<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir 1 Meter Masih Rendam Perumahan di Tangerang, Warga Mulai Terserang Penyakit</title><description>Banjir setinggi satu meter masih merendam ratusan rumah warga di Perumahan Grand Harmoni Dua.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/30/338/3002469/banjir-1-meter-masih-rendam-perumahan-di-tangerang-warga-mulai-terserang-penyakit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/30/338/3002469/banjir-1-meter-masih-rendam-perumahan-di-tangerang-warga-mulai-terserang-penyakit"/><item><title>Banjir 1 Meter Masih Rendam Perumahan di Tangerang, Warga Mulai Terserang Penyakit</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/30/338/3002469/banjir-1-meter-masih-rendam-perumahan-di-tangerang-warga-mulai-terserang-penyakit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/30/338/3002469/banjir-1-meter-masih-rendam-perumahan-di-tangerang-warga-mulai-terserang-penyakit</guid><pubDate>Selasa 30 April 2024 11:42 WIB</pubDate><dc:creator>Aimar Rani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/30/338/3002469/banjir-1-meter-masih-rendam-perumahan-di-tangerang-warga-mulai-terserang-penyakit-AMNwEkGdEn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga korban banjir di Tangerang mulai terserang penyakit (Foto: Aimar Rani) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/30/338/3002469/banjir-1-meter-masih-rendam-perumahan-di-tangerang-warga-mulai-terserang-penyakit-AMNwEkGdEn.jpg</image><title>Warga korban banjir di Tangerang mulai terserang penyakit (Foto: Aimar Rani) </title></images><description>TANGERANG - Banjir setinggi satu meter masih merendam ratusan rumah warga di Perumahan Grand Harmoni Dua, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Selasa (30/4/2024) pagi

Masih tingginya banjir membuat 150 kepala keluarga masih mengungsi di masjid, kantor pemasaran perumahan dan tenda milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

&quot;Kondisi masih kaya kemarin, belum ada penampakan air surut,&quot; kata salah seorang warga, Hayubi.

BACA JUGA:
Rumah Panggung di Palembang Terbakar, 1 Orang Tewas dan 2 Luka-Luka


Selain mengganggu aktivitas warga, banjir yang sudah terjadi selama dua hari ini juga mulai membuat warga terserang penyakit seperti gatal-gatal dan flu.

&quot;Mulai gatal, karena berendam sampai malam itu,&quot; ujar warga, Marni.

Warga yang terserang penyakit pun terlihat silih berganti mendatangi posko kesehatan yang didirikan di tengah permukiman yang tidak terkena banjir.

BACA JUGA:
 Sungai Batanghari Kembali Meluap, Tiga Desa di Muarojambi Terendam Banjir


Petugas Puskesmas Sukamulya, Eka mengatakan, dari 60 warga yang datang, kebanyakan dari mereka mengalami gatal-gatal akibat terlalu lama di dalam air.



Sebelumnya, banjir merendam 120 rumah warga di Perumahan Grand Harmoni 2, Sukamulya, Kabupaten Tangerang sejak minggu 28 April 2024.



Banjir dengan ketinggian 30 sentimeter hingga 1 meter ini terjadi akibat tanggul di bibir Sungai Cimanceuri jebol hingga air mengalir deras ke permukiman.

</description><content:encoded>TANGERANG - Banjir setinggi satu meter masih merendam ratusan rumah warga di Perumahan Grand Harmoni Dua, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Selasa (30/4/2024) pagi

Masih tingginya banjir membuat 150 kepala keluarga masih mengungsi di masjid, kantor pemasaran perumahan dan tenda milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

&quot;Kondisi masih kaya kemarin, belum ada penampakan air surut,&quot; kata salah seorang warga, Hayubi.

BACA JUGA:
Rumah Panggung di Palembang Terbakar, 1 Orang Tewas dan 2 Luka-Luka


Selain mengganggu aktivitas warga, banjir yang sudah terjadi selama dua hari ini juga mulai membuat warga terserang penyakit seperti gatal-gatal dan flu.

&quot;Mulai gatal, karena berendam sampai malam itu,&quot; ujar warga, Marni.

Warga yang terserang penyakit pun terlihat silih berganti mendatangi posko kesehatan yang didirikan di tengah permukiman yang tidak terkena banjir.

BACA JUGA:
 Sungai Batanghari Kembali Meluap, Tiga Desa di Muarojambi Terendam Banjir


Petugas Puskesmas Sukamulya, Eka mengatakan, dari 60 warga yang datang, kebanyakan dari mereka mengalami gatal-gatal akibat terlalu lama di dalam air.



Sebelumnya, banjir merendam 120 rumah warga di Perumahan Grand Harmoni 2, Sukamulya, Kabupaten Tangerang sejak minggu 28 April 2024.



Banjir dengan ketinggian 30 sentimeter hingga 1 meter ini terjadi akibat tanggul di bibir Sungai Cimanceuri jebol hingga air mengalir deras ke permukiman.

</content:encoded></item></channel></rss>
