<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Arab Saudi Siap Sambut 241 Ribu Jemaah Haji Indonesia</title><description>Arab Saudi siap meningkatkan layanan haji tahun ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/30/337/3002773/arab-saudi-siap-sambut-241-ribu-jemaah-haji-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/30/337/3002773/arab-saudi-siap-sambut-241-ribu-jemaah-haji-indonesia"/><item><title>Arab Saudi Siap Sambut 241 Ribu Jemaah Haji Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/30/337/3002773/arab-saudi-siap-sambut-241-ribu-jemaah-haji-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/30/337/3002773/arab-saudi-siap-sambut-241-ribu-jemaah-haji-indonesia</guid><pubDate>Selasa 30 April 2024 22:25 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/30/337/3002773/arab-saudi-siap-sambut-241-ribu-jemaah-haji-indonesia-OCAGTHn8Ey.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq Al Rabiah (Foto: MPI/Widya)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/30/337/3002773/arab-saudi-siap-sambut-241-ribu-jemaah-haji-indonesia-OCAGTHn8Ey.jpg</image><title>Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq Al Rabiah (Foto: MPI/Widya)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8zMC8xOS8xODAxNzUvNS94OHhwNmRl&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi telah siap menyambut baik kedatangan sebanyak 241 ribu jemaah Indonesia yang akan berangkat haji pada tahun ini. Hal ini terlihat dari peningkatan layanan haji yang telah disiapkan oleh kerajaan Arab Saudi.

&quot;Pemerintah Arab Saudi telah siap untuk menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia yaitu sebanyak 241 ribu jemaah tahun ini,&quot; kata Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah saat ditemui wartawan di Hotel St.Regist Jakarta, Selasa (30/4/2024).

Pemerintah Arab Saudi, lanjutnya terus memberikan perhatian terhadap pentingnya pelaksanaan ibadah haji. Dimana ibadah haji kali ini wajib menggunakan visa resmi dan mengikuti aturan secara prosedural.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Arab Saudi Kembali Buka Umrah pada 20 Juni, Sepekan Usai Ibadah Haji

&quot;Mereka-mereka yang ingin berangkat ke Arab Saudi untuk melakukan ibadah haji harus melalui jalur resmi. Tidak ada lagi mereka-mereka yang pergi tanpa jalur resmi atau bukan Visa haji,&quot; kata dia.

Bahkan Pemerintah Arab Saudi, juga memberikan tindakan tegas bagi siapapun yang menggunakan visa tidak resmi. Tujuan daripada pengetatan ini yakni guna menjamin keamanan dan keselamatan secara umum termasuk jamaah haji yang datang dari Indonesia.

&quot;Tahun ini sangat ketat sekali karena mereka-mereka yang melanggar aturan ini tentu akan dikenakan sanksi yang sangat berat,&quot;katanya.

Selain itu, pada tahun ini Pemerintah Arab Saudi mulai menggunakan sistem atau yang disebut dengan aplikasi nusuk untuk haji. Dimana nantinya para jemaah haji akan mendapatkan kartu pintar atau smart card dan hanya dimiliki oleh jemaah yang menggunakan visa haji.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tindak Tegas Travel Haji Tanpa Visa Resmi, Gus Men: Jamaah yang Tidak Prosedural Ibadahnya Tidak Sah

Dia menyebut bahwa kartu tersebut berisi informasi terkait haji yang akan membantu jamaah untuk mengetahui lokasi-lokasi yang ada di tempat pelaksanaan ibadah haji. Pada kartu tersebut juga ada sertifikat selesai melaksanakan ibadah haji.

&quot;Aplikasi ini baru diperkenalkan untuk pertama kalinya di Indonesia. Ini memudahkan pergerakan pada jemaah Indonesia  karena dalam kartu pintar Ini mengandung beberapa informasi komplit berkaitan dengan masalah-masalah yang diperlukan oleh jamaah haji pada saat melaksanakan ibadah di sana,&quot;katanya.

Selain itu, smart card itu juga bisa menjadi kenang-kenangan bagi jemaah yang telah melaksanakan ibadah haji.

&quot;Selain sebagai informasi tentu sebagai kenang-kenangan untuk jamaah haji. Bahwa 'oh saya sudah pernah naik haji dan ini buktinya, saya punya smart card,&quot;tutur dia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8zMC8xOS8xODAxNzUvNS94OHhwNmRl&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi telah siap menyambut baik kedatangan sebanyak 241 ribu jemaah Indonesia yang akan berangkat haji pada tahun ini. Hal ini terlihat dari peningkatan layanan haji yang telah disiapkan oleh kerajaan Arab Saudi.

&quot;Pemerintah Arab Saudi telah siap untuk menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia yaitu sebanyak 241 ribu jemaah tahun ini,&quot; kata Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah saat ditemui wartawan di Hotel St.Regist Jakarta, Selasa (30/4/2024).

Pemerintah Arab Saudi, lanjutnya terus memberikan perhatian terhadap pentingnya pelaksanaan ibadah haji. Dimana ibadah haji kali ini wajib menggunakan visa resmi dan mengikuti aturan secara prosedural.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Arab Saudi Kembali Buka Umrah pada 20 Juni, Sepekan Usai Ibadah Haji

&quot;Mereka-mereka yang ingin berangkat ke Arab Saudi untuk melakukan ibadah haji harus melalui jalur resmi. Tidak ada lagi mereka-mereka yang pergi tanpa jalur resmi atau bukan Visa haji,&quot; kata dia.

Bahkan Pemerintah Arab Saudi, juga memberikan tindakan tegas bagi siapapun yang menggunakan visa tidak resmi. Tujuan daripada pengetatan ini yakni guna menjamin keamanan dan keselamatan secara umum termasuk jamaah haji yang datang dari Indonesia.

&quot;Tahun ini sangat ketat sekali karena mereka-mereka yang melanggar aturan ini tentu akan dikenakan sanksi yang sangat berat,&quot;katanya.

Selain itu, pada tahun ini Pemerintah Arab Saudi mulai menggunakan sistem atau yang disebut dengan aplikasi nusuk untuk haji. Dimana nantinya para jemaah haji akan mendapatkan kartu pintar atau smart card dan hanya dimiliki oleh jemaah yang menggunakan visa haji.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tindak Tegas Travel Haji Tanpa Visa Resmi, Gus Men: Jamaah yang Tidak Prosedural Ibadahnya Tidak Sah

Dia menyebut bahwa kartu tersebut berisi informasi terkait haji yang akan membantu jamaah untuk mengetahui lokasi-lokasi yang ada di tempat pelaksanaan ibadah haji. Pada kartu tersebut juga ada sertifikat selesai melaksanakan ibadah haji.

&quot;Aplikasi ini baru diperkenalkan untuk pertama kalinya di Indonesia. Ini memudahkan pergerakan pada jemaah Indonesia  karena dalam kartu pintar Ini mengandung beberapa informasi komplit berkaitan dengan masalah-masalah yang diperlukan oleh jamaah haji pada saat melaksanakan ibadah di sana,&quot;katanya.

Selain itu, smart card itu juga bisa menjadi kenang-kenangan bagi jemaah yang telah melaksanakan ibadah haji.

&quot;Selain sebagai informasi tentu sebagai kenang-kenangan untuk jamaah haji. Bahwa 'oh saya sudah pernah naik haji dan ini buktinya, saya punya smart card,&quot;tutur dia.</content:encoded></item></channel></rss>
