<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dahsyatnya Letusan Gunung Ruang Sebabkan Manado Gelap Gulita dan Bandara Sam Ratulangi Ditutup</title><description>Saat ini, Gunung Ruang berada pada Status Level IV (Awas).</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/30/340/3002385/dahsyatnya-letusan-gunung-ruang-sebabkan-manado-gelap-gulita-dan-bandara-sam-ratulangi-ditutup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/30/340/3002385/dahsyatnya-letusan-gunung-ruang-sebabkan-manado-gelap-gulita-dan-bandara-sam-ratulangi-ditutup"/><item><title>Dahsyatnya Letusan Gunung Ruang Sebabkan Manado Gelap Gulita dan Bandara Sam Ratulangi Ditutup</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/30/340/3002385/dahsyatnya-letusan-gunung-ruang-sebabkan-manado-gelap-gulita-dan-bandara-sam-ratulangi-ditutup</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/30/340/3002385/dahsyatnya-letusan-gunung-ruang-sebabkan-manado-gelap-gulita-dan-bandara-sam-ratulangi-ditutup</guid><pubDate>Selasa 30 April 2024 07:49 WIB</pubDate><dc:creator>Subhan Sabu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/30/340/3002385/dahsyatnya-letusan-gunung-ruang-sebabkan-manado-gelap-gulita-dan-bandara-sam-ratulangi-ditutup-uvfXM1mdTA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Ruang Kembali Meletus</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/30/340/3002385/dahsyatnya-letusan-gunung-ruang-sebabkan-manado-gelap-gulita-dan-bandara-sam-ratulangi-ditutup-uvfXM1mdTA.jpg</image><title>Gunung Ruang Kembali Meletus</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMS8xLzE3OTg0Ny81L3g4eDdnZXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MANADO- Langit di Kota Manado pagi ini terlihat gelap gulita seakan mendung karena disebabkan letusan Gunung Ruang di Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Selasa (30/4/2024).
Akibat dampak erupsi, operasional bandara internasional Sam Ratulangi Manado ditutup sementara sampai dengan pukul 12.00 Wita.

BACA JUGA:
Breaking News! Gunung Ruang Kembali Meletus, Disertai Hujan Batu dan Gempa

&quot;Mendasari hasil pengamatan aktivitas abu vulkanik gunung ruang dan Notam : A1144/24 NOTAMN, demi menjaga aspek keselamatan dan keamanan penerbangan, operasional bandara Internasional Sam Ratulangi Manado ditutup sementara sampai dengan Selasa 30 April 2024 pukul 12.00 Wita,&quot; ujar Humas Bandara Sam Ratulangi Manado,&amp;nbsp;Yanti Pramono.

BACA JUGA:
3.614 Rumah Rusak Akibat Erupsi Gunung Ruang, 3.582 Orang Masih Mengungsi

Diketahui, Gunung Ruang pertama kali erupsi pada Selasa (16/4) malam. Sekira seminggu terhenti, Gunungapi stratovolcano Tipe-A dengan ketinggian 725 meter di atas pemukaan laut ini kembali erupsi pada Selasa (30/4).
Saat ini, Gunung Ruang berada pada Status Level IV (Awas), masyarakat di sekitar Gunung ruang dan pengunjung atau wisatawan agar tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius 6 km dari pusat kawah aktif Gunung Ruang.

Masyarakat yang bermukim pada wilayah Pulau Tagulandang yang masuk dalam radius 6 km agar segera dievakuasi ke tempat aman di luar radius 6 km.

Masyarakat di Pulau Tagulandang, khususnya yang bermukim di dekat pantai, agar mewaspadai potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas (surge) dan tsunami akibat material erupsi yang masuk ke laut runtuhnya tubuh gunungapi ke dalam laut.



Masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan masker, untuk menghindari paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernafasan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMS8xLzE3OTg0Ny81L3g4eDdnZXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MANADO- Langit di Kota Manado pagi ini terlihat gelap gulita seakan mendung karena disebabkan letusan Gunung Ruang di Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Selasa (30/4/2024).
Akibat dampak erupsi, operasional bandara internasional Sam Ratulangi Manado ditutup sementara sampai dengan pukul 12.00 Wita.

BACA JUGA:
Breaking News! Gunung Ruang Kembali Meletus, Disertai Hujan Batu dan Gempa

&quot;Mendasari hasil pengamatan aktivitas abu vulkanik gunung ruang dan Notam : A1144/24 NOTAMN, demi menjaga aspek keselamatan dan keamanan penerbangan, operasional bandara Internasional Sam Ratulangi Manado ditutup sementara sampai dengan Selasa 30 April 2024 pukul 12.00 Wita,&quot; ujar Humas Bandara Sam Ratulangi Manado,&amp;nbsp;Yanti Pramono.

BACA JUGA:
3.614 Rumah Rusak Akibat Erupsi Gunung Ruang, 3.582 Orang Masih Mengungsi

Diketahui, Gunung Ruang pertama kali erupsi pada Selasa (16/4) malam. Sekira seminggu terhenti, Gunungapi stratovolcano Tipe-A dengan ketinggian 725 meter di atas pemukaan laut ini kembali erupsi pada Selasa (30/4).
Saat ini, Gunung Ruang berada pada Status Level IV (Awas), masyarakat di sekitar Gunung ruang dan pengunjung atau wisatawan agar tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius 6 km dari pusat kawah aktif Gunung Ruang.

Masyarakat yang bermukim pada wilayah Pulau Tagulandang yang masuk dalam radius 6 km agar segera dievakuasi ke tempat aman di luar radius 6 km.

Masyarakat di Pulau Tagulandang, khususnya yang bermukim di dekat pantai, agar mewaspadai potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas (surge) dan tsunami akibat material erupsi yang masuk ke laut runtuhnya tubuh gunungapi ke dalam laut.



Masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan masker, untuk menghindari paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernafasan.</content:encoded></item></channel></rss>
