<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Tangkap 2.000 Orang, Joe Biden Desak Pengunjuk Rasa Pro Palestina di Kampus AS Tegakkan Supremasi Hukum</title><description>Polisi telah menahan lebih dari 2.000 orang di seluruh negeri dalam dua minggu terakhir di demonstrasi kampus.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/03/18/3003758/polisi-tangkap-2-000-orang-joe-biden-desak-pengunjuk-rasa-pro-palestina-di-kampus-as-tegakkan-supremasi-hukum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/03/18/3003758/polisi-tangkap-2-000-orang-joe-biden-desak-pengunjuk-rasa-pro-palestina-di-kampus-as-tegakkan-supremasi-hukum"/><item><title>Polisi Tangkap 2.000 Orang, Joe Biden Desak Pengunjuk Rasa Pro Palestina di Kampus AS Tegakkan Supremasi Hukum</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/03/18/3003758/polisi-tangkap-2-000-orang-joe-biden-desak-pengunjuk-rasa-pro-palestina-di-kampus-as-tegakkan-supremasi-hukum</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/03/18/3003758/polisi-tangkap-2-000-orang-joe-biden-desak-pengunjuk-rasa-pro-palestina-di-kampus-as-tegakkan-supremasi-hukum</guid><pubDate>Jum'at 03 Mei 2024 06:37 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/03/18/3003758/polisi-tangkap-2-000-orang-joe-biden-desak-pengunjuk-rasa-pro-palestina-di-kampus-as-tegakkan-supremasi-hukum-KNJbCww8g1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden AS Joe Biden desak pengunjuk rasa pro Palestina di kampus AS tegakkan supremasi hukum (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/03/18/3003758/polisi-tangkap-2-000-orang-joe-biden-desak-pengunjuk-rasa-pro-palestina-di-kampus-as-tegakkan-supremasi-hukum-KNJbCww8g1.jpg</image><title>Presiden AS Joe Biden desak pengunjuk rasa pro Palestina di kampus AS tegakkan supremasi hukum (Foto: Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendesak pengunjuk rasa pro-Palestina di kampus-kampus untuk menegakkan supremasi hukum.

&amp;ldquo;Kita adalah masyarakat sipil, dan ketertiban harus ditegakkan,&amp;rdquo; kata Biden dari Gedung Putih, dalam pidato langsung pertamanya tentang gelombang kerusuhan mahasiswa, dikutip BBC.
&amp;ldquo;Para demonstran secara langsung mengganggu proses pengajaran dengan menghalangi jalan siswa menuju ruang kelas,&amp;rdquo; lanjutnya. Biden mengatakan Bentrokan mereka dengan demonstran tandingan pro-Israel menyebabkan terlalu banyak mahasiswa dalam bahaya.



BACA JUGA:
Kian Memanas, Kekerasan Berkobar di UCLA saat Polisi Bubarkan Protes Pro Palestina di Universitas Columbia

&quot;Kami bukan negara otoriter yang membungkam orang atau membungkam perbedaan pendapat.Tapi kami juga bukan negara tanpa hukum,&amp;rdquo; lanjutnya.


BACA JUGA:
5 Universitas di Amerika Serikat yang Gelar Protes Pro Palestina

&amp;ldquo;Ada hak untuk melakukan protes tetapi tidak ada hak untuk menimbulkan kekacauan. Masyarakat berhak mendapatkan pendidikan, hak mendapatkan gelar, hak untuk berjalan melintasi kampus dengan aman tanpa takut diserang,&amp;rdquo; ujarnya.


Polisi telah menahan lebih dari 2.000 orang di seluruh negeri dalam dua minggu terakhir di demonstrasi kampus dan kamp protes.

Itu termasuk 209 penangkapan pada Kamis (2/5/2024) pagi di Universitas California, Los Angeles (UCLA).


Ratusan petugas anti huru hara bergerak ke kampus utama UCLA sebelum fajar dan membersihkan perkemahan pro-Palestina.
Mereka melancarkan ledakan dan suar, memasukkan para demonstran ke dalam bus polisi, dan merobohkan penghalang sementara dan tenda-tenda yang telah didirikan di kampus seminggu yang lalu.



