<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Israel Larang Al Jazeera Liput Berita di Gaza Lagi</title><description>Al Jazeerasatu-satunya outlet media internasional yang menyediakan liputan langsung dari Gaza yang beroperasi di Israel.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/06/18/3005157/alasan-israel-larang-al-jazeera-liput-berita-di-gaza-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/06/18/3005157/alasan-israel-larang-al-jazeera-liput-berita-di-gaza-lagi"/><item><title>Alasan Israel Larang Al Jazeera Liput Berita di Gaza Lagi</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/06/18/3005157/alasan-israel-larang-al-jazeera-liput-berita-di-gaza-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/06/18/3005157/alasan-israel-larang-al-jazeera-liput-berita-di-gaza-lagi</guid><pubDate>Senin 06 Mei 2024 18:06 WIB</pubDate><dc:creator>Rachel Eirene Nugroho </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/06/18/3005157/alasan-israel-larang-al-jazeera-liput-berita-di-gaza-lagi-KkYlYRTuZz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alasan Israel larang Al Jazeera liput berita di Gaza lagi (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/06/18/3005157/alasan-israel-larang-al-jazeera-liput-berita-di-gaza-lagi-KkYlYRTuZz.jpg</image><title>Alasan Israel larang Al Jazeera liput berita di Gaza lagi (Foto: AFP)</title></images><description>
GAZA - Kabinet sayap kanan Israel telah memutuskan untuk melarang Al Jazeera sebagai jaringan berita satelit yang berbasis di Qatar untuk meliput berita mengenai perang di Gaza. Hal ini menyebabkan penggerebekan terhadap kantor Al Jazeera di Yerusalem pada Minggu (05/05/2024). Al Jazeera sendiri merupakan satu-satunya outlet media internasional yang menyediakan liputan langsung dari Gaza yang beroperasi di Israel.

Tindakan Israel yang melarang Al Jazeera merupakan perintah pertama dengan target media asing yang beroperasi di Israel. Pelarangan ini didorong oleh keputusan parlemen Israel yang mendukung undang-undang yang memberikan kewenangan bagi menteri komunikasi Israel untuk melarang organisasi berita asing bekerja di Israel serta menyita peralatan mereka.


BACA JUGA:
Netanyahu Tegaskan Hentikan Perang Gaza Akan Membuat Hamas Berkuasa dan Mengancam Israel

&amp;ldquo;Peralatan siaran jaringan tersebut akan disita, koresponden saluran tersebut akan dilarang bekerja, saluran tersebut akan dihapus dari perusahaan televisi kabel dan satelit, dan situs web Al Jazeera akan diblokir di internet,&amp;rdquo; kata Ofir Gendelman, juru bicara media Arab di pemerintahan Netanyahu, mengutip Common Dreams.


BACA JUGA:
PBB Tuduh Israel Tolak Akses Bantuan ke Gaza ketika Kelaparan Besar-besaran Melanda

Alasan dibalik keputusan yang diambil oleh kabinet Israel ini karena pemerintahan Netanyahu menganggap bahwa Al Jazeera dapat menjadi ancaman tersendiri bagi Israel. Mengutip Politico, Netanyahu membuat sebuat pernyataan pasca pemungutan suara yang menyatakan bahwa wartawan Al Jazeera dianggap telah merugikan keamanan Israel dan menghasut para tentara. Dalam pernyataan tersebut Al Jazeera dianggap sebagai juru bicara Hamas.
Selama bertahun-tahun, Israel khususnya pemerintahan Netanyahu telah menganggap jaringan berita Al Jazeera sebagai jaringan berita yang bias anti-Israel. Semenjak serangan Hamas di Israel pada tanggal 7 Oktober, kritik pemerintahan Netanyahu terhadap Al Jazeera semakin meningkat.



Melansir ABC News, perang Israel dengan Hamas di Gaza telah menimbulkan korban jiwa lebih dari 34.500 orang. Bagaimana gambaran penderitaan di Gaza yang disiarkan oleh Al Jazeera telah melemahkan kampanye Israel melawan Hamas dengan mengikis dukungan internasional terhadap perangnya. Selain itu, pendekatan editorial yang diambil Al Jazeera terhadap konflik tersebut juga sangat ditentang Israel karena didalamnya terkandung pernyataan oleh Hamas.



Melihat bagaimana Israel menentang serta melarang kehadiran media berita Al Jazeera tentu mendapat reaksi dari Al Jazeera sendiri dan portal berita lainnya seperti The Associated Press. Al Jazeera merasa keberatan dengan tindakan Israel yang menargetkan para jurnalis, terutama jurnalis Palestina yang dilaporkan lebih dari 140 jurnalis Palestina telah terbunuh sejak dimulainya perang. Saat pengeboman di Gaza pada tahun 2021, Israel juga pernah merobohkan blok perkantoran tempat beberapa media beroperasi seperti Al Jazeera dan The Associated Press.



