<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Breaking News! Gunung Ruang Kembali Meletus, Disertai Hujan Batu dan Gempa</title><description>Saat ini, kata dia, Gunung Ruang berada pada Status Level IV (Awas).</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/30/340/3002374/breaking-news-gunung-ruang-kembali-meletus-disertai-hujan-batu-dan-gempa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/30/340/3002374/breaking-news-gunung-ruang-kembali-meletus-disertai-hujan-batu-dan-gempa"/><item><title>Breaking News! Gunung Ruang Kembali Meletus, Disertai Hujan Batu dan Gempa</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/30/340/3002374/breaking-news-gunung-ruang-kembali-meletus-disertai-hujan-batu-dan-gempa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/30/340/3002374/breaking-news-gunung-ruang-kembali-meletus-disertai-hujan-batu-dan-gempa</guid><pubDate>Selasa 30 April 2024 07:22 WIB</pubDate><dc:creator>Subhan Sabu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/30/340/3002374/breaking-news-gunung-ruang-kembali-meletus-disertai-hujan-batu-dan-gempa-8xsjNGhBAP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Ruang Kembali Meletus</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/30/340/3002374/breaking-news-gunung-ruang-kembali-meletus-disertai-hujan-batu-dan-gempa-8xsjNGhBAP.jpg</image><title>Gunung Ruang Kembali Meletus</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMS8xLzE3OTg0Ny81L3g4eDdnZXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

MANADO - Gunung Ruang di Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) kembali meletus pada Selasa, (30/4/2024).
Namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 55 mm dan durasi sementara ini kurang lebih 10 menit.

BACA JUGA:
 BNPB Larang Warga Memasuki Dua Kampung di Kaki Gunung Ruang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ketua pos Pemantau Gunung Api (PGA) Gunung Ruang Yulius Ramopolii melaporkan bahwa gemuruh kencang erupsi Gunung Ruang sangat terasa.

BACA JUGA:
3.614 Rumah Rusak Akibat Erupsi Gunung Ruang, 3.582 Orang Masih Mengungsi

&quot;Hujan batu di Pos, gempa terasa dari erupsi, mati listrik karena dimatikan oleh PLN, suasana mencekam, seismik BPPTKG di pulau off dan suara masih gemuruh terdengar disertai kaca gemetar,&quot; tutur Yulius.
Saat ini, kata dia, Gunung Ruang berada pada Status Level IV (Awas), masyarakat di sekitar Gunung ruang dan pengunjung atau wisatawan agar tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius 6 km dari pusat kawah aktif Gunung Ruang.


Masyarakat yang bermukim pada wilayah Pulau Tagulandang yang masuk dalam radius 6 km agar segera dievakuasi ke tempat aman di luar radius 6 km.
Masyarakat di Pulau Tagulandang, khususnya yang bermukim di dekat pantai, agar mewaspadai potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas (surge) dan tsunami akibat material erupsi yang masuk ke laut dan runtuhnya tubuh gunungapi ke dalam laut.

&quot;Masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan masker, untuk menghindari paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernafasan,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMS8xLzE3OTg0Ny81L3g4eDdnZXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

MANADO - Gunung Ruang di Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) kembali meletus pada Selasa, (30/4/2024).
Namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 55 mm dan durasi sementara ini kurang lebih 10 menit.

BACA JUGA:
 BNPB Larang Warga Memasuki Dua Kampung di Kaki Gunung Ruang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ketua pos Pemantau Gunung Api (PGA) Gunung Ruang Yulius Ramopolii melaporkan bahwa gemuruh kencang erupsi Gunung Ruang sangat terasa.

BACA JUGA:
3.614 Rumah Rusak Akibat Erupsi Gunung Ruang, 3.582 Orang Masih Mengungsi

&quot;Hujan batu di Pos, gempa terasa dari erupsi, mati listrik karena dimatikan oleh PLN, suasana mencekam, seismik BPPTKG di pulau off dan suara masih gemuruh terdengar disertai kaca gemetar,&quot; tutur Yulius.
Saat ini, kata dia, Gunung Ruang berada pada Status Level IV (Awas), masyarakat di sekitar Gunung ruang dan pengunjung atau wisatawan agar tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius 6 km dari pusat kawah aktif Gunung Ruang.


Masyarakat yang bermukim pada wilayah Pulau Tagulandang yang masuk dalam radius 6 km agar segera dievakuasi ke tempat aman di luar radius 6 km.
Masyarakat di Pulau Tagulandang, khususnya yang bermukim di dekat pantai, agar mewaspadai potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas (surge) dan tsunami akibat material erupsi yang masuk ke laut dan runtuhnya tubuh gunungapi ke dalam laut.

&quot;Masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan masker, untuk menghindari paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernafasan,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
