<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Taruna STIP Dianiaya Senior, Lidah Korban Ditarik Pelaku hingga Tewas</title><description>Karena penarikan pada lidah itu sehingga organ pernapasan atau oksigen tertutup.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/05/338/3004541/taruna-stip-dianiaya-senior-lidah-korban-ditarik-pelaku-hingga-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/05/338/3004541/taruna-stip-dianiaya-senior-lidah-korban-ditarik-pelaku-hingga-tewas"/><item><title>Taruna STIP Dianiaya Senior, Lidah Korban Ditarik Pelaku hingga Tewas</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/05/338/3004541/taruna-stip-dianiaya-senior-lidah-korban-ditarik-pelaku-hingga-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/05/338/3004541/taruna-stip-dianiaya-senior-lidah-korban-ditarik-pelaku-hingga-tewas</guid><pubDate>Minggu 05 Mei 2024 08:37 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Ma'ruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/05/338/3004541/taruna-stip-dianiaya-senior-lidah-korban-ditarik-pelaku-hingga-tewas-U84fAuwoQm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Taruna STIP Tewas Dianiaya Senior/Tangkapan layar media sosial</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/05/338/3004541/taruna-stip-dianiaya-senior-lidah-korban-ditarik-pelaku-hingga-tewas-U84fAuwoQm.jpg</image><title>Taruna STIP Tewas Dianiaya Senior/Tangkapan layar media sosial</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNC8xLzE4MDMxNy81L3g4eHlmMXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA- Polres Metro Jakarta Utara (Jakut) mengatakan, tersangka TRS (21) pelaku penganiayaan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Putu Satria Ananta Rustika (19) panik usai aniaya korban.
Bahkan dia mencoba melakukan penyelamatan dengan menarik lidah korban namun malah berujung pada meninggalnya Putu.

BACA JUGA:
Jenazah Putu Satria Ananta Taruna STIP yang Tewas Dianiaya Senior Diterbangkan ke Bali

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Hady Saputra Siagian mengatakan, Putu Satria tewas karena menerima pukulan pada bagian dada yang berdampak pada rusaknya jaringan paru-paru. Setelah dianiaya dan pingsan tersangka panik dan mencoba menolong dengan menarik lidah korban.
&quot;Karena panik lihat si korban tumbang, dia berusaha mencoba membantu, dia memerintahkan untuk (anak) tingkat satu yang ada di kamar mandi itu pergi, keluar dari kamar mandi,&quot; kata Hady, Minggu (5/5/2024).

BACA JUGA:
Tewas di Tangan Senior, Putu Satria Ternyata Dianiaya saat Jam Belajar STIP

&quot;Kemudian dia berusaha memberi bantuan dengan cara memasukkan tangannya ke mulut (korban) kemudian menarik lidahnya,&quot; jelasnya.Namun, bukannya mengalami perbaikan atas bantuan malah kondisi korban semakin memburuk. Akibat lidah yang ditarik secara paksa membuat sisa makanan naik ke atas tartarik membuat organ pernapasan tertutup.

&quot;Karena penarikan pada lidah itu sehingga organ pernapasan atau oksigen tertutup, oksigen itu tidak masuk sesuai dengan biasa ya, jadi itu,&quot; pungkasnya.

Sebelumnya, polisi menetapkan satu orang tersangka dalam kasus tewasnya Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP). Diduga, korban tewas usai dianiaya seniornya. Korban telah dibawa pihak keluarga ke Bali untuk disemayamkan.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNC8xLzE4MDMxNy81L3g4eHlmMXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA- Polres Metro Jakarta Utara (Jakut) mengatakan, tersangka TRS (21) pelaku penganiayaan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Putu Satria Ananta Rustika (19) panik usai aniaya korban.
Bahkan dia mencoba melakukan penyelamatan dengan menarik lidah korban namun malah berujung pada meninggalnya Putu.

BACA JUGA:
Jenazah Putu Satria Ananta Taruna STIP yang Tewas Dianiaya Senior Diterbangkan ke Bali

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Hady Saputra Siagian mengatakan, Putu Satria tewas karena menerima pukulan pada bagian dada yang berdampak pada rusaknya jaringan paru-paru. Setelah dianiaya dan pingsan tersangka panik dan mencoba menolong dengan menarik lidah korban.
&quot;Karena panik lihat si korban tumbang, dia berusaha mencoba membantu, dia memerintahkan untuk (anak) tingkat satu yang ada di kamar mandi itu pergi, keluar dari kamar mandi,&quot; kata Hady, Minggu (5/5/2024).

BACA JUGA:
Tewas di Tangan Senior, Putu Satria Ternyata Dianiaya saat Jam Belajar STIP

&quot;Kemudian dia berusaha memberi bantuan dengan cara memasukkan tangannya ke mulut (korban) kemudian menarik lidahnya,&quot; jelasnya.Namun, bukannya mengalami perbaikan atas bantuan malah kondisi korban semakin memburuk. Akibat lidah yang ditarik secara paksa membuat sisa makanan naik ke atas tartarik membuat organ pernapasan tertutup.

&quot;Karena penarikan pada lidah itu sehingga organ pernapasan atau oksigen tertutup, oksigen itu tidak masuk sesuai dengan biasa ya, jadi itu,&quot; pungkasnya.

Sebelumnya, polisi menetapkan satu orang tersangka dalam kasus tewasnya Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP). Diduga, korban tewas usai dianiaya seniornya. Korban telah dibawa pihak keluarga ke Bali untuk disemayamkan.

</content:encoded></item></channel></rss>
