<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Amati Aktivitas Gunung Ruang, Badan Geologi Pasang Alat Pemantauan Baru</title><description>Selain itu, asap kawah teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi pada kisaran 100 - 200 m dari puncak kawah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/04/340/3004328/amati-aktivitas-gunung-ruang-badan-geologi-pasang-alat-pemantauan-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/04/340/3004328/amati-aktivitas-gunung-ruang-badan-geologi-pasang-alat-pemantauan-baru"/><item><title>Amati Aktivitas Gunung Ruang, Badan Geologi Pasang Alat Pemantauan Baru</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/04/340/3004328/amati-aktivitas-gunung-ruang-badan-geologi-pasang-alat-pemantauan-baru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/04/340/3004328/amati-aktivitas-gunung-ruang-badan-geologi-pasang-alat-pemantauan-baru</guid><pubDate>Sabtu 04 Mei 2024 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/04/340/3004328/amati-aktivitas-gunung-ruang-badan-geologi-pasang-alat-pemantauan-baru-C1ZbLOJwgm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Ruang (Foto: PVMBG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/04/340/3004328/amati-aktivitas-gunung-ruang-badan-geologi-pasang-alat-pemantauan-baru-C1ZbLOJwgm.jpg</image><title>Gunung Ruang (Foto: PVMBG)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNC8xLzE4MDMxNC81L3g4eHh4c2U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDUNG - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan kondisi terkini aktivitas Gunung Ruang di Sulawesi Utara pada Sabtu (4/5/2024) yang saat ini masih berada pada Level IV atau Awas.

Kepala Badan Geologi Kementerian (ESDM), Muhammad Wafid mengatakan, pada pukul 06.00 WITA terekam 9 kali gempa vulkanik dangkal, 2 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali gempa tektonik lokal dan 1 kali gempa tektonik jauh.

BACA JUGA:
TNI AL Evakuasi 488 Korban Erupsi Gunung Ruang dengan Kapal Perang


Selain itu, asap kawah teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi pada kisaran 100 - 200 m dari puncak kawah. Menurut Wafid, jumlah kegempaan ini terlihat menurun jika dibandingkan pada 1-3 Mei 2024.

&quot;Jumlah kegempaan terlihat menurun, hal ini dikarenakan stasiun Pos PGA Ruang (PRUA) terletak di jarak 5 Km dari kawah aktif sehingga kepekaan alat tidak sebaik stasiun RUA3 (1,5 Km dari kawah aktif) dan RAPS (2,7 Km dari kawah aktif) yang terletak di Pulau Gunung Ruang,&quot; kata Wafid dalam keterangannya, Sabtu (4/5/2024).

BACA JUGA:
Pulau Tagulandang Akan Tenggelam Akibat Meletusnya Gunung Ruang Adalah Hoaks!


Wafid mengatakan, asap masih teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 100 - 500 meter di atas puncak, hal ini masih mengindikasikan aktivitas Gunung Ruang masih tinggi.

&quot;Maka, pada 3 Mei 2024 dilakukan pemasangan peralatan pemantauan baru di Pulau Ruang (RUA4) pada jarak 2 km dari kawah aktif,&quot; ujarnya.

Wafid mencatat, kegempaan pada 1 Mei 2024 didominasi oleh tremor menerus meski tercatat 3 kali gempa vulkanik dalam dan 10 kali gempa vulkanik dangkal.



Selain itu, erupsi terjadi pada 1 Mei 2024 pukul 17.43 WITA dengan tinggi kolom abu teramati lebih kurang 600 meter di atas puncak.



&quot;Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah utara,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Singgung Politik Butuh Komitmen, PDIP: Kalau Bicara Perubahan Ya Konsisten




Sementara kegempaan pada 2 Mei 2024 terekam 1 kali gempa erupsi, 29 kali gempa vulkanik dangkal, 5 kali gempa vulkanik dalam, 2 kali gempa tektonik lokal, 10 kali gempa tektonik jauh dan 1 kali gempa tremor menerus.