Kehadiran Al Jazeera memberikan peranan terbesar di Gaza dibandingkan dengan media internasional lainnya. Hal ini karena Al Jazeera dapat meliput secara langsung bagaimana situasi perang Israel-Hamas yang sedang terjadi saat ini di Gaza. Israel tetap mengizinkan jurnalis asing untuk mengakses Gaza namun hanya melalui kunjungan pers yang dikontrol ketat serta dikoordinasikan oleh Israel.</description><content:encoded>
GAZA - Kabinet sayap kanan Israel telah memutuskan untuk melarang Al Jazeera sebagai jaringan berita satelit yang berbasis di Qatar untuk meliput berita mengenai perang di Gaza. Hal ini menyebabkan penggerebekan terhadap kantor Al Jazeera di Yerusalem pada Minggu (05/05/2024). Al Jazeera sendiri merupakan satu-satunya outlet media internasional yang menyediakan liputan langsung dari Gaza yang beroperasi di Israel.

Tindakan Israel yang melarang Al Jazeera merupakan perintah pertama dengan target media asing yang beroperasi di Israel. Pelarangan ini didorong oleh keputusan parlemen Israel yang mendukung undang-undang yang memberikan kewenangan bagi menteri komunikasi Israel untuk melarang organisasi berita asing bekerja di Israel serta menyita peralatan mereka.


BACA JUGA:
Netanyahu Tegaskan Hentikan Perang Gaza Akan Membuat Hamas Berkuasa dan Mengancam Israel

&amp;ldquo;Peralatan siaran jaringan tersebut akan disita, koresponden saluran tersebut akan dilarang bekerja, saluran tersebut akan dihapus dari perusahaan televisi kabel dan satelit, dan situs web Al Jazeera akan diblokir di internet,&amp;rdquo; kata Ofir Gendelman, juru bicara media Arab di pemerintahan Netanyahu, mengutip Common Dreams.


BACA JUGA:
PBB Tuduh Israel Tolak Akses Bantuan ke Gaza ketika Kelaparan Besar-besaran Melanda

Alasan dibalik keputusan yang diambil oleh kabinet Israel ini karena pemerintahan Netanyahu menganggap bahwa Al Jazeera dapat menjadi ancaman tersendiri bagi Israel. Mengutip Politico, Netanyahu membuat sebuat pernyataan pasca pemungutan suara yang menyatakan bahwa wartawan Al Jazeera dianggap telah merugikan keamanan Israel dan menghasut para tentara. Dalam pernyataan tersebut Al Jazeera dianggap sebagai juru bicara Hamas.
Selama bertahun-tahun, Israel khususnya pemerintahan Netanyahu telah menganggap jaringan berita Al Jazeera sebagai jaringan berita yang bias anti-Israel. Semenjak serangan Hamas di Israel pada tanggal 7 Oktober, kritik pemerintahan Netanyahu terhadap Al Jazeera semakin meningkat.



Melansir ABC News, perang Israel dengan Hamas di Gaza telah menimbulkan korban jiwa lebih dari 34.500 orang. Bagaimana gambaran penderitaan di Gaza yang disiarkan oleh Al Jazeera telah melemahkan kampanye Israel melawan Hamas dengan mengikis dukungan internasional terhadap perangnya. Selain itu, pendekatan editorial yang diambil Al Jazeera terhadap konflik tersebut juga sangat ditentang Israel karena didalamnya terkandung pernyataan oleh Hamas.



Melihat bagaimana Israel menentang serta melarang kehadiran media berita Al Jazeera tentu mendapat reaksi dari Al Jazeera sendiri dan portal berita lainnya seperti The Associated Press. Al Jazeera merasa keberatan dengan tindakan Israel yang menargetkan para jurnalis, terutama jurnalis Palestina yang dilaporkan lebih dari 140 jurnalis Palestina telah terbunuh sejak dimulainya perang. Saat pengeboman di Gaza pada tahun 2021, Israel juga pernah merobohkan blok perkantoran tempat beberapa media beroperasi seperti Al Jazeera dan The Associated Press.



Kehadiran Al Jazeera memberikan peranan terbesar di Gaza dibandingkan dengan media internasional lainnya. Hal ini karena Al Jazeera dapat meliput secara langsung bagaimana situasi perang Israel-Hamas yang sedang terjadi saat ini di Gaza. Israel tetap mengizinkan jurnalis asing untuk mengakses Gaza namun hanya melalui kunjungan pers yang dikontrol ketat serta dikoordinasikan oleh Israel.</content:encoded></item></channel></rss>
