<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Indonesia Dilanda Kemarau Mei hingga Agustus 2024, Apakah Terkait Gelombang Panas? </title><description>Apakah ada kaitannya dengan gelombang panas yang terjadi di berbagai negara?</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/06/337/3004786/5-fakta-indonesia-dilanda-kemarau-mei-hingga-agustus-2024-apakah-terkait-gelombang-panas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/06/337/3004786/5-fakta-indonesia-dilanda-kemarau-mei-hingga-agustus-2024-apakah-terkait-gelombang-panas"/><item><title>5 Fakta Indonesia Dilanda Kemarau Mei hingga Agustus 2024, Apakah Terkait Gelombang Panas? </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/06/337/3004786/5-fakta-indonesia-dilanda-kemarau-mei-hingga-agustus-2024-apakah-terkait-gelombang-panas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/06/337/3004786/5-fakta-indonesia-dilanda-kemarau-mei-hingga-agustus-2024-apakah-terkait-gelombang-panas</guid><pubDate>Senin 06 Mei 2024 06:04 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/05/337/3004786/5-fakta-indonesia-dilanda-kemarau-mei-hingga-agustus-2024-apakah-terkait-gelombang-panas-3ZCiqrJgTT.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">BMKG. (Foto: Dok BMKG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/05/337/3004786/5-fakta-indonesia-dilanda-kemarau-mei-hingga-agustus-2024-apakah-terkait-gelombang-panas-3ZCiqrJgTT.jpeg</image><title>BMKG. (Foto: Dok BMKG)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu sebanyak 63,66% Zona Musim akan memasuki periode&amp;nbsp;musim kemarau&amp;nbsp;pada bulan Mei hingga Agustus 2024. Apakah ada kaitannya dengan gelombang panas yang terjadi di berbagai negara?

Berikut sejumlah faktanya:

1. Peralihan Musim

Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto mengatakan, memasuki periode Mei, sebagian wilayah Indonesia mulai mengalami awal&amp;nbsp;kemarau&amp;nbsp;dan sebagian wilayah lainnya masih mengalami periode peralihan musim atau pancaroba, sehingga potensi fenomena suhu panas dan kondisi cerah di siang hari masih mendominasi cuaca secara umum di awal Mei 2024.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Viral Sesar Besar Sumatera Picu Tsunami Tahun 2024, BMKG: Hoaks!

2. Tidak Terkait Gelombang Panas

Sementara itu, mencermati kejadian fenomena gelombang panas yang terjadi di sebagian wilayah Asia dalam sepekan terakhir, Guswanto mengatakan, bahwa fenomena gelombang panas tersebut tidak terkait dengan kondisi suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia.

&amp;ldquo;Hal ini karena fenomena udara panas yang terjadi di Indonesia belakangan merupakan fenomena yang bersiklus terjadi setiap tahun sebagai akibat dari adanya gerak semu matahari dan kondisi cuaca cerah pada siang hari,&amp;rdquo; ucapnya, Minggu (5/5/2024).
&amp;nbsp;
3. Apa Itu Fenomena Gelombang Panas?

Menurutnya, istilah gelombang panas menurut World Meteorological Organization (WMO) merupakan fenomena kondisi&amp;nbsp;udara panas&amp;nbsp;yang berkepanjangan selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut, dengan suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5&amp;deg;C atau lebih.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gelombang Panas Hantam Thailand hingga India, BMKG Pastikan Indonesia Tak Terdampak

Guwanto mengatakan fenomena gelombang panas ini umumnya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa, Amerika, dan sebagian wilayah Asia. Secara meteorologis, hal tersebut dapat terjadi karena adanya udara panas yang terperangkap di suatu wilayah dekat permukaan akibat anomali dinamika atmosfer.

&quot;Sehingga aliran udara tidak bergerak dalam skala yang luas, misalnya pada sistem tekanan tinggi skala luas dalam periode cukup lama. Kondisi atmosfer tersebut sulit terjadi di wilayah Indonesia yang berada di wilayah ekuator,&quot; ungkapnya.4. Suhu Panas di Indonesia



Berdasarkan data BMKG, kondisi suhu panas di wilayah Indonesia dengan nilai di atas 36&amp;deg;C tercatat pada beberapa wilayah, seperti di Deli Serdang (Sumatera Utara) 37,1 &amp;deg;C, Medan (Sumatera Utara) 36,6 &amp;deg;C, Kapuas Hulu (Kalimantan Barat) 36,6 &amp;deg;C, Sidoarjo (Jawa Timur) 36,6 &amp;deg;C dan Bengkulu sebesar 36,6 &amp;deg;C.