Selain itu, teramati erupsi pukul 16.12 WITA dengan kolom asap berwarna putih-kelabu dengan tinggi 300 meter condong ke arah utara.

BACA JUGA:
Pemakaman Korban Penembakan OPM di Homeyo, Satgas Cartenz Tunggu Keputusan Keluarga




Sedangkan kegempaan pada 3 Mei 2024 terekam 1 kali gempa erupsi, 20 kali gempa Vulkanik Dangkal, 2 kali gempa vulkanik dalam, dan 4 kali gempa tektonik jauh serta 1 kali gempa tremor menerus.



&quot;Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 100-300 meter dari puncak,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNC8xLzE4MDMxNC81L3g4eHh4c2U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDUNG - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan kondisi terkini aktivitas Gunung Ruang di Sulawesi Utara pada Sabtu (4/5/2024) yang saat ini masih berada pada Level IV atau Awas.

Kepala Badan Geologi Kementerian (ESDM), Muhammad Wafid mengatakan, pada pukul 06.00 WITA terekam 9 kali gempa vulkanik dangkal, 2 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali gempa tektonik lokal dan 1 kali gempa tektonik jauh.

BACA JUGA:
TNI AL Evakuasi 488 Korban Erupsi Gunung Ruang dengan Kapal Perang


Selain itu, asap kawah teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi pada kisaran 100 - 200 m dari puncak kawah. Menurut Wafid, jumlah kegempaan ini terlihat menurun jika dibandingkan pada 1-3 Mei 2024.

&quot;Jumlah kegempaan terlihat menurun, hal ini dikarenakan stasiun Pos PGA Ruang (PRUA) terletak di jarak 5 Km dari kawah aktif sehingga kepekaan alat tidak sebaik stasiun RUA3 (1,5 Km dari kawah aktif) dan RAPS (2,7 Km dari kawah aktif) yang terletak di Pulau Gunung Ruang,&quot; kata Wafid dalam keterangannya, Sabtu (4/5/2024).

BACA JUGA:
Pulau Tagulandang Akan Tenggelam Akibat Meletusnya Gunung Ruang Adalah Hoaks!


Wafid mengatakan, asap masih teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 100 - 500 meter di atas puncak, hal ini masih mengindikasikan aktivitas Gunung Ruang masih tinggi.

&quot;Maka, pada 3 Mei 2024 dilakukan pemasangan peralatan pemantauan baru di Pulau Ruang (RUA4) pada jarak 2 km dari kawah aktif,&quot; ujarnya.

Wafid mencatat, kegempaan pada 1 Mei 2024 didominasi oleh tremor menerus meski tercatat 3 kali gempa vulkanik dalam dan 10 kali gempa vulkanik dangkal.



Selain itu, erupsi terjadi pada 1 Mei 2024 pukul 17.43 WITA dengan tinggi kolom abu teramati lebih kurang 600 meter di atas puncak.



&quot;Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah utara,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Singgung Politik Butuh Komitmen, PDIP: Kalau Bicara Perubahan Ya Konsisten




Sementara kegempaan pada 2 Mei 2024 terekam 1 kali gempa erupsi, 29 kali gempa vulkanik dangkal, 5 kali gempa vulkanik dalam, 2 kali gempa tektonik lokal, 10 kali gempa tektonik jauh dan 1 kali gempa tremor menerus.



Selain itu, teramati erupsi pukul 16.12 WITA dengan kolom asap berwarna putih-kelabu dengan tinggi 300 meter condong ke arah utara.

BACA JUGA:
Pemakaman Korban Penembakan OPM di Homeyo, Satgas Cartenz Tunggu Keputusan Keluarga




Sedangkan kegempaan pada 3 Mei 2024 terekam 1 kali gempa erupsi, 20 kali gempa Vulkanik Dangkal, 2 kali gempa vulkanik dalam, dan 4 kali gempa tektonik jauh serta 1 kali gempa tremor menerus.



&quot;Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 100-300 meter dari puncak,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
