<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tragis! Pelajar SMP di Sukabumi Duel hingga Tewas, Temannya Asyik Merekam dengan Ponsel</title><description>Toni menduga, korban meninggal dunia karena kehabisan darah yang keluar dari lukanya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/05/525/3004638/tragis-pelajar-smp-di-sukabumi-duel-hingga-tewas-temannya-asyik-merekam-dengan-ponsel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/05/525/3004638/tragis-pelajar-smp-di-sukabumi-duel-hingga-tewas-temannya-asyik-merekam-dengan-ponsel"/><item><title>Tragis! Pelajar SMP di Sukabumi Duel hingga Tewas, Temannya Asyik Merekam dengan Ponsel</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/05/525/3004638/tragis-pelajar-smp-di-sukabumi-duel-hingga-tewas-temannya-asyik-merekam-dengan-ponsel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/05/525/3004638/tragis-pelajar-smp-di-sukabumi-duel-hingga-tewas-temannya-asyik-merekam-dengan-ponsel</guid><pubDate>Minggu 05 Mei 2024 14:03 WIB</pubDate><dc:creator>Dharmawan Hadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/05/525/3004638/tragis-pelajar-smp-di-sukabumi-duel-hingga-tewas-temannya-asyik-merekam-dengan-ponsel-VALjvinkFh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelajar SMP Duel hingga Tewas</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/05/525/3004638/tragis-pelajar-smp-di-sukabumi-duel-hingga-tewas-temannya-asyik-merekam-dengan-ponsel-VALjvinkFh.jpg</image><title>Pelajar SMP Duel hingga Tewas</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yNy8xLzE4MDA1Ny81L3g4eGpncm8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SUKABUMI- Seorang pelajar SMP Negeri di salah satu Kabupaten Sukabumi nyawanya tidak tertolong usai berduel dengan pelajar dari SMP Negeri di Kota Sukabumi, Jawa Barat.
Informasi yang dihimpun Okezone, korban berinisial PD (13) siswa kelas 7 salah satu SMP Negeri di Kabupaten Sukabumi, yang merupakan warga Kampung Cirampo, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi.
Aksi duel yang menggunakan senjata tajam itu, disaksikan oleh para pelajar dari kedua kelompok sekolah tersebut. Bahkan dari para pelajar yang berada di lokasi kejadian, ada yang mengabadikan peristiwa tersebut dengan telepon selulernya.

BACA JUGA:
Tawuran Tewaskan 1 Pelajar, 14 Remaja di Lampung Diamankan Polisi

Korban yang sempat diberikan pertolongan medis di Klinik Tabayyun di Jalan Raya Sukabumi-Jampangtengah, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, akhirnya di rujuk untuk dibawa ke rumah sakit.
Dengan menggunakan ambulans milik Pemerintah Desa Padabeunghar, korban dibawa ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi bersama 2 temannya, namun tidak lama setelah tiba di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.
Sopir ambulans, Toni (46) mengatakan, awalnya dirinya ditelepon oleh pihak keluarga untuk membawa korban dari Klinik Tabayyun ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, pada pukul 18.30 WIB. Pada saat itu dirinya belum mengetahui penyebab korban terluka.
&quot;Jadi waktu di klinik, korban masih bernafas terus diberi rujukan untuk dibawa ke rumah sakit Bunut (RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi). Teman-teman korban banyak waktu itu (di klinik), tapi yang ikut mengantar 2 orang ikut dalam ambulans dan 4 orang pake sepeda motor boncengan,&quot; ujar Toni, Minggu (5/5/2024).

BACA JUGA:
2 Kelompok Remaja Tawuran di Lampung, 1 Orang Tewas dan Lainnya Luka-Luka

Selama di perjalanan, lanjut Toni, ia bertanya kepada teman korban terkait kronologi kejadian tersebut. Dari perbincangan tersebut, terungkap korban mengalami luka bocor pada bagian kepada dan luka jejas pada bagian kaki, akibat duel dengan siswa sekolah lain.
&quot;Menurut temannya, habis duel katanya di wilayah Kampung Babakan, Desa Parakan Lima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Karena beberapa temannya menyaksikan duel tersebut dan yang menolong awal korban bawa ke klinik,&quot; ujar Toni.Toni menduga, korban meninggal dunia karena kehabisan darah yang keluar dari lukanya. Karena menurut keterangan temannya, korban sempat tergeletak lama di lokasi kejadian sebelum dievakuasi oleh teman-temannya ke klinik.