&quot;Meskipun beberapa wilayah mengalami cuaca yang panas, potensi hujan sedang-lebat di sebagian wilayah Indonesia masih ada,&quot; tambahnya.



5. Hujan Masih Terjadi

Guswanto menyampaikan dalam sepekan terakhir bulan April 2024, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih terjadi di beberapa wilayah, seperti di Kerinci (Jambi) 83,8 mm/hari, Manado (Sulawesi Utara) 80mm/hari, Aceh Besar (Aceh) 130mm/hari, Sorong (Papua Barat) 91.0 mm/hari, Minangkabau (Sumatera Barat) 84 mm/hari, Kufar (Maluku) 83 mm/hari, dan Indragiri (Riau) sebesar 92 mm/hari.

</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu sebanyak 63,66% Zona Musim akan memasuki periode&amp;nbsp;musim kemarau&amp;nbsp;pada bulan Mei hingga Agustus 2024. Apakah ada kaitannya dengan gelombang panas yang terjadi di berbagai negara?

Berikut sejumlah faktanya:

1. Peralihan Musim

Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto mengatakan, memasuki periode Mei, sebagian wilayah Indonesia mulai mengalami awal&amp;nbsp;kemarau&amp;nbsp;dan sebagian wilayah lainnya masih mengalami periode peralihan musim atau pancaroba, sehingga potensi fenomena suhu panas dan kondisi cerah di siang hari masih mendominasi cuaca secara umum di awal Mei 2024.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Viral Sesar Besar Sumatera Picu Tsunami Tahun 2024, BMKG: Hoaks!

2. Tidak Terkait Gelombang Panas

Sementara itu, mencermati kejadian fenomena gelombang panas yang terjadi di sebagian wilayah Asia dalam sepekan terakhir, Guswanto mengatakan, bahwa fenomena gelombang panas tersebut tidak terkait dengan kondisi suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia.

&amp;ldquo;Hal ini karena fenomena udara panas yang terjadi di Indonesia belakangan merupakan fenomena yang bersiklus terjadi setiap tahun sebagai akibat dari adanya gerak semu matahari dan kondisi cuaca cerah pada siang hari,&amp;rdquo; ucapnya, Minggu (5/5/2024).
&amp;nbsp;
3. Apa Itu Fenomena Gelombang Panas?

Menurutnya, istilah gelombang panas menurut World Meteorological Organization (WMO) merupakan fenomena kondisi&amp;nbsp;udara panas&amp;nbsp;yang berkepanjangan selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut, dengan suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5&amp;deg;C atau lebih.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gelombang Panas Hantam Thailand hingga India, BMKG Pastikan Indonesia Tak Terdampak

Guwanto mengatakan fenomena gelombang panas ini umumnya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa, Amerika, dan sebagian wilayah Asia. Secara meteorologis, hal tersebut dapat terjadi karena adanya udara panas yang terperangkap di suatu wilayah dekat permukaan akibat anomali dinamika atmosfer.

&quot;Sehingga aliran udara tidak bergerak dalam skala yang luas, misalnya pada sistem tekanan tinggi skala luas dalam periode cukup lama. Kondisi atmosfer tersebut sulit terjadi di wilayah Indonesia yang berada di wilayah ekuator,&quot; ungkapnya.4. Suhu Panas di Indonesia



Berdasarkan data BMKG, kondisi suhu panas di wilayah Indonesia dengan nilai di atas 36&amp;deg;C tercatat pada beberapa wilayah, seperti di Deli Serdang (Sumatera Utara) 37,1 &amp;deg;C, Medan (Sumatera Utara) 36,6 &amp;deg;C, Kapuas Hulu (Kalimantan Barat) 36,6 &amp;deg;C, Sidoarjo (Jawa Timur) 36,6 &amp;deg;C dan Bengkulu sebesar 36,6 &amp;deg;C.



&quot;Meskipun beberapa wilayah mengalami cuaca yang panas, potensi hujan sedang-lebat di sebagian wilayah Indonesia masih ada,&quot; tambahnya.



5. Hujan Masih Terjadi

Guswanto menyampaikan dalam sepekan terakhir bulan April 2024, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih terjadi di beberapa wilayah, seperti di Kerinci (Jambi) 83,8 mm/hari, Manado (Sulawesi Utara) 80mm/hari, Aceh Besar (Aceh) 130mm/hari, Sorong (Papua Barat) 91.0 mm/hari, Minangkabau (Sumatera Barat) 84 mm/hari, Kufar (Maluku) 83 mm/hari, dan Indragiri (Riau) sebesar 92 mm/hari.

</content:encoded></item></channel></rss>
