<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Bandang Landa Brasil, 39 Orang Tewas dan 70 Hilang</title><description>Sebanyak 39 orang tewas dan 70 lainnya dilaporkan hilang akibat banjir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/04/18/3004359/banjir-bandang-landa-brasil-39-orang-tewas-dan-70-hilang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/04/18/3004359/banjir-bandang-landa-brasil-39-orang-tewas-dan-70-hilang"/><item><title>Banjir Bandang Landa Brasil, 39 Orang Tewas dan 70 Hilang</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/04/18/3004359/banjir-bandang-landa-brasil-39-orang-tewas-dan-70-hilang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/04/18/3004359/banjir-bandang-landa-brasil-39-orang-tewas-dan-70-hilang</guid><pubDate>Sabtu 04 Mei 2024 15:35 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/04/18/3004359/banjir-bandang-landa-brasil-39-orang-tewas-dan-70-hilang-RszCDh28UG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir bandang landa Brasil, 39 orang tewas dan 70 hilang. (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/04/18/3004359/banjir-bandang-landa-brasil-39-orang-tewas-dan-70-hilang-RszCDh28UG.jpg</image><title>Banjir bandang landa Brasil, 39 orang tewas dan 70 hilang. (Reuters)</title></images><description>BRASILIA - Hujan deras yang melanda negara bagian Rio Grande do Sul, Brasil, mengakibatkan banjir bandang. Sebanyak 39 orang tewas dan 70 lainnya dilaporkan hilang.
Pada Jumat (3/5/2024), pemerintah setempat melaporkan 39 orang tewas akibat banjir yang melanda. Jumlah korban tewas diperkirakan bertambah karena puluhan orang masih belum diketahui keberadaannya.
Otoritas pertahanan sipil Rio Grande do Sul menyatakan, 68 orang masih hilang dan setidaknya 24.000 orang mengungsi karena badai tersebut berdampak pada lebih dari separuh dari 497 kota di negara bagian tersebut, yang berbatasan dengan Uruguay dan Argentina.
&amp;ldquo;Jumlah-angka ini masih bisa berubah secara signifikan dalam beberapa hari berikutnya seiring kita mendapatkan akses ke lebih banyak wilayah,&amp;rdquo; kata Gubernur Rio Grande do Sul Eduardo Leite, melansir Reuters, Sabtu (4/5/2024).
Di beberapa kota, jalanan berubah menjadi sungai serta jalan dan jembatan hancur. Badai tersebut juga memicu tanah longsor dan runtuhnya sebagian struktur bendungan di pembangkit listrik tenaga air kecil.

BACA JUGA:
Polisi India Tahan 3 Pria Pelaku Pemerkosaan Turis Brasil-Spanyol, 4 Orang Buron

Pihak berwenang menyatakan, bendungan kedua di kota Bento Goncalves juga berisiko runtuh. Warga yang tinggal di dekat bendungan diminta untuk mengungsi.
Di Porto Alegre, ibu kota Rio Grande do Sul, sungai Guaiba meluap, dan jalan-jalan yang banjir menghalangi akses ke lingkungan pusat kota yang bersejarah.
Negara bagian ini berada pada titik pertemuan geografis antara atmosfer tropis dan kutub, yang telah menciptakan pola cuaca dengan periode hujan lebat dan kekeringan lainnya.

BACA JUGA:
Ketegangan Meningkat di G20, Brasil Kritik Keras Kelumpuhan DK PBB Soal Perang Gaza dan Ukraina

Ilmuwan lokal yakin pola ini semakin intensif akibat perubahan iklim.Hujan lebat telah melanda Rio Grande do Sul pada September lalu, ketika topan ekstratropis menyebabkan banjir yang menewaskan lebih dari 50 orang.

BACA JUGA:
Polisi Tuduh Mantan Presiden Brasil Lakukan Penipuan Atas Vaksinasi Covid

Hal ini terjadi setelah lebih dari dua tahun mengalami kekeringan berkepanjangan akibat fenomena La Nina, dengan hanya sedikit hujan.
Presiden Luiz Inacio Lula da Silva melakukan perjalanan ke negara bagian itu pada hari Kamis untuk mengunjungi lokasi yang terkena dampak dan mendiskusikan upaya penyelamatan dengan gubernur.
Sekembalinya ke Brasilia, Lula berjanji, pemerintahnya akan mendukung upaya penyelamatan dan rekonstruksi setempat.</description><content:encoded>BRASILIA - Hujan deras yang melanda negara bagian Rio Grande do Sul, Brasil, mengakibatkan banjir bandang. Sebanyak 39 orang tewas dan 70 lainnya dilaporkan hilang.
Pada Jumat (3/5/2024), pemerintah setempat melaporkan 39 orang tewas akibat banjir yang melanda. Jumlah korban tewas diperkirakan bertambah karena puluhan orang masih belum diketahui keberadaannya.
Otoritas pertahanan sipil Rio Grande do Sul menyatakan, 68 orang masih hilang dan setidaknya 24.000 orang mengungsi karena badai tersebut berdampak pada lebih dari separuh dari 497 kota di negara bagian tersebut, yang berbatasan dengan Uruguay dan Argentina.
&amp;ldquo;Jumlah-angka ini masih bisa berubah secara signifikan dalam beberapa hari berikutnya seiring kita mendapatkan akses ke lebih banyak wilayah,&amp;rdquo; kata Gubernur Rio Grande do Sul Eduardo Leite, melansir Reuters, Sabtu (4/5/2024).
Di beberapa kota, jalanan berubah menjadi sungai serta jalan dan jembatan hancur. Badai tersebut juga memicu tanah longsor dan runtuhnya sebagian struktur bendungan di pembangkit listrik tenaga air kecil.

BACA JUGA:
Polisi India Tahan 3 Pria Pelaku Pemerkosaan Turis Brasil-Spanyol, 4 Orang Buron

Pihak berwenang menyatakan, bendungan kedua di kota Bento Goncalves juga berisiko runtuh. Warga yang tinggal di dekat bendungan diminta untuk mengungsi.
Di Porto Alegre, ibu kota Rio Grande do Sul, sungai Guaiba meluap, dan jalan-jalan yang banjir menghalangi akses ke lingkungan pusat kota yang bersejarah.
Negara bagian ini berada pada titik pertemuan geografis antara atmosfer tropis dan kutub, yang telah menciptakan pola cuaca dengan periode hujan lebat dan kekeringan lainnya.

BACA JUGA:
Ketegangan Meningkat di G20, Brasil Kritik Keras Kelumpuhan DK PBB Soal Perang Gaza dan Ukraina

Ilmuwan lokal yakin pola ini semakin intensif akibat perubahan iklim.Hujan lebat telah melanda Rio Grande do Sul pada September lalu, ketika topan ekstratropis menyebabkan banjir yang menewaskan lebih dari 50 orang.

BACA JUGA:
Polisi Tuduh Mantan Presiden Brasil Lakukan Penipuan Atas Vaksinasi Covid

Hal ini terjadi setelah lebih dari dua tahun mengalami kekeringan berkepanjangan akibat fenomena La Nina, dengan hanya sedikit hujan.
Presiden Luiz Inacio Lula da Silva melakukan perjalanan ke negara bagian itu pada hari Kamis untuk mengunjungi lokasi yang terkena dampak dan mendiskusikan upaya penyelamatan dengan gubernur.
Sekembalinya ke Brasilia, Lula berjanji, pemerintahnya akan mendukung upaya penyelamatan dan rekonstruksi setempat.</content:encoded></item></channel></rss>