&quot;Ditambah perjalanan dari Klinik Tabayyun ke Rumah Sakit Bunut kan jauh (sekitar 23 kilometer). Tapi jauh juga kalo jalannya bagus mungkin bisa cepat saya nyampe ke rumah sakit, jalan dari Padabeunghar ke Pangleseran kan rusak, saya enggak bisa cepat bawa mobil,&quot; ujar Toni.



Toni menambahkan, dirinya tiba di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi sekira pukul 19.00 WIB dan korban langsung masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD). Selang beberapa menit kemudian, korban dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yNy8xLzE4MDA1Ny81L3g4eGpncm8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SUKABUMI- Seorang pelajar SMP Negeri di salah satu Kabupaten Sukabumi nyawanya tidak tertolong usai berduel dengan pelajar dari SMP Negeri di Kota Sukabumi, Jawa Barat.
Informasi yang dihimpun Okezone, korban berinisial PD (13) siswa kelas 7 salah satu SMP Negeri di Kabupaten Sukabumi, yang merupakan warga Kampung Cirampo, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi.
Aksi duel yang menggunakan senjata tajam itu, disaksikan oleh para pelajar dari kedua kelompok sekolah tersebut. Bahkan dari para pelajar yang berada di lokasi kejadian, ada yang mengabadikan peristiwa tersebut dengan telepon selulernya.

BACA JUGA:
Tawuran Tewaskan 1 Pelajar, 14 Remaja di Lampung Diamankan Polisi

Korban yang sempat diberikan pertolongan medis di Klinik Tabayyun di Jalan Raya Sukabumi-Jampangtengah, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, akhirnya di rujuk untuk dibawa ke rumah sakit.
Dengan menggunakan ambulans milik Pemerintah Desa Padabeunghar, korban dibawa ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi bersama 2 temannya, namun tidak lama setelah tiba di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.
Sopir ambulans, Toni (46) mengatakan, awalnya dirinya ditelepon oleh pihak keluarga untuk membawa korban dari Klinik Tabayyun ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, pada pukul 18.30 WIB. Pada saat itu dirinya belum mengetahui penyebab korban terluka.
&quot;Jadi waktu di klinik, korban masih bernafas terus diberi rujukan untuk dibawa ke rumah sakit Bunut (RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi). Teman-teman korban banyak waktu itu (di klinik), tapi yang ikut mengantar 2 orang ikut dalam ambulans dan 4 orang pake sepeda motor boncengan,&quot; ujar Toni, Minggu (5/5/2024).

BACA JUGA:
2 Kelompok Remaja Tawuran di Lampung, 1 Orang Tewas dan Lainnya Luka-Luka

Selama di perjalanan, lanjut Toni, ia bertanya kepada teman korban terkait kronologi kejadian tersebut. Dari perbincangan tersebut, terungkap korban mengalami luka bocor pada bagian kepada dan luka jejas pada bagian kaki, akibat duel dengan siswa sekolah lain.
&quot;Menurut temannya, habis duel katanya di wilayah Kampung Babakan, Desa Parakan Lima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Karena beberapa temannya menyaksikan duel tersebut dan yang menolong awal korban bawa ke klinik,&quot; ujar Toni.Toni menduga, korban meninggal dunia karena kehabisan darah yang keluar dari lukanya. Karena menurut keterangan temannya, korban sempat tergeletak lama di lokasi kejadian sebelum dievakuasi oleh teman-temannya ke klinik.

&quot;Ditambah perjalanan dari Klinik Tabayyun ke Rumah Sakit Bunut kan jauh (sekitar 23 kilometer). Tapi jauh juga kalo jalannya bagus mungkin bisa cepat saya nyampe ke rumah sakit, jalan dari Padabeunghar ke Pangleseran kan rusak, saya enggak bisa cepat bawa mobil,&quot; ujar Toni.



Toni menambahkan, dirinya tiba di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi sekira pukul 19.00 WIB dan korban langsung masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD). Selang beberapa menit kemudian, korban dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis.

</content:encoded></item></channel></rss>
