<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Motif Penganiayaan Taruna STIP hingga Tewas, Polisi: Arogansi Senior Terhadap Junior</title><description>Gidion menyebutkan, TRS sempat melayangkan lima kali pemukulan terhadap korban tepat di bagian ulu hati.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/04/338/3004433/motif-penganiayaan-taruna-stip-hingga-tewas-polisi-arogansi-senior-terhadap-junior</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/04/338/3004433/motif-penganiayaan-taruna-stip-hingga-tewas-polisi-arogansi-senior-terhadap-junior"/><item><title>Motif Penganiayaan Taruna STIP hingga Tewas, Polisi: Arogansi Senior Terhadap Junior</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/04/338/3004433/motif-penganiayaan-taruna-stip-hingga-tewas-polisi-arogansi-senior-terhadap-junior</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/04/338/3004433/motif-penganiayaan-taruna-stip-hingga-tewas-polisi-arogansi-senior-terhadap-junior</guid><pubDate>Sabtu 04 Mei 2024 20:50 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/04/338/3004433/motif-penganiayaan-taruna-stip-hingga-tewas-polisi-arogansi-senior-terhadap-junior-VktRNnkAd8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/04/338/3004433/motif-penganiayaan-taruna-stip-hingga-tewas-polisi-arogansi-senior-terhadap-junior-VktRNnkAd8.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNC8xLzE4MDMxNy81L3g4eHlmMXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Polisi menetapkan TRS (21) senior pelaku penganiaya taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) bernama Putu Satria Ananta Rustika (19) hingga tewas sebagai tersangka.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menyebutkan, adapun motif dari penganiayaan itu dikarenakan adanya arogansi dari senioritas terhadap juniornya.
&amp;ldquo;Kalau ditanya motif, motifnya tadi kehidupan senioritas. Kalau bisa disimpulkan mungkin ada arogansi senioritas. Karena merasa 'mana yang paling kuat', kan ada kalimat-kaliman itu, itu juga nanti mungkin ini menjadi titik tolak untuk melakukan penyelidikan yang lebih,&amp;rdquo; kata Gidion Arif di Polres Metro Jakarta Utara, Sabtu (4/5/2024).

BACA JUGA:
Senior Penganiaya Taruna STIP Lima Kali Lakukan Pemukulan di Bagian Ulu Hati

Gidion menyebutkan, TRS sempat melayangkan lima kali pemukulan terhadap korban tepat di bagian ulu hati.
&amp;ldquo;Lalu tersangka orang pertama yang melakukan pemukulan terhadap korban Putu di bagian ulu hati sebanyak 5 kali, berdasarkan keterangan saksi,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Senior Penganiaya Taruna STIP Putu Satria Ditetapkan Tersangka
Lebih jauh, korban pun hilang kesadaran hingga jatuh pingsan akibat pemukulan yang diterimanya.

&amp;ldquo;Kemudian, dilakukan pertolongan dan dipindahkan ke satu tempat, kelas, di sebelah toilet. Kemudian, sebelum dipindahkan ke toilet dilakulan upaya penyelamatan, menurut tersangka nih ya, penyelamatan memasukkan tangan di mulut untuk menarik lidahnya. Tapi itu justru yg menutup saluran (pernapasan), korban meninggal dunia,&amp;rdquo; jelas dia.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNC8xLzE4MDMxNy81L3g4eHlmMXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Polisi menetapkan TRS (21) senior pelaku penganiaya taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) bernama Putu Satria Ananta Rustika (19) hingga tewas sebagai tersangka.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menyebutkan, adapun motif dari penganiayaan itu dikarenakan adanya arogansi dari senioritas terhadap juniornya.
&amp;ldquo;Kalau ditanya motif, motifnya tadi kehidupan senioritas. Kalau bisa disimpulkan mungkin ada arogansi senioritas. Karena merasa 'mana yang paling kuat', kan ada kalimat-kaliman itu, itu juga nanti mungkin ini menjadi titik tolak untuk melakukan penyelidikan yang lebih,&amp;rdquo; kata Gidion Arif di Polres Metro Jakarta Utara, Sabtu (4/5/2024).

BACA JUGA:
Senior Penganiaya Taruna STIP Lima Kali Lakukan Pemukulan di Bagian Ulu Hati

Gidion menyebutkan, TRS sempat melayangkan lima kali pemukulan terhadap korban tepat di bagian ulu hati.
&amp;ldquo;Lalu tersangka orang pertama yang melakukan pemukulan terhadap korban Putu di bagian ulu hati sebanyak 5 kali, berdasarkan keterangan saksi,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Senior Penganiaya Taruna STIP Putu Satria Ditetapkan Tersangka
Lebih jauh, korban pun hilang kesadaran hingga jatuh pingsan akibat pemukulan yang diterimanya.

&amp;ldquo;Kemudian, dilakukan pertolongan dan dipindahkan ke satu tempat, kelas, di sebelah toilet. Kemudian, sebelum dipindahkan ke toilet dilakulan upaya penyelamatan, menurut tersangka nih ya, penyelamatan memasukkan tangan di mulut untuk menarik lidahnya. Tapi itu justru yg menutup saluran (pernapasan), korban meninggal dunia,&amp;rdquo; jelas dia.

</content:encoded></item></channel></rss>
