<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Ruang Erupsi, Masyarakat Diimbau Waspada Lontaran Batu Pijar</title><description>Gunung Ruang di Sulawesi Utara kembali erupsi pada Selasa (30/4/2024) pukul 08:35 WITA.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/30/340/3002447/gunung-ruang-erupsi-masyarakat-diimbau-waspada-lontaran-batu-pijar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/30/340/3002447/gunung-ruang-erupsi-masyarakat-diimbau-waspada-lontaran-batu-pijar"/><item><title>Gunung Ruang Erupsi, Masyarakat Diimbau Waspada Lontaran Batu Pijar</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/30/340/3002447/gunung-ruang-erupsi-masyarakat-diimbau-waspada-lontaran-batu-pijar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/30/340/3002447/gunung-ruang-erupsi-masyarakat-diimbau-waspada-lontaran-batu-pijar</guid><pubDate>Selasa 30 April 2024 11:10 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/30/340/3002447/gunung-ruang-erupsi-masyarakat-diimbau-waspada-lontaran-batu-pijar-hFZhxRJUQX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Ruang erupsi (Foto: PVMBG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/30/340/3002447/gunung-ruang-erupsi-masyarakat-diimbau-waspada-lontaran-batu-pijar-hFZhxRJUQX.jpg</image><title>Gunung Ruang erupsi (Foto: PVMBG)</title></images><description>
BANDUNG - Gunung Ruang di Sulawesi Utara kembali erupsi pada Selasa (30/4/2024) pukul 08:35 WITA. Meski begitu, tingkat aktivitas Gunung Ruang masih tetap berada di Level IV atau awas.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, tinggi kolom abu teramati lebih kurang 5.000 meter di atas puncak atau 5.725 meter di atas permukaan laut.

BACA JUGA:
Gunung Ruang Meletus Dahsyat, Status Naik Menjadi Awas Level IV&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;


Selain itu, kolom abu juga teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan selatan.

&quot;Erupsi disertai awan panas ke segala arah. Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,&quot; tulis PVMBG dalam keteranganya resminya.

BACA JUGA:
Gunung Ruang Erupsi, Tinggi Letusan 5.000 Meter di Atas Puncak Begini Penampakannya


Atas peristiwa ini, PVMBG mengeluarkan enam rekomendasi bagi masyarakat dan pemerintah, di antaranya:

1. Masyarakat di sekitar Gunung Ruang dan pengunjung/wisatawan agar tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius 6 km dari pusat kawah aktif Gunung Ruang.

2. Masyarakat yang bermukim pada wilayah Pulai Tagulandang yang masuk dalam radius 6 km agar segera dievakuasi ke tempat aman di luar radius 6 km.

3. Masyarakat di Pulau Tagulandang, khususnya yang bermukim di dekat pantai, agar mewaspadai potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas (surge), dan dan tsunami akibat material erupsi yang masuk kelaut/runtuhnya tubuh gunungapi ke dalam laut.

4. Masyarakat dihimbau untuk selalu menggunakan masker, untuk menghindari paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernapasan.



5. Masyarakat di sekitar Gunung Ruang diharap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Ruang dan tetap mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Ruang melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Playstore atau melalui website https://magma.esdm.go.id.



6. Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Ruang, Desa Tulusan, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

</description><content:encoded>
BANDUNG - Gunung Ruang di Sulawesi Utara kembali erupsi pada Selasa (30/4/2024) pukul 08:35 WITA. Meski begitu, tingkat aktivitas Gunung Ruang masih tetap berada di Level IV atau awas.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, tinggi kolom abu teramati lebih kurang 5.000 meter di atas puncak atau 5.725 meter di atas permukaan laut.

BACA JUGA:
Gunung Ruang Meletus Dahsyat, Status Naik Menjadi Awas Level IV&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;


Selain itu, kolom abu juga teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan selatan.

&quot;Erupsi disertai awan panas ke segala arah. Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,&quot; tulis PVMBG dalam keteranganya resminya.

BACA JUGA:
Gunung Ruang Erupsi, Tinggi Letusan 5.000 Meter di Atas Puncak Begini Penampakannya


Atas peristiwa ini, PVMBG mengeluarkan enam rekomendasi bagi masyarakat dan pemerintah, di antaranya:

1. Masyarakat di sekitar Gunung Ruang dan pengunjung/wisatawan agar tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius 6 km dari pusat kawah aktif Gunung Ruang.

2. Masyarakat yang bermukim pada wilayah Pulai Tagulandang yang masuk dalam radius 6 km agar segera dievakuasi ke tempat aman di luar radius 6 km.

3. Masyarakat di Pulau Tagulandang, khususnya yang bermukim di dekat pantai, agar mewaspadai potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas (surge), dan dan tsunami akibat material erupsi yang masuk kelaut/runtuhnya tubuh gunungapi ke dalam laut.

4. Masyarakat dihimbau untuk selalu menggunakan masker, untuk menghindari paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernapasan.



5. Masyarakat di sekitar Gunung Ruang diharap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Ruang dan tetap mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Ruang melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Playstore atau melalui website https://magma.esdm.go.id.



6. Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Ruang, Desa Tulusan, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

</content:encoded></item></channel></rss>
