<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diselimuti Duka, Orangtua Mahasiswa STIP Minta Polisi Ungkap Kasus Kematian Anaknya</title><description>Korban merupakan anak yang santun suka berorganisasi dan hobi olahraga.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/04/244/3004273/diselimuti-duka-orangtua-mahasiswa-stip-minta-polisi-ungkap-kasus-kematian-anaknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/04/244/3004273/diselimuti-duka-orangtua-mahasiswa-stip-minta-polisi-ungkap-kasus-kematian-anaknya"/><item><title>Diselimuti Duka, Orangtua Mahasiswa STIP Minta Polisi Ungkap Kasus Kematian Anaknya</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/04/244/3004273/diselimuti-duka-orangtua-mahasiswa-stip-minta-polisi-ungkap-kasus-kematian-anaknya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/04/244/3004273/diselimuti-duka-orangtua-mahasiswa-stip-minta-polisi-ungkap-kasus-kematian-anaknya</guid><pubDate>Sabtu 04 Mei 2024 10:34 WIB</pubDate><dc:creator>I Gede Juli Arsana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/04/244/3004273/diselimuti-duka-orangtua-mahasiswa-stip-minta-polisi-ungkap-kasus-kematian-anaknya-ZUtOQ3fBNJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Orangtua mahasiswa STIP yang tewas diduga dianiaya senior (Foto: I Gede Juli Arsana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/04/244/3004273/diselimuti-duka-orangtua-mahasiswa-stip-minta-polisi-ungkap-kasus-kematian-anaknya-ZUtOQ3fBNJ.jpg</image><title>Orangtua mahasiswa STIP yang tewas diduga dianiaya senior (Foto: I Gede Juli Arsana)</title></images><description>KLUNGKUNG - Pihak keluarga korban dugaan penganiayaan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Cilincing, Jakarta Utara menuntut agar pihak berwajib mengungkap kejadian yang menimpa anaknya, Putu Satria Ananta (19). Korban merupakan anak yang santun suka berorganisasi dan hobi olahraga.

Duka menyelimuti keluarga korban Putu Satria Ananta Rustika yang diduga mengalami tindak penganiayaan yang dilakukan senior STIP. Koban berasal dari Dusun Bandung Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan Klungkung, Bali.

BACA JUGA:
Bima Arya Deklarasi Siap Maju Pilgub Jabar 2024&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Sejumlah kerabat mulai berdatangan ke rumah duka untuk memastikan informasi yang telah beredar luas. Pihak keluarga merasa terpukul karena korban merupakan anak yang baik santun dan suka berorganisasi.

Korban memiliki hobi olahraga dan sejak SMA berkeinginnan melanjutkan di sekolah kedinasan. Korban telah 8 bulan mengenyam pendidikan di sekolah tersebut, bahkan ketika lepas dinas sekolah pada hari Sabtu dan Minggu korban sangat rajin memberikan kabar kepada kedua orangtuanya.

BACA JUGA:
 Kasus Suap Bupati Labuhanbatu Nonaktif, KPK Sita Rumah Mewah hingga Pabrik Kelapa Sawit&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Orangtua korban tidak menyangka karena anaknya tidak pernah mengeluh selama mengikuti aktivitas sekolah. Walau orangtua sempat was-was sebelumnya mendengar kabar kekerasan yang terjadi di sekolah tersebut.


Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Ketut Suastika dan Nengah Rusmini merupakan tamatan sekolah favorit di Klungkung. Dia merupakan anak berprestasi dalam akademik dan olahraga. Selain itu, aktif dalam Paskibraka tingkat kabupaten.



Pihak keluarga belum berencana untuk melakukan persiapan upacara karena masih menunggu proses dan hasil autopsi yang dilakukan pihak kepolisian.</description><content:encoded>KLUNGKUNG - Pihak keluarga korban dugaan penganiayaan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Cilincing, Jakarta Utara menuntut agar pihak berwajib mengungkap kejadian yang menimpa anaknya, Putu Satria Ananta (19). Korban merupakan anak yang santun suka berorganisasi dan hobi olahraga.

Duka menyelimuti keluarga korban Putu Satria Ananta Rustika yang diduga mengalami tindak penganiayaan yang dilakukan senior STIP. Koban berasal dari Dusun Bandung Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan Klungkung, Bali.

BACA JUGA:
Bima Arya Deklarasi Siap Maju Pilgub Jabar 2024&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Sejumlah kerabat mulai berdatangan ke rumah duka untuk memastikan informasi yang telah beredar luas. Pihak keluarga merasa terpukul karena korban merupakan anak yang baik santun dan suka berorganisasi.

Korban memiliki hobi olahraga dan sejak SMA berkeinginnan melanjutkan di sekolah kedinasan. Korban telah 8 bulan mengenyam pendidikan di sekolah tersebut, bahkan ketika lepas dinas sekolah pada hari Sabtu dan Minggu korban sangat rajin memberikan kabar kepada kedua orangtuanya.

BACA JUGA:
 Kasus Suap Bupati Labuhanbatu Nonaktif, KPK Sita Rumah Mewah hingga Pabrik Kelapa Sawit&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Orangtua korban tidak menyangka karena anaknya tidak pernah mengeluh selama mengikuti aktivitas sekolah. Walau orangtua sempat was-was sebelumnya mendengar kabar kekerasan yang terjadi di sekolah tersebut.


Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Ketut Suastika dan Nengah Rusmini merupakan tamatan sekolah favorit di Klungkung. Dia merupakan anak berprestasi dalam akademik dan olahraga. Selain itu, aktif dalam Paskibraka tingkat kabupaten.



Pihak keluarga belum berencana untuk melakukan persiapan upacara karena masih menunggu proses dan hasil autopsi yang dilakukan pihak kepolisian.</content:encoded></item></channel></rss>
