak 31 kejadian bencana alam melanda dalam sepekan terakhir atau per 22 sampai 29 April 2024. Dari jumlah kejadian bencana itu, masih didominasi oleh hidrometeorologi basah.
&amp;ldquo;Dalam satu pekan ada 31 kejadian bencana, masih dominan hidrometeorologi basah meskipun kita sudah di penghujung bulan April ya,&amp;rdquo; kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam Disaster Briefing, dikutip Selasa (30/4/2024).



Gunung Ruang Meletus Dahsyat, Status Naik Menjadi Awas Level IV&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;


Aam sapaan Abdul Muhari mengatakan dari 31 kejadian bencana selama sepekan ada 11 orang yang meninggal dunia.
&amp;ldquo;Secara umum jadi ini jumlah korban meninggal cukup signifikan ya. Ada 11 jiwa dalam satu minggu. Jadi ini harus menjadi evaluasi kita bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan.&amp;rdquo;


Gunung Ruang Erupsi, Tinggi Letusan 5.000 Meter di Atas Puncak Begini Penampakannya


Sementara itu, dia mengatakan secara umum dalam 3 minggu terakhir kejadian bencana yang cukup signifikan yakni bencana geologi dan vulkanologi. &amp;ldquo;Jadi sebelumnya ada erupsi Marapi, kemudian ada erupsi Gunung Ruang,&amp;rdquo;ucapnya.



Aam mengatakan kejadian bencana tanah longsor juga masih menjadi atensi mengingat dalam sepekan ada 3 orang meninggal akibat longsor.&amp;ldquo;Tiga hari yang lalu tepatnya di hari Sabtu ada gempa di Garut cukup signifikan tetapi sebelumnya yang juga harus kita waspadai Garut ini sebelumnya sebelum gempa ini, satu minggu sebelumnya itu juga mengalami longsor, 3 orang meninggal dunia,&amp;rdquo; ujar Aam.







&amp;ldquo;Jadi perlu sangat penting untuk diperhatikan bahwa guncangan gempa itu mungkin saja membuat rekahan-rekahan di perbukitan yang juga berpotensi kalau ada turun hujan itu longsor susulan,&amp;rdquo; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