Dalam sebuah pernyataan, UCLA menyebut perkemahan tersebut melanggar hukum dan merupakan pelanggaran kebijakan. &amp;ldquo;Hal ini menyebabkan kondisi yang tidak aman di kampus kami dan merusak kemampuan kami untuk menjalankan misi kami,&amp;rdquo; bunyi pernyataan itu.



Sementara itu, Gerakan Nasional Tanpa Komitmen, sekelompok pemilih Arab-Amerika yang menentang kampanye terpilihnya kembali Biden tahun ini, menuduhnya &amp;ldquo;mencoreng&amp;rdquo; pengunjuk rasa anti-perang.



&amp;ldquo;Jelas Biden tidak mendengarkan generasi muda di seluruh negeri, atau lebih dari setengah juta pemilih yang tidak berkomitmen yang memintanya untuk mengubah haluan. Kami berharap dia mendengarkan kami sebelum terlambat,&amp;rdquo; kata pemimpin Abbas Alawieh.





</description><content:encoded>NEW YORK - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendesak pengunjuk rasa pro-Palestina di kampus-kampus untuk menegakkan supremasi hukum.

&amp;ldquo;Kita adalah masyarakat sipil, dan ketertiban harus ditegakkan,&amp;rdquo; kata Biden dari Gedung Putih, dalam pidato langsung pertamanya tentang gelombang kerusuhan mahasiswa, dikutip BBC.
&amp;ldquo;Para demonstran secara langsung mengganggu proses pengajaran dengan menghalangi jalan siswa menuju ruang kelas,&amp;rdquo; lanjutnya. Biden mengatakan Bentrokan mereka dengan demonstran tandingan pro-Israel menyebabkan terlalu banyak mahasiswa dalam bahaya.



BACA JUGA:
Kian Memanas, Kekerasan Berkobar di UCLA saat Polisi Bubarkan Protes Pro Palestina di Universitas Columbia

&quot;Kami bukan negara otoriter yang membungkam orang atau membungkam perbedaan pendapat.Tapi kami juga bukan negara tanpa hukum,&amp;rdquo; lanjutnya.


BACA JUGA:
5 Universitas di Amerika Serikat yang Gelar Protes Pro Palestina

&amp;ldquo;Ada hak untuk melakukan protes tetapi tidak ada hak untuk menimbulkan kekacauan. Masyarakat berhak mendapatkan pendidikan, hak mendapatkan gelar, hak untuk berjalan melintasi kampus dengan aman tanpa takut diserang,&amp;rdquo; ujarnya.


Polisi telah menahan lebih dari 2.000 orang di seluruh negeri dalam dua minggu terakhir di demonstrasi kampus dan kamp protes.

Itu termasuk 209 penangkapan pada Kamis (2/5/2024) pagi di Universitas California, Los Angeles (UCLA).


Ratusan petugas anti huru hara bergerak ke kampus utama UCLA sebelum fajar dan membersihkan perkemahan pro-Palestina.
Mereka melancarkan ledakan dan suar, memasukkan para demonstran ke dalam bus polisi, dan merobohkan penghalang sementara dan tenda-tenda yang telah didirikan di kampus seminggu yang lalu.



Dalam sebuah pernyataan, UCLA menyebut perkemahan tersebut melanggar hukum dan merupakan pelanggaran kebijakan. &amp;ldquo;Hal ini menyebabkan kondisi yang tidak aman di kampus kami dan merusak kemampuan kami untuk menjalankan misi kami,&amp;rdquo; bunyi pernyataan itu.



Sementara itu, Gerakan Nasional Tanpa Komitmen, sekelompok pemilih Arab-Amerika yang menentang kampanye terpilihnya kembali Biden tahun ini, menuduhnya &amp;ldquo;mencoreng&amp;rdquo; pengunjuk rasa anti-perang.



&amp;ldquo;Jelas Biden tidak mendengarkan generasi muda di seluruh negeri, atau lebih dari setengah juta pemilih yang tidak berkomitmen yang memintanya untuk mengubah haluan. Kami berharap dia mendengarkan kami sebelum terlambat,&amp;rdquo; kata pemimpin Abbas Alawieh.





</content:encoded></item></channel></rss>
