<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jenazah Putu Satria Ananta Taruna STIP yang Tewas Dianiaya Senior Diterbangkan ke Bali</title><description>Kuasa hukum keluarga, Tumbur Aritonang membenarkan jika jenazah Putu telah dibawa oleh keluarga karena proses autopsi telah selesai.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/05/244/3004531/jenazah-putu-satria-ananta-taruna-stip-yang-tewas-dianiaya-senior-diterbangkan-ke-bali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/05/244/3004531/jenazah-putu-satria-ananta-taruna-stip-yang-tewas-dianiaya-senior-diterbangkan-ke-bali"/><item><title>Jenazah Putu Satria Ananta Taruna STIP yang Tewas Dianiaya Senior Diterbangkan ke Bali</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/05/244/3004531/jenazah-putu-satria-ananta-taruna-stip-yang-tewas-dianiaya-senior-diterbangkan-ke-bali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/05/244/3004531/jenazah-putu-satria-ananta-taruna-stip-yang-tewas-dianiaya-senior-diterbangkan-ke-bali</guid><pubDate>Minggu 05 Mei 2024 07:38 WIB</pubDate><dc:creator>Giffar Rivana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/05/244/3004531/jenazah-putu-satria-ananta-taruna-stip-yang-tewas-dianiaya-senior-diterbangkan-ke-bali-hdBJJuMXY4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Taruna STIP Tewas Dianiaya Senior/Tangkapan layar media sosial</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/05/244/3004531/jenazah-putu-satria-ananta-taruna-stip-yang-tewas-dianiaya-senior-diterbangkan-ke-bali-hdBJJuMXY4.jpg</image><title>Taruna STIP Tewas Dianiaya Senior/Tangkapan layar media sosial</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNC8xLzE4MDMxNy81L3g4eHlmMXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Jenazah taruna tingkat satu Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Putu Satria Ananta Rustika (19) telah diterbangkan oleh keluarga dari RS Polri menuju Bali untuk disemayamkan di sana.
Kuasa hukum keluarga, Tumbur Aritonang membenarkan jika jenazah Putu telah dibawa oleh keluarga karena proses autopsi telah selesai.
&quot;Betul (dibawa jenazah dibawa ke Bali) Keluarga pun jam 5 (pagi) sudah terbang ke Bali,&quot; kata Tumbur saat dihubungi, Minggu (6/5/2024).

BACA JUGA:
Tewas di Tangan Senior, Putu Satria Ternyata Dianiaya saat Jam Belajar STIP

Sebelumnya, Polisi menyatakan bahwa Putu Satria AR (19), taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Cilincing, Jakarta yang tewas dianiaya seniornya, mengalami luka lebam di bagian dada. Jaringan paru-paru korban juga rusak.


Hasil Autopsi, Taruna STIP yang Tewas Dianiaya Senior Alami Kerusakan Jaringan Paru-Paru

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Hady Saputra Siagian mengatakan bahwa Putu Satria tewas diduga dianiaya seniornya berinisial TRS (21) di kamar mandi STIP.

Dari hasil autopsi terungkap bahwa korban dapat hantaman pukulan di bagian dada yang berdampak pada rusaknya jaringan paru-paru.

&quot;Ya, luka lebam yang tepatnya ada di atas perut ya bagian dada, itu yang merusak jaringan paru-paru,&quot; kata Hady kepada media, Minggu (5/5/2024).

Kemudian akibat rusaknya jaringan paru-paru tersebut membuat sisa makanan naik ke atas tartarik lidah. Makanan yang naik ke atas itu kemudian membuat organ pernapasan tertutup.

&quot;Karena penarikan pada lidah itu sehingga organ pernapasan atau oksigen tertutup, oksigen itu tidak masuk sesuai dengan biasa ya, jadi itu,&quot; beberenya.
Pemukulan dilakukan pada bagian ulu hati korban. Diduga pemukulan dilakukan sebanyak lima kali secara berturut-turut hingga pingsan.



Di sisi lain, polisi telah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus tewasnya Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) . Diduga, korban tewas usai dianiaya seniornya.



&quot;Kami menyimpulkan tersangka tunggal di dalam peristiwa ini, yaitu saudara TRS. Salah satu taruna STIP Cilincing tingkat 2,&quot; kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion kepada wartawan, Sabtu 4 Mei 2024.



Gidion menjelaskan, korban merupakan junior dari tersangka. Pasalnya, korban masih taruna tingkat 1. Penetapan tersangka itu setelah polisi melakukan gelar perkara pada hari ini.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNC8xLzE4MDMxNy81L3g4eHlmMXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Jenazah taruna tingkat satu Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Putu Satria Ananta Rustika (19) telah diterbangkan oleh keluarga dari RS Polri menuju Bali untuk disemayamkan di sana.
Kuasa hukum keluarga, Tumbur Aritonang membenarkan jika jenazah Putu telah dibawa oleh keluarga karena proses autopsi telah selesai.
&quot;Betul (dibawa jenazah dibawa ke Bali) Keluarga pun jam 5 (pagi) sudah terbang ke Bali,&quot; kata Tumbur saat dihubungi, Minggu (6/5/2024).

BACA JUGA:
Tewas di Tangan Senior, Putu Satria Ternyata Dianiaya saat Jam Belajar STIP

Sebelumnya, Polisi menyatakan bahwa Putu Satria AR (19), taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Cilincing, Jakarta yang tewas dianiaya seniornya, mengalami luka lebam di bagian dada. Jaringan paru-paru korban juga rusak.


Hasil Autopsi, Taruna STIP yang Tewas Dianiaya Senior Alami Kerusakan Jaringan Paru-Paru

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Hady Saputra Siagian mengatakan bahwa Putu Satria tewas diduga dianiaya seniornya berinisial TRS (21) di kamar mandi STIP.

Dari hasil autopsi terungkap bahwa korban dapat hantaman pukulan di bagian dada yang berdampak pada rusaknya jaringan paru-paru.

&quot;Ya, luka lebam yang tepatnya ada di atas perut ya bagian dada, itu yang merusak jaringan paru-paru,&quot; kata Hady kepada media, Minggu (5/5/2024).

Kemudian akibat rusaknya jaringan paru-paru tersebut membuat sisa makanan naik ke atas tartarik lidah. Makanan yang naik ke atas itu kemudian membuat organ pernapasan tertutup.

&quot;Karena penarikan pada lidah itu sehingga organ pernapasan atau oksigen tertutup, oksigen itu tidak masuk sesuai dengan biasa ya, jadi itu,&quot; beberenya.
Pemukulan dilakukan pada bagian ulu hati korban. Diduga pemukulan dilakukan sebanyak lima kali secara berturut-turut hingga pingsan.



Di sisi lain, polisi telah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus tewasnya Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) . Diduga, korban tewas usai dianiaya seniornya.



&quot;Kami menyimpulkan tersangka tunggal di dalam peristiwa ini, yaitu saudara TRS. Salah satu taruna STIP Cilincing tingkat 2,&quot; kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion kepada wartawan, Sabtu 4 Mei 2024.



Gidion menjelaskan, korban merupakan junior dari tersangka. Pasalnya, korban masih taruna tingkat 1. Penetapan tersangka itu setelah polisi melakukan gelar perkara pada hari ini.

</content:encoded></item></channel></rss>
