<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suami Mutilasi Istri di Ciamis, Kemen PPA Ingatkan Perempuan Tingkatkan Kewaspadaan</title><description>Kemen PPA mengecam peristiwa mutilasi yang dilakukan oleh Tarsum (42) terhadap istrinya</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/05/337/3004618/suami-mutilasi-istri-di-ciamis-kemen-ppa-ingatkan-perempuan-tingkatkan-kewaspadaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/05/337/3004618/suami-mutilasi-istri-di-ciamis-kemen-ppa-ingatkan-perempuan-tingkatkan-kewaspadaan"/><item><title>Suami Mutilasi Istri di Ciamis, Kemen PPA Ingatkan Perempuan Tingkatkan Kewaspadaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/05/337/3004618/suami-mutilasi-istri-di-ciamis-kemen-ppa-ingatkan-perempuan-tingkatkan-kewaspadaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/05/337/3004618/suami-mutilasi-istri-di-ciamis-kemen-ppa-ingatkan-perempuan-tingkatkan-kewaspadaan</guid><pubDate>Minggu 05 Mei 2024 12:47 WIB</pubDate><dc:creator>Giffar Rivana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/05/337/3004618/suami-mutilasi-istri-di-ciamis-kemen-ppa-ingatkan-perempuan-tingkatkan-kewaspadaan-AlANmw9emT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/05/337/3004618/suami-mutilasi-istri-di-ciamis-kemen-ppa-ingatkan-perempuan-tingkatkan-kewaspadaan-AlANmw9emT.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPA) mengecam peristiwa mutilasi yang dilakukan oleh Tarsum (42) terhadap istrinya Yanti (39) di Dusun Sindangjaya Desa Cisontrol Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Kemen PPA menilai kejadian tersebut menunjukkan bahwa perempuan masih sangat rentan menjadi korban kekerasan. Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA, Ratna Susianawati mengaku sangat prihatin atas kejadian tragis ini.


BACA JUGA:
Viral Bidan Menjabat Lurah Diduga Malapraktik hingga Pasien Tewas, Polisi Sita Barang Bukti


Dari data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) tahun 2022 tercatat jumlah kekerasan terhadap perempuan sebanyak 11.266 kasus dengan 11.538 korban dan pelaku terbanyak adalah pasangan.

&amp;ldquo;Kami menyampaikan turut prihatin atas kejadian kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan meninggalnya korban di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Oleh karena itu, kami apresiasi pihak aparat penegak hukum yang telah mengamankan pelaku dan mendorong aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut,&quot; kata Ratna dalam keterangan tertulisnya yang diterima MNC Portal Indonesia, Minggu (5/5/2024).


BACA JUGA:
5 Fakta Pria di Ciamis Mutilasi Istri di Depan Pos Ronda, Dapat Bisikan Gaib


Kemen PPPA melalui Tim Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) telah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kabupaten Ciamis untuk melakukan upaya pendampingan lanjutan terhadap anak korban sesuai kebutuhan. Kemen PPPA akan terus memantau kasus dan proses hukum yang saat ini sedang berjalan di Polres Ciamis.

&quot;Kami mengimbau masyarakat khususnya kaum perempuan agar dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk ancaman dan kekerasan. Jika terlihat adanya tingkah laku depresi dari pasangan maka penting untuk segera mencari bantuan profesional agar mendapatkan penanganan yang tepat,&quot; ungkap Ratna.Ratna juga mengajak semua perempuan apabila mengalami, serta seluruh masyarakat apabila mendengar, melihat, atau mengetahui kasus kekerasan untuk berani mengungkap kasus kekerasan yang terjadi.

&quot;Masyarakat dapat melaporkan kasus kekerasan melalui call center Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 dan WhatsApp 08111 129 129,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPA) mengecam peristiwa mutilasi yang dilakukan oleh Tarsum (42) terhadap istrinya Yanti (39) di Dusun Sindangjaya Desa Cisontrol Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Kemen PPA menilai kejadian tersebut menunjukkan bahwa perempuan masih sangat rentan menjadi korban kekerasan. Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA, Ratna Susianawati mengaku sangat prihatin atas kejadian tragis ini.


BACA JUGA:
Viral Bidan Menjabat Lurah Diduga Malapraktik hingga Pasien Tewas, Polisi Sita Barang Bukti


Dari data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) tahun 2022 tercatat jumlah kekerasan terhadap perempuan sebanyak 11.266 kasus dengan 11.538 korban dan pelaku terbanyak adalah pasangan.

&amp;ldquo;Kami menyampaikan turut prihatin atas kejadian kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan meninggalnya korban di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Oleh karena itu, kami apresiasi pihak aparat penegak hukum yang telah mengamankan pelaku dan mendorong aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut,&quot; kata Ratna dalam keterangan tertulisnya yang diterima MNC Portal Indonesia, Minggu (5/5/2024).


BACA JUGA:
5 Fakta Pria di Ciamis Mutilasi Istri di Depan Pos Ronda, Dapat Bisikan Gaib


Kemen PPPA melalui Tim Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) telah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kabupaten Ciamis untuk melakukan upaya pendampingan lanjutan terhadap anak korban sesuai kebutuhan. Kemen PPPA akan terus memantau kasus dan proses hukum yang saat ini sedang berjalan di Polres Ciamis.

&quot;Kami mengimbau masyarakat khususnya kaum perempuan agar dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk ancaman dan kekerasan. Jika terlihat adanya tingkah laku depresi dari pasangan maka penting untuk segera mencari bantuan profesional agar mendapatkan penanganan yang tepat,&quot; ungkap Ratna.Ratna juga mengajak semua perempuan apabila mengalami, serta seluruh masyarakat apabila mendengar, melihat, atau mengetahui kasus kekerasan untuk berani mengungkap kasus kekerasan yang terjadi.

&quot;Masyarakat dapat melaporkan kasus kekerasan melalui call center Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 dan WhatsApp 08111 129 129,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
