<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dendam Airlangga ke Dua Raja yang Berujung Serangan Kahuripan</title><description>Penaklukkan balik dua kerajaan itu sekaligus menjadi misi Airlangga untuk memperluas wilayah Kerajaan Kahuripan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/06/337/3004826/dendam-airlangga-ke-dua-raja-yang-berujung-serangan-kahuripan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/06/337/3004826/dendam-airlangga-ke-dua-raja-yang-berujung-serangan-kahuripan"/><item><title>Dendam Airlangga ke Dua Raja yang Berujung Serangan Kahuripan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/06/337/3004826/dendam-airlangga-ke-dua-raja-yang-berujung-serangan-kahuripan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/06/337/3004826/dendam-airlangga-ke-dua-raja-yang-berujung-serangan-kahuripan</guid><pubDate>Senin 06 Mei 2024 05:25 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/06/337/3004826/dendam-airlangga-ke-dua-raja-yang-berujung-serangan-kahuripan-tRi34sGNTH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi kerajaan (Foto: ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/06/337/3004826/dendam-airlangga-ke-dua-raja-yang-berujung-serangan-kahuripan-tRi34sGNTH.jpg</image><title>Ilustrasi kerajaan (Foto: ist)</title></images><description>MALANG - Dua dendam Raja Airlangga ke kerajaan di Tulungagung dan Lwaram, yang kini masuk Blora, lunas terbayarkan. Airlangga sebelumnya mendapatkan gangguan saat memerintah di ibu kota Wwatan Mas, dari Putri Panuda di Tulungagung.

Penaklukkan balik dua kerajaan itu sekaligus menjadi misi Airlangga untuk memperluas wilayah Kerajaan Kahuripan. Apalagi saat itu ia tengah memperjuangkan kembali berjayanya Dinasti Isana di Pulau Jawa.

BACA JUGA:
Viral Kecelakaan Libatkan Oknum Anggota Polri Tewaskan 1 Orang di Pakansari, Polres Bogor Turun Tangan


Berturut-turut hasil ekspansi wilayah ke luar yakni Raja Hasin, Wisnuprabhawa atau Raja Wuratan, dan Panuda (Raja Lewa), pada tahun 1030 M, berhasil. Bahkan, dari ketiga raja yang ditaklukkan oleh Airlangga, seluruhnya tewas.

&quot;Tetapi kematian Panuda, membuat sang anaknya Putri Panuda yang memerintah di Tulungagung menyimpan dendam,&quot; demikian dikutip dari buku &quot;13 Raja Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah Kerajaan di Tanah Jawa.

BACA JUGA:
Curi Radio Tower Komunikasi di Cijeruk Bogor, Dua Pelaku Dibekuk Polisi


Serangan dari Putri Panuda di Tulungagung itu juga menegaskan dendam kematian ayahnya ke Raja Airlangga. Serangan Putri Panuda ke ibu kota kerajaan Wwatan Mas, membuat kocar-kacir.

Sang raja bersama pejabat penting Kahuripan Mapanji Tumanggala, meninggalkan Wwatan Mas dan melarikan diri ke Desa Patakan. Di Desa Patakan, Airlangga menggalang pasukan untuk menyerang balik Putri Panuda, yang menguasai Wwatan Mas.

Sesudah pasukannya yang digalang tersebut dirasa kuat, Airlangga menyerang putri Panuda. Penyerangan tersebut membawa hasil gemilang. Putri Panuda tewas di medan laga. Sepeninggal putri Panuda, Arilangga membangun istana baru di Kahuripan, mengingat istana lama yang berada di Wwatan Mas telah mengalami kehancuran.



Sesudah istana baru di Kahuripan dibangun, Airlangga yang mendapatkan bantuan Mpu Narotama bermaksud membalas dendam atas kematian mertua, dan sekaligus pamannya (Dharmawangsa Teguh) kepada Haji Wurawari dari Lwaram (Ngloram, Cepu, Blora).



Aksi balas dendam Airlangga pun berhasil. Raja Haji Wurawari berhasil dibunuh. Airlangga juga berhasil menumpas pemberontak Wijayawarma dari Wengker pada tahun 1035 M. Sejak saat itu, Airlangga mampu memperluas wilayah kekuasaan Kahuripan, Sidoarjo, yang membentang dari Pasuruan (sebelah timur), hingga Madiun (sebelah barat).

</description><content:encoded>MALANG - Dua dendam Raja Airlangga ke kerajaan di Tulungagung dan Lwaram, yang kini masuk Blora, lunas terbayarkan. Airlangga sebelumnya mendapatkan gangguan saat memerintah di ibu kota Wwatan Mas, dari Putri Panuda di Tulungagung.

Penaklukkan balik dua kerajaan itu sekaligus menjadi misi Airlangga untuk memperluas wilayah Kerajaan Kahuripan. Apalagi saat itu ia tengah memperjuangkan kembali berjayanya Dinasti Isana di Pulau Jawa.

BACA JUGA:
Viral Kecelakaan Libatkan Oknum Anggota Polri Tewaskan 1 Orang di Pakansari, Polres Bogor Turun Tangan


Berturut-turut hasil ekspansi wilayah ke luar yakni Raja Hasin, Wisnuprabhawa atau Raja Wuratan, dan Panuda (Raja Lewa), pada tahun 1030 M, berhasil. Bahkan, dari ketiga raja yang ditaklukkan oleh Airlangga, seluruhnya tewas.

&quot;Tetapi kematian Panuda, membuat sang anaknya Putri Panuda yang memerintah di Tulungagung menyimpan dendam,&quot; demikian dikutip dari buku &quot;13 Raja Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah Kerajaan di Tanah Jawa.

BACA JUGA:
Curi Radio Tower Komunikasi di Cijeruk Bogor, Dua Pelaku Dibekuk Polisi


Serangan dari Putri Panuda di Tulungagung itu juga menegaskan dendam kematian ayahnya ke Raja Airlangga. Serangan Putri Panuda ke ibu kota kerajaan Wwatan Mas, membuat kocar-kacir.

Sang raja bersama pejabat penting Kahuripan Mapanji Tumanggala, meninggalkan Wwatan Mas dan melarikan diri ke Desa Patakan. Di Desa Patakan, Airlangga menggalang pasukan untuk menyerang balik Putri Panuda, yang menguasai Wwatan Mas.

Sesudah pasukannya yang digalang tersebut dirasa kuat, Airlangga menyerang putri Panuda. Penyerangan tersebut membawa hasil gemilang. Putri Panuda tewas di medan laga. Sepeninggal putri Panuda, Arilangga membangun istana baru di Kahuripan, mengingat istana lama yang berada di Wwatan Mas telah mengalami kehancuran.



Sesudah istana baru di Kahuripan dibangun, Airlangga yang mendapatkan bantuan Mpu Narotama bermaksud membalas dendam atas kematian mertua, dan sekaligus pamannya (Dharmawangsa Teguh) kepada Haji Wurawari dari Lwaram (Ngloram, Cepu, Blora).



Aksi balas dendam Airlangga pun berhasil. Raja Haji Wurawari berhasil dibunuh. Airlangga juga berhasil menumpas pemberontak Wijayawarma dari Wengker pada tahun 1035 M. Sejak saat itu, Airlangga mampu memperluas wilayah kekuasaan Kahuripan, Sidoarjo, yang membentang dari Pasuruan (sebelah timur), hingga Madiun (sebelah barat).

</content:encoded></item></channel></rss>
