<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2.052 KK Terdampak Banjir dan Longsor di Kabupaten Luwu</title><description>Dari bencana ini, menyebabkan 14 orang meninggal dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/04/340/3004351/2-052-kk-terdampak-banjir-dan-longsor-di-kabupaten-luwu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/04/340/3004351/2-052-kk-terdampak-banjir-dan-longsor-di-kabupaten-luwu"/><item><title>2.052 KK Terdampak Banjir dan Longsor di Kabupaten Luwu</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/04/340/3004351/2-052-kk-terdampak-banjir-dan-longsor-di-kabupaten-luwu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/04/340/3004351/2-052-kk-terdampak-banjir-dan-longsor-di-kabupaten-luwu</guid><pubDate>Sabtu 04 Mei 2024 15:08 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/04/340/3004351/2-052-kk-terdampak-banjir-dan-longsor-di-kabupaten-luwu-ktfPWhlH48.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/04/340/3004351/2-052-kk-terdampak-banjir-dan-longsor-di-kabupaten-luwu-ktfPWhlH48.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wMy8xLzE4MDI5Ny81L3g4eHdvaDA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
LUWU - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan banjir dan tanah longsor di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan berdampak kepada 2.052 kepala keluarga (KK). Diketahui, bencana tersebut berdampak kepada 13 kecamatan di sana.
&quot;Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Sabtu (4/5) pukul 09.00 WIB,  2.052 KK terdampak dan 115 jiwa mengungsi di beberapa masjid dan rumah kerabat,&quot; kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (4/5/2024).

BACA JUGA:
 Mayat Pria di Kali Kanal Banjir Barat, Polisi Sebut Tak Ditemukan Tanda Kekerasan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Muhari menjelaskan, kerugian materil dari bencana tersebut tercatat, sebanyak 1.943 unit rumah terdampak, 109 unit rumah rusak berat, 42 unit rumah hanyut, empat titik ruas jalan terdampak, satu unit jembatan terdampak, 14 unit kendaraan roda dua dan empat terdampak, serta lahan persawahan dan perkebunan warga terdampak.
&quot;Kondisi mutakhir dilaporkan empat ruas jalan yang berada di Desa Ulu Salu, Desa Tolajuk dan Desa Buntu Tabang Kecamatan Latimojong tertimbun material dan  kondisi listrik pada 3 Desa tersebut dalam keadaan padam,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
 Diterjang Hujan Deras, 33 Desa di Kabupaten Wajo Dilanda Banjir&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Ia melanjutkan, BPBD Kabupaten Luwu, BPBD Provinsi Sulawesi Selatan dan tim gabungan hingga saat ini masih melakukan pendataan di lapangan, evakuasi warga terdampak, penyaluran logistik untuk pengungsi serta relawan dan terus memonitoring dampak banjir ini ke aparat kecamatan, kelurahan serta desa setempat guna melihat dampak lanjutan yang masih berpotensi terjadi dengan kondisi air yang berangsur mulai surut.
Sekadar informasi, 13 kecamatan yang terdampak adalah, Suli, Latimojong, Suli Barat, Ponrang Selatan,  Ponrang,  Bupon, Larompong, Larompong Selatan, Bajo, Bajo Barat, Kamanre, Belopa dan Belopa Utara dengan ketinggian muka air terpantau 1-3 meter.
Dari bencana ini, menyebabkan 14 orang meninggal dunia.
</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wMy8xLzE4MDI5Ny81L3g4eHdvaDA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
LUWU - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan banjir dan tanah longsor di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan berdampak kepada 2.052 kepala keluarga (KK). Diketahui, bencana tersebut berdampak kepada 13 kecamatan di sana.
&quot;Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Sabtu (4/5) pukul 09.00 WIB,  2.052 KK terdampak dan 115 jiwa mengungsi di beberapa masjid dan rumah kerabat,&quot; kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (4/5/2024).

BACA JUGA:
 Mayat Pria di Kali Kanal Banjir Barat, Polisi Sebut Tak Ditemukan Tanda Kekerasan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Muhari menjelaskan, kerugian materil dari bencana tersebut tercatat, sebanyak 1.943 unit rumah terdampak, 109 unit rumah rusak berat, 42 unit rumah hanyut, empat titik ruas jalan terdampak, satu unit jembatan terdampak, 14 unit kendaraan roda dua dan empat terdampak, serta lahan persawahan dan perkebunan warga terdampak.
&quot;Kondisi mutakhir dilaporkan empat ruas jalan yang berada di Desa Ulu Salu, Desa Tolajuk dan Desa Buntu Tabang Kecamatan Latimojong tertimbun material dan  kondisi listrik pada 3 Desa tersebut dalam keadaan padam,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
 Diterjang Hujan Deras, 33 Desa di Kabupaten Wajo Dilanda Banjir&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Ia melanjutkan, BPBD Kabupaten Luwu, BPBD Provinsi Sulawesi Selatan dan tim gabungan hingga saat ini masih melakukan pendataan di lapangan, evakuasi warga terdampak, penyaluran logistik untuk pengungsi serta relawan dan terus memonitoring dampak banjir ini ke aparat kecamatan, kelurahan serta desa setempat guna melihat dampak lanjutan yang masih berpotensi terjadi dengan kondisi air yang berangsur mulai surut.
Sekadar informasi, 13 kecamatan yang terdampak adalah, Suli, Latimojong, Suli Barat, Ponrang Selatan,  Ponrang,  Bupon, Larompong, Larompong Selatan, Bajo, Bajo Barat, Kamanre, Belopa dan Belopa Utara dengan ketinggian muka air terpantau 1-3 meter.
Dari bencana ini, menyebabkan 14 orang meninggal dunia.
</content:encoded></item></channel></rss>
