<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Semeru Kembali Menggeliat, Tinggi Letusan 1.000 Meter di Atas Puncak</title><description>Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/05/519/3004554/gunung-semeru-kembali-menggeliat-tinggi-letusan-1-000-meter-di-atas-puncak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/05/519/3004554/gunung-semeru-kembali-menggeliat-tinggi-letusan-1-000-meter-di-atas-puncak"/><item><title>Gunung Semeru Kembali Menggeliat, Tinggi Letusan 1.000 Meter di Atas Puncak</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/05/519/3004554/gunung-semeru-kembali-menggeliat-tinggi-letusan-1-000-meter-di-atas-puncak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/05/519/3004554/gunung-semeru-kembali-menggeliat-tinggi-letusan-1-000-meter-di-atas-puncak</guid><pubDate>Minggu 05 Mei 2024 09:36 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/05/519/3004554/gunung-semeru-kembali-menggeliat-tinggi-letusan-1-000-meter-di-atas-puncak-mDMzngU1Yc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Semeru Meletus/PVMBG</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/05/519/3004554/gunung-semeru-kembali-menggeliat-tinggi-letusan-1-000-meter-di-atas-puncak-mDMzngU1Yc.jpg</image><title>Gunung Semeru Meletus/PVMBG</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNC8xLzE4MDMxNC81L3g4eHh4c2U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pagi ini, pukul 08.50 WIB, Minggu (5/5/2024).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan tinggi kolom letusan 1000 meter di atas puncak.
Gunung Semeru yang secara administratif terletak dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur itu masih berstatus siaga atau level III.

BACA JUGA:
Tempuh Perjalanan Darat 4 Jam, AHY Terjun Langsung ke Gunung Ruang

&amp;ldquo;Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Minggu, 05 Mei 2024, pukul 08:50 WIB. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn; 1000 m di atas puncak (&amp;plusmn; 4676 m di atas permukaan laut),&amp;rdquo; ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Mukdas Sofian.

BACA JUGA:
 Gunung Semeru Erupsi, Letusan 700 Meter di Atas Puncak&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Mukdas melanjutkan, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.
Dia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).



Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.



&amp;ldquo;Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),&amp;rdquo; katanya.



Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.



&amp;ldquo;Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,&amp;rdquo; pungkasnya.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNC8xLzE4MDMxNC81L3g4eHh4c2U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pagi ini, pukul 08.50 WIB, Minggu (5/5/2024).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan tinggi kolom letusan 1000 meter di atas puncak.
Gunung Semeru yang secara administratif terletak dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur itu masih berstatus siaga atau level III.

BACA JUGA:
Tempuh Perjalanan Darat 4 Jam, AHY Terjun Langsung ke Gunung Ruang

&amp;ldquo;Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Minggu, 05 Mei 2024, pukul 08:50 WIB. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn; 1000 m di atas puncak (&amp;plusmn; 4676 m di atas permukaan laut),&amp;rdquo; ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Mukdas Sofian.

BACA JUGA:
 Gunung Semeru Erupsi, Letusan 700 Meter di Atas Puncak&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Mukdas melanjutkan, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.
Dia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).



Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.



&amp;ldquo;Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),&amp;rdquo; katanya.



Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.



&amp;ldquo;Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,&amp;rdquo; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
