<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pantai Karangsong Indramayu Dilanda Banjir Rob, Warung Pedagang Terdampak   </title><description>Pantai Karangsong dihantam banjir rob yang disertai angin timur, selama dua minggu terakhir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/05/525/3004728/pantai-karangsong-indramayu-dilanda-banjir-rob-warung-pedagang-terdampak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/05/525/3004728/pantai-karangsong-indramayu-dilanda-banjir-rob-warung-pedagang-terdampak"/><item><title>Pantai Karangsong Indramayu Dilanda Banjir Rob, Warung Pedagang Terdampak   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/05/525/3004728/pantai-karangsong-indramayu-dilanda-banjir-rob-warung-pedagang-terdampak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/05/525/3004728/pantai-karangsong-indramayu-dilanda-banjir-rob-warung-pedagang-terdampak</guid><pubDate>Minggu 05 Mei 2024 20:02 WIB</pubDate><dc:creator>Andrian Supendi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/05/525/3004728/pantai-karangsong-indramayu-dilanda-banjir-rob-warung-pedagang-terdampak-Hfer3jt72h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir rob di Pantai Karangsong. (Foto: Andrian Supendi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/05/525/3004728/pantai-karangsong-indramayu-dilanda-banjir-rob-warung-pedagang-terdampak-Hfer3jt72h.jpg</image><title>Banjir rob di Pantai Karangsong. (Foto: Andrian Supendi)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNC8xLzE4MDMyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
INDRAMAYU - Pantai Karangsong dihantam banjir rob yang disertai angin timur, selama dua minggu terakhir. Dampaknya, daratan pantai terkikis oleh ombak dan merusak beberapa warung milik pedagang di kawasan wisata itu.

Salah satu pedagang, Ragil mengeluhkan kerugian besar yang dialaminya akibat bencana tersebut. Ia meminta pemerintah untuk turun langsung dan menangani keluhan para pedagang.

Menurutnya, omset dagangannya saat ini turun drastis, yang biasanya mencapai Rp300.000 hingga Rp400.000 per hari, namun sekarang untuk mendapatkan Rp50.000 saja sulit. Para pedagang pun khawatir terhadap dampak yang semakin merugikan akibat sering terjadinya rob.

BACA JUGA:
Banjir Semarang, Penurunan Tanah Diperparah Banjir Rob

&quot;Kami merasa keberadaan kami di pinggir pantai semakin terancam oleh seringnya rob yang terjadi,&quot; ujar Ragil, Minggu (5/5/2024).

Ragil mengungkapkan, rob yang terjadi akibat angin timur telah membuat wisatawan enggan berkunjung, sehingga omzet penjualan menurun drastis.

&quot;Kami sangat bergantung pada wisatawan yang datang ke pantai, namun dengan seringnya terjadi rob, mereka jadi enggan datang lagi,&quot; ungkap dia.

BACA JUGA:
BMKG Sebut 6 Daerah Pesisir Lampung Berpotensi Banjir Rob

Dalam hal ini, Ragil menyatakan, ia mewakili para pedagang lainnya meminta pemerintah agar turun langsung menindaklanjuti persoalan tersebut dengan memberikan solusi yang konkret.

&quot;Salah satu solusi yang kami harapkan adalah dengan membangun breakwater atau penahan ombak di sepanjang pantai, sehingga dapat mengurangi dampak rob yang sering terjadi,&quot; terang dia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNC8xLzE4MDMyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
INDRAMAYU - Pantai Karangsong dihantam banjir rob yang disertai angin timur, selama dua minggu terakhir. Dampaknya, daratan pantai terkikis oleh ombak dan merusak beberapa warung milik pedagang di kawasan wisata itu.

Salah satu pedagang, Ragil mengeluhkan kerugian besar yang dialaminya akibat bencana tersebut. Ia meminta pemerintah untuk turun langsung dan menangani keluhan para pedagang.

Menurutnya, omset dagangannya saat ini turun drastis, yang biasanya mencapai Rp300.000 hingga Rp400.000 per hari, namun sekarang untuk mendapatkan Rp50.000 saja sulit. Para pedagang pun khawatir terhadap dampak yang semakin merugikan akibat sering terjadinya rob.

BACA JUGA:
Banjir Semarang, Penurunan Tanah Diperparah Banjir Rob

&quot;Kami merasa keberadaan kami di pinggir pantai semakin terancam oleh seringnya rob yang terjadi,&quot; ujar Ragil, Minggu (5/5/2024).

Ragil mengungkapkan, rob yang terjadi akibat angin timur telah membuat wisatawan enggan berkunjung, sehingga omzet penjualan menurun drastis.

&quot;Kami sangat bergantung pada wisatawan yang datang ke pantai, namun dengan seringnya terjadi rob, mereka jadi enggan datang lagi,&quot; ungkap dia.

BACA JUGA:
BMKG Sebut 6 Daerah Pesisir Lampung Berpotensi Banjir Rob

Dalam hal ini, Ragil menyatakan, ia mewakili para pedagang lainnya meminta pemerintah agar turun langsung menindaklanjuti persoalan tersebut dengan memberikan solusi yang konkret.

&quot;Salah satu solusi yang kami harapkan adalah dengan membangun breakwater atau penahan ombak di sepanjang pantai, sehingga dapat mengurangi dampak rob yang sering terjadi,&quot; terang dia.</content:encoded></item></channel></rss>
