<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gelombang Protes Perang Gaza Menular ke Kampus-Kampus di Australia dan Kanada, Ratusan Orang Ikut Demo</title><description>Protes ini terinspirasi oleh gerakan mahasiswa yang melanda kampus-kampus di Amerika Serikat (AS).
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/03/18/3003958/gelombang-protes-perang-gaza-menular-ke-kampus-kampus-di-australia-dan-kanada-ratusan-orang-ikut-demo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/03/18/3003958/gelombang-protes-perang-gaza-menular-ke-kampus-kampus-di-australia-dan-kanada-ratusan-orang-ikut-demo"/><item><title>Gelombang Protes Perang Gaza Menular ke Kampus-Kampus di Australia dan Kanada, Ratusan Orang Ikut Demo</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/03/18/3003958/gelombang-protes-perang-gaza-menular-ke-kampus-kampus-di-australia-dan-kanada-ratusan-orang-ikut-demo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/03/18/3003958/gelombang-protes-perang-gaza-menular-ke-kampus-kampus-di-australia-dan-kanada-ratusan-orang-ikut-demo</guid><pubDate>Jum'at 03 Mei 2024 15:09 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/03/18/3003958/gelombang-protes-perang-gaza-menular-ke-kampus-kampus-di-australia-dan-kanada-ratusan-orang-ikut-demo-Ct83zJjDvK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gelombang protes perang Gaza menular ke kampus-kampus di Australia hingga Kanada (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/03/18/3003958/gelombang-protes-perang-gaza-menular-ke-kampus-kampus-di-australia-dan-kanada-ratusan-orang-ikut-demo-Ct83zJjDvK.jpg</image><title>Gelombang protes perang Gaza menular ke kampus-kampus di Australia hingga Kanada (Foto: Reuters)</title></images><description>SYDNEY - Ratusan orang yang memprotes perang Israel di Gaza berunjuk rasa di salah satu universitas ternama di Australia pada Jumat (3/5/2024). Mereka menuntut universitas tersebut melakukan divestasi dari perusahaan-perusahaan yang memiliki hubungan dengan Israel.
Protes ini terinspirasi oleh gerakan mahasiswa yang melanda kampus-kampus di Amerika Serikat (AS).

Aktivis pro-Palestina mendirikan perkemahan pekan lalu di luar aula utama Universitas Sydney, salah satu perguruan tinggi terbesar di Australia.


BACA JUGA:
Marahnya Joe Biden, Membungkam Protes Perguruan Tinggi AS Soal Perang Gaza

Kamp serupa juga bermunculan di universitas-universitas di Melbourne, Canberra dan kota-kota lain di Australia.


BACA JUGA:
Kian Memanas, Kekerasan Berkobar di UCLA saat Polisi Bubarkan Protes Pro Palestina di Universitas Columbia

Berbeda dengan di AS, di mana polisi secara paksa mengusir sejumlah pengunjuk rasa pro-Palestina di beberapa perguruan tinggi, lokasi protes di Australia berjalan damai dengan sedikit kehadiran polisi.

Pada Jumat (3/5/2024), pengunjuk rasa melakukan unjuk rasa untuk menuntut divestasi Universitas Sydney dari perusahaan-perusahaan yang memiliki hubungan dengan Israel. Hal ini juga sejalan dengan seruan dari mahasiswa di AS, Kanada dan Perancis.
Aksi protes juga dilakukan di kampus-kampus di Kanada. Protes di Kanada terjadi ketika polisi telah menangkap ratusan orang di kampus-kampus AS dan jumlah korban tewas di Gaza terus meningkat.

Perkemahan di Universitas McGill di Montreal harus dibongkar karena semakin banyak mahasiswa yang mendirikan kamp pro-Palestina di beberapa universitas terbesar di Kanada. Para mahasiswa menuntut kampus melepaskan diri dari kelompok yang memiliki hubungan dengan Israel.

Tak hanya mahasiswa, warga biasa juga ikut turun dalam protes itu. Berdiri di tengah kerumunan lebih dari 300 orang sambil menggendong putranya yang berusia dua tahun, Matt, 39, mengatakan dia datang untuk menunjukkan bahwa bukan hanya pelajar yang marah atas tindakan Israel di Gaza.



&amp;ldquo;Setelah Anda memahami apa yang sedang terjadi, Anda mempunyai tanggung jawab untuk mencoba dan terlibat serta meningkatkan kesadaran dan menunjukkan solidaritas,&amp;rdquo; katanya kepada Reuters, tanpa menyebutkan nama belakangnya.



</description><content:encoded>SYDNEY - Ratusan orang yang memprotes perang Israel di Gaza berunjuk rasa di salah satu universitas ternama di Australia pada Jumat (3/5/2024). Mereka menuntut universitas tersebut melakukan divestasi dari perusahaan-perusahaan yang memiliki hubungan dengan Israel.
Protes ini terinspirasi oleh gerakan mahasiswa yang melanda kampus-kampus di Amerika Serikat (AS).

Aktivis pro-Palestina mendirikan perkemahan pekan lalu di luar aula utama Universitas Sydney, salah satu perguruan tinggi terbesar di Australia.


BACA JUGA:
Marahnya Joe Biden, Membungkam Protes Perguruan Tinggi AS Soal Perang Gaza

Kamp serupa juga bermunculan di universitas-universitas di Melbourne, Canberra dan kota-kota lain di Australia.


BACA JUGA:
Kian Memanas, Kekerasan Berkobar di UCLA saat Polisi Bubarkan Protes Pro Palestina di Universitas Columbia

Berbeda dengan di AS, di mana polisi secara paksa mengusir sejumlah pengunjuk rasa pro-Palestina di beberapa perguruan tinggi, lokasi protes di Australia berjalan damai dengan sedikit kehadiran polisi.

Pada Jumat (3/5/2024), pengunjuk rasa melakukan unjuk rasa untuk menuntut divestasi Universitas Sydney dari perusahaan-perusahaan yang memiliki hubungan dengan Israel. Hal ini juga sejalan dengan seruan dari mahasiswa di AS, Kanada dan Perancis.
Aksi protes juga dilakukan di kampus-kampus di Kanada. Protes di Kanada terjadi ketika polisi telah menangkap ratusan orang di kampus-kampus AS dan jumlah korban tewas di Gaza terus meningkat.

Perkemahan di Universitas McGill di Montreal harus dibongkar karena semakin banyak mahasiswa yang mendirikan kamp pro-Palestina di beberapa universitas terbesar di Kanada. Para mahasiswa menuntut kampus melepaskan diri dari kelompok yang memiliki hubungan dengan Israel.

Tak hanya mahasiswa, warga biasa juga ikut turun dalam protes itu. Berdiri di tengah kerumunan lebih dari 300 orang sambil menggendong putranya yang berusia dua tahun, Matt, 39, mengatakan dia datang untuk menunjukkan bahwa bukan hanya pelajar yang marah atas tindakan Israel di Gaza.



&amp;ldquo;Setelah Anda memahami apa yang sedang terjadi, Anda mempunyai tanggung jawab untuk mencoba dan terlibat serta meningkatkan kesadaran dan menunjukkan solidaritas,&amp;rdquo; katanya kepada Reuters, tanpa menyebutkan nama belakangnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
